YELLOW POTION DAN ARENA
(Translater : Hikari)

"Tiba-tiba mengatakan padaku 'buatlah' dan saat ekspedisi juga. Yah, aku sebenarnya berniat untuk pergi ke guild untuk memeriksa material yang kudapatkan…"
Apa yang Mikadzuchi minta untuk aku lakukan saat sedang ditraktir kue adalah pembuatan item.
Bingung dengan hal mendadak ini, aku memesan es teh untuk mendinginkan diri, tapi kalau dipikir lagi karena Mikadzuchi sedang mentraktir kami, aku seharusnya meminta anmitsu. Merasa sedikit menyesal, aku menghela napas.
"Tapi tetap saja, 【Yellow Potion】 ya."
Aku mengingat permintaan Mikadzuchi.

"——Hadiah lotere ketujuh, Yellow Potion. Aku ingin kau membuat ini dan dalam beberapa hari."
Item yang dia keluarkan saat berkata demikian adalah sebotol potion berisi cairan kuning.
"Ini?"
"Ini adalah Yellow Potion yang bisa dibeli di toko obat dalam Demonfolk Resort atau didapatkan sebagai hadiah ketujuh dari stan lotere."
Aku mengambil Yellow Potion yang ditaruh di atas meja untuk memeriksa stats-nya.
Yellow Potion adalah versi lebih tinggi dari Blue Potion dan jumlah pemulihannya hampir sama dengan High Potion.
Aku sendiri menyelidiki Potion dan Pill setelah leveling kekebalan status buruk waktu itu dengan kekhawatiran terhadap batasan pemulihan. Untuk mempersiapkan diri saat aku mencapai batasan pemulihan, aku ingin membuat sebuah item penyembuh dengan level lebih tinggi, tapi aku tidak terpikir akan menerima sebuah permintaan dari Mikadzuchi untuk membuatnya.
"Tapi, kenapa kau membutuhkannya? High Potion memiliki jumlah pemulihan yang cukup. Aku tidak perlu mengusahakan secara khusus membuat Yellow Potion, ya 'kan…"
"Sebenarnya, Mikadzuchi terlalu serakah dan terus menghajar Red Ogre dan Blue Ogre, 'kan? Saat itu dia naik level dan melampaui batas pemulihan High Potion. Karena itulah dia membutuhkan item setara High Potion yang tidak memiliki batasan pemulihan, yaitu Yellow Potion."
"Untuk ikut tantangan tanpa henti arena dungeon ini, aku memerlukan cara penyembuhan yang stabil."
Diberitahu begitu, aku kira-kira mengerti bagaimana situasinya. Akan tetapi, bukan berarti aku bisa langsung membuatnya begitu saja karena itu.
"Meski begitu, membawakanku produk yang sudah jadi dan memintaku untuk membuat yang sama adalah hal cukup menyulitkan. Aku tidak punya petunjuk apapun tentang material yang digunakan."
Saat aku berkata begitu, sepotong litograf diletakkan di depanku.
"Ini adalah resep penyembuhan Goblin yang kubeli di toko barang antik. Barang ini rusak di beberapa tempat, tapi seharusnya cukup menjadi sebuah petunjuk! Semoga beruntung dengan sisanya!"
Litograf yang tebal dan berat itu memiliki ukiran huruf dan gambar di permukaannya, tapi di beberapa tempat benda tersebut remuk dan pocel. Jadi dia menemukan litograf seperti ini, sementara aku begitu tercengang, litograf itu didorong paksa kepadaku dan dia mempercayakan pembuatan potion padaku dengan kalimat terakhir itu.
Setelah itu, menghela napas, aku mulai menafsirkan litograf rusak itu di ruang perajin Eight Million Gods.

"Tetap saja, ini tidak membutuhkan Sense Linguistic yang tinggi."
Sambil mengingat kembali percakapanku dengan Mikadzuchi, aku menyalin isi litograf dan membuat catatan tentang apa yang kupahami dengan level Sense Linguisticku, kemudian menghela napas.
Isi dari litograf itu adalah dua resep. Yang satu Yellow Potion dan yang lain Demon's Wonder Pill yang mana adalah sesuatu yang mirip dengan pil versi High Potion.
Akan tetapi, karena bagian pertengahan resep Yellow Potionnya rusak, aku kesulitan mengidentifikasikan kombinasi materialnya.
"Haah, yang benar saja. Apa yang sedang kulakukan?"
Menghela napas dari waktu ke waktu, berkat meminjam ruang pribadi guild, aku bisa membariskan material di atas meja.
Aku telah mempraktekkan Demon's Wonder Pill menggunakan metode yang sama dengan membuat pill seperti biasanya, sedangkan untuk bahannya aku menggunakan material High Potion, yaitu Medicinal Spirit Grass dan Magma Bear's Liver. Aku memadukan semuanya, menambahkan air sedikit demi sedikit dan membentuknya. Ini resep pill yang relatif sederhana.
Ini juga dicantumkan dalam Folk Medicine's Encyclopaedia yang kuterima sebagai hadiah dari raid quest.
Karena ini cukup sederhana, aku bisa segera membuat improvisasinya.
Dan, hasil lainnya adalah——isi dari tong kayu besar.
"Benar-benar, deh. Apa yang sedang kulakukan?"
Setelah aku menafsirkan resep Yellow Potion, aku menatapi litograf tersebut dan kehilangan tujuan, dan merasakan sebuah dorongan yang mengatakan bahwa benda ini bisa digunakan untuk membuat acar sayuran[1].
Karena aku bisa membuatnya dalam waktu yang cukup pendek, aku hanya perlu menaruh sayuran segar dan garam secukupnya ke dalam sebuah tong dan menaruh litograf di atasnya sebagai tutup. Aku memprioritaskannya untuk membuat acar.
"Tujuan awal, membuat Yellow Potion sama sekali tidak berkembang."
Aku sekali lagi menatapi resep yang sudah ditafsirkan itu.
Material yang digunakan yang aku ketahui untuk sementara waktu ini adalah Karukoko Fruit dan Vitality Tree's Fruit dan sisanya yang ada pada litograf tidak dapat ditafsirkan.
"Haah, aku tidak ada petunjuk untuk sisa material lainnya."
Ada dua tempat yang hilang pada litograf. Dari sisa tempat yang sangat kecil yang tersisa, aku dapat mengetahui bahwa itu adalah material herba.
Kupikir satu material lagi yang diperlukan, tapi bagian lain yang tersisa telah rontok dan aku tidak dapat mengetahui apa yang tertulis di situ.
"Sebenarnya, aku sudah mencoba membuatnya menggunakan material yang kupunya, tapi Karukoko Fruit adalah material dengan sifat yang sangat kuat."
Menggunakan informasi yang kudapatkan itu, aku mencoba melakukan beberapa kombinasi dengan material-material yang kuketahui, tapi aku bahkan tidak bisa membuat potion dengan tingkat rendah.
Alasannya adalah kentang merah Karukoko Fruit yang kupegang. Aku terus gagal sampai saat ini karena Karukoko Fruit masih mengandung racun dan segala yang dibuat menjadi beracun.
"Haa, pertama-tama aku harus menghilangkan racunnya."
Untuk memulainya, aku mencuci Karukoko Fruit yang sudah kubersihkan, menyingkirkan kulit dan tunasnya, meninggalkan hanya bagian merah di dalamnya.
Begitu semua kulitnya terkupas, aku memotongnya menjadi beberapa bagian dan menaruh potongan-potongan Karukoko Fruit ke dalam panci besar berisi air mendidih yang kusiapkan sebelumnya.
"Di sinilah dimulai bagian pentingnya."
Aku melengkapi diriku dengan Sense Bodily Resistance dan menunggu perubahan yang terjadi di dalam panci.
Saat aku mulai mengaduk Karukoko Fruit yang mengapung naik turun, warna merah dan ungu pucat mulai bercampur dengan uap putih.
"Sudah dimulai. Aku harus menahannya sekarang."
Buah merah Karukoko menjadi gumpalan pekat, lembek dan berat di dalam panci saat aku mengaduknya. Uap putih yang keluar menjadi semakin gelap dengan warna merah dan ungu, dengan cepat menjadi beracun.
Aku menahan napasku tapi rasanya semakin menyakitkan dan saat aku akhirnya menghirup uap panas ungu dari dalam panci, aku mendapatkan status buruk Poison yang kuderita dengan gejala khusus seperti pandanganku yang menyempit.
"Sudah kuduga, dengan Bodily Resistance level 1, kau tidak merasakan efek apapun."
Kalau seperti itu, aku seharusnya membiarkannya tetap sebagai Poison Resistance. Aku berpikir demikian dan terus mengaduk gumpalan yang semakin mengental dengan kecepatan konstan.
Setelah beberapa saat, lenganku terasa sedikit nyeri, jadi aku menaikkan stats-ku dengan memasangkan enchant ATK pada diriku sendiri, menstabilkan laju adukanku.
Karena aku terus dalam status buruk Poison, pemulihan HP adalah hal penting sehingga aku bekerja sambil terus meneguk High Potion yang kutaruh di sebelahku.
Menggunakan High Potion untuk membuat Yellow Potion adalah hal yang cukup kontradiksi, pikirku sambil terus mengaduk isi panci selama dua puluh menit lagi sampai muncul sebuah perubahan pada warna asapnya.
Warna ungu kemerahan mulai memudar dan perlahan uapnya kembali ke warna putih.
Saat racunnya menghilang sepenuhnya dari uap, aku mengecilkan api di bawah panci dan membiarkannya mendingin secara alamiah.
Begitu ini mendingin sampai ke tingkat tertentu, aku mengintip ke dalam panci dan melihat gumpalan putih berada di dasarnya.
"Kurasa aku berhasil menghilangkan racunnya?"
Yang tersisa adalah membuang air yang tersisa dan menggunakan kain bersih untuk memeras sisa air untuk mengeringkan materialnya.
"Karukoko Fruit berubah menjadi Karukoko Starch, ya. Ini hampir mirip Blue Gelatin."
Ini mengingatkanku pada item drop Blue Slime, Blue Gelatin yang juga merupakan bahan makanan yang saat digabungkan dengan herba akan menjadi potion. Tepung kali ini juga diklasifikasikan sebagai bahan makanan.
Aku penasaran kenapa begitu. Apakah potion berwarna semuanya berkaitan dengan makanan?
Sambil berkatat begitu, aku menyimpan Karukoko Starch yang sudah dihilangkan racunnya dan beristirahat sedikit.
Yang tersisa adalah menyiapkan Vitality Tree's Fruits, item herba dan mencari material sisanya dengan mencampurkannya secara acak.
"Kerja bagus. Bagaimana perasaanmu?"
"Kami membeli teh hijau enak dari Demonfolk Resort. Kau mau?"
"Eh? Langley dan Otonashi? Kenapa kalian berdua ada di sini?"
"Kenapa, katamu? Ini adalah guild Eight Million Gods, jadi tidak heran lagi kalau kami ada di sini. Juga, kami ingin mengobrol denganmu, tapi saat kami membuka pintu, kabut ungu kemerahan beracun mulai keluar dari dalam ruangan. Kami telah menunggu asap itu menghilang."
"Oh, maaf atas ketidaknyamanannya kalau begitu."
Aku menundukkan kepalaku dalam-dalam. Aku tidak mengira uap beracun akan bocor keluar dari dalam ruang pribadi. Akan tetapi, sepertinya itu bocor karena Langley membuka pintunya sedikit untuk memanggilku, jadi racunnya tidak mempengaruhi orang lain karena dia segera menutup pintunya.
Sementara Otonashi mempersiapkan teh hijau, aku mengeluarkan acar sayur yang masih segar untuk menjadi teman minum teh dengan mereka.
"Teh hijau dengan camilan. Bagus sekali."
"Kau benar. Kita bisa makan sambil meminumnya. Tapi tetap saja, bukankah acar-acar ini agak aneh? Aku melihat beberapa pola dan gambaran yang aneh di permukaannya."
"Jangan dipikirkan, ini bukan apa-apa. Jadi, apa kalian butuh sesuatu?"
Memakan acar sayur dengan suara garing yang renyah, Langley mulai mengatakan tujuan mereka datang.
"Aku dimintai Mikadzuchi-san untuk memeriksa keadaanmu. Meskipun dari sisi orang memintanya lebih tepat dikatakan dia memaksakannya padaku, tapi dia sendiri sibuk menjelajahi dungeon dan Area Gunung Berapi."
"Dan aku datang dengan dia. Sebenarnya, aku mendapatkan beberapa material di dalam dungeon, jadi aku ingin mencoba membuat beberapa senjata dan aksesoris."
"Dengan kata lain, untuk mengingatkanku tentang Yellow Potion. Meskipun aku ingin sekali membantu Mikadzuchi, ini belum selesai."
Saat aku berkata begitu, Langley mengerutkan alisnya dan segera menolak apa yang kukatakan.
"Justru kebalikannya. Kau datang ke Eight Million Gods untuk perubahan suasana, jadi dia memintaku untuk memastikan kau tidak memaksakan dirimu sendiri. Mikadzuchi juga mengajukan permintaan yang sama pada crafter yang terlibat dengan guild. Kau tidak harus terlalu memaksakan dirimu."
"Dia benar-benar berlebihan."
Sebenarnya waktu di mana aku mengurung diriku sendiri sejauh ini tidaklah besar, kataku dan tersenyum getir.
"Yah, Langley dan aku juga adalah perajin, jadi bukan berarti kami tidak mengerti itu. Jadi, bagaimana hasilnya?"
"Ahh, yah. Akan mulai kacau dari sini."
Dari penafsiran litograf, aku hanya mempelajari urutan pencampuran material sampai ke titik tertentu, hanya cukup untuk mempersempit pola mixingnya.
"Kelihatannya sulit. Apa kau baik-baik saja? Kalau perlu, kami akan meminta perajin mixing dari guild untuk membantu."
"Tidak apa-apa, benar. Tidak sesulit itu."
Aku menjelaskan secara sederhana kepada mereka berdua.
Dari sini apa yang akan kulakukan adalah membuat reagen dari material Yellow Potion dan mencari material lainnya secara acak dengan melarutkannya dalam reagen tersebut.
Sambil melakukan itu, mungkin aku akan menemukan pola campuran yang tepat. Ini adalah pekerjaan yang memerlukan kesabaran.
Dan, begitu aku menemukannya, aku akan menyesuaikan jumlah yang dicampurkan sekaligus mencari perubahannya tergantung dari berbagai faktor seperti temperature dan waktu pemanasan.
"Karena itulah, ini adalah pekerjaan monoton yang bisa dilakukan siapapun."
Saat aku menjelaskan bagaimana aku membuat resepku sendiri untuk mengubah suasana, aku perlahan mendapatkan kembali motivasiku.
"Eh? Cara pembuatan resep yang kami tahu tidak sampai seperti itu…"
"Atau malahan, kau lebih mirip seorang peneliti. Mencoba secara asal saja, rasanya benar-benar kewalahan. Yah, aku mengerti. Baiklah, hanya saja jangan paksakan dirimu."
Bertingkah seperti seorang oang yang lebih tua yang baik, Langley mencemaskanku.
"Terima kasih telah mengkhawatirkanku, tapi tidak apa-apa. Aku terbiasa dengan ini."
"Kami akan kembali ke crafting kami juga. Ah, ngomong-ngomong, boleh minta sedikit acarnya? Aku ingin memakannya dengan yang lainnya."
Karena Otonashi sepertinya benar-benar ingin acar, aku memberikan beberapa padanya dalam sebuah wadah kecil yang dia terima dengan senang hati.
Setelah ini kedua orang itu akan membuat item baru dari crafting spesialisasi mereka dengan menggunakan material yang mereka dapatkan. Aku harus berjuang sebaik mungkin agar tidak kalah dari mereka.
"Baiklah, ayo lakukan!"
Sekali lagi, untuk mencoba membuat Sekali lagi, untuk mencoba membuat Yellow Potion, aku membuat sampel cairan.
Aku menambahkan Karukoko Starch kering ke dalam Vitality Tree Fruit's Juice untuk membuat cairan, kemudian ke dalam dua wadah yang berbeda aku menambahkan saripati material High Potion, yaitu Medicinal Spirit Grass dan material MP Potion, Magical Spirit Grass dan melarutkannya dengan Water of Life sebagai air suling untuk membuat larutan reagen hijau.
Aku menuangkan sedikit dari larutan tersebut ke dalam tabung-tabung uji kecil, kemudian aku menyelipkan material-material yang berbeda ke dalam setiap tabung untuk menemukan material Yellow Potion.
"Pertama-tama, ayo coba gunakan material dari Area Gunung Berapi. Kemudian kita akan berpindah ke rentang pilihan material yang lebih lebar. Terakhir, aku akan mencoba potion yang kupunya. Kalau tidak ada satu pun yang bekerja, itu artinya mustahil."
Aku bergumam untuk menanamkan semangat juang dalam diriku sendiri dan mulai mencari materialnya dengan menggunakan berbagai reagen bubuk yang kubawa dari Atelier.
Saat aku melakukannya, dengan cukup cepat aku menemukan reagen yang bereaksi dengan mengubah warna, tapi itu berbeda dari yang kucari.
"Warnanya biru, dan biru yang jernih malahan."
Saat aku memasukkan item drop Magma Bear, Magma Bear's Liverke dalam salah satu dari dua reagen, yang berisi Magical Spirit Grass merespon. Aku menulis data mengenai campuran tersebut sejauh ini dalam buku catatan.
Meskipun reagennya dibuat cukup encer, aku mencatat efek pemulihannya yang cukup besar meskipun aku mencari reaksi warna kuning dari Yellow Potion.
Sekalipun tidak sepekat warna kuning dari Yellow Potion yang Mikadzuchi tunjukkan padaku, aku menduga potion ini memiliki warna kuning yang cukup mencolok. Aku menambahkan satu material lagi untuk mencari kombinasi yang optimal.
Dan, dengan menggunakan bubuk reagen yang kubawa dari Atelier, aku menemukan sebuah reaksi meskipun sangat pucat, dan kemudian dengan mengkombinasikan material yang berhubungan berdasarkan prioritas, aku dapat menemukan kombinasi yang tepat.
"Ahahaha, ini perlu waktu. Tetap saja, aku tidak menyangka potion ini akan menjadi material terakhir."
Saat aku selesai memeriksa sekitar setengah dari material-material, saat aku mencampurkan Blue Powder yang didapat dengan memproses Blue Jelly, reagennya menunjukkan reaksi warna kuning.
Kemudian, aku mencoba item yang berkaitan dengan Blue Jelly. Blue Potion itu sendiri menunjukkan warna kuning yang paling kuat.
"Aku mengerti. Aku penasaran, jangan-jangan potion berwarna semuanya adalah jenis yang menggunakan potion tingkat sebelumnya sebagai material? Kalau begitu, potion berikutnya mungkin menggunakan Yellow Potion sebagai salah satu materialnya."
Aku bergumam sendiri lalu menuliskan material yang diperlukan untuk Yellow Potion dan mencoba membuat sebuah potion dengan menggunakan kombinasi dengan Magma Bear's Liver yang bereaksi lebih dulu.
"Ayo mulai dengan membuat yang biasanya, kemudian mencari cara membuat potion dengan tingkat pemulihan yang tinggi."
Metode dasarnya adalah mencampurkan Karukoko Starch dengan Vitality Tree Fruit's Juice, kemudian menambahkan Medicinal Spirit Weed lalu Blue Potion sebelum memasaknya di dalam sebuah panci kecil.
Saat aku memanaskannya, warnanya dengan segera berubah menjadi kuning. Saat perubahan warnanya berhenti ketika itu mulai mendidih, aku mengangkatnya dari api saat campuran tersebut menjadi pekat, menghilangkan ampasnya dan menuangkannya ke dalam botol potion.

Yellow Potion Consumable
Recovery HP+35%]]

Yellow Potion dengan kualitas sangat rendah pun selesai.
Itu sama dengan versi kualitas rendah dari High Potion dan jumlah pemulihannya lebih buruk daripada Blue Potion kualitas tinggi.
"Ini benar-benar potion pengganti, ya. Yah, ayo coba ganti caraku membuatnya."
Sebenarnya aku tidak hanya mengulas pembuatan Yellow Potion, merasakan peningkatan dari Blue Potion mungkin diperlukan saat aku mencoba kombinasi lainnya.
Kombinasi potion dengan Magical Spirit Weed dan Magma Bear's Liver yang merespon dengan warna biru yang bereaksi lebih cepat daripada Yellow Potion, terlebih lagi reaksinya selesai sebelum item tersebut mulai mendidih dan potion warna biru pucat pun jadi.

Holy Mountain's Magic Water Consumable
Recovery HP+10%, MP+10%

Aku tertegun melihat potion yang kubuat itu.
Dari semua item, aku membuat potion yang secara terus-menerus memulihkan HP dan MP. Itu adaah item yang para perajin Mixing cari-cari dan tidak bisa dibuat hanya dengan mencampur Potion dan MP Potion.
Jadi harinya telah tiba, pikirku, tapi efeknya sendiri cukup rendah.
Aku penasaran seberapa tinggi kualitas Yellow Potion yang diminta Mikadzuchi yang bisa kubuat dalam beberapa hari ini. Terlebih lagi, aku juga penasaran seberapa jauh untuk sampai ke tingkat level praktis di mana aku bisa memakai potion yang memulihkan HPMP secara serentak. Berkat hal itu, aku mulai merasa sedikit bersemangat.
Akan tetapi, fungsi timer dari menu mulai berdering, memberitahuku bahwa sudah waktunya untuk log out.
Aku begitu bersemangat sampai lupa waktu, jadi aku memutuskan untuk menyerah hari ini.
Aku mengangkat tubuhku dari ranjang di kamarku, melepaskan VR Gear yang kupakai di kepalaku dan berbaring di ranjang lagi. Sampai aku tertidur, aku penasaran kombinasi campuran apa yang dapat meningkatkan jumlah pemulihan dan kenapa potion yang jadi kualitasnya rendah.
·
Ekspedisi guild Eight Million Gods hari kelima.
Saat aku tiba di bangunan guild Eight Million Gods, Myu dan yang lain sudah menghilang, kelihatannya pergi ke dungeon.
"Hari ini adalah harinya Sei-nee dan Mikadzuchi menantang arena, 'kan. Masih ada waktu."
Karena mereka berdua akan menantang arena tanpa informasi apapun lebih dulu, mereka membuat persiapan besar selama dua hari ini.
Pada hari ketiga dan keempat, aku terus meningkatkan Yellow Potion dan entah bagaimana dapat menyelesaikannya.
"Aku harus menyerahkannya pada Sei-nee dan Mikadzuchi sebelum mereka ikut arena."
Aku memasuki ruang pribadi guild yang kupinjam dan mulai membuat Yellow Potion dengan menggunakan resep yang telah ditingkatkan hasilnya dengan menghabiskan seluruh waktu log in kemarin.
Metode pembuatan Yellow Potion adalah dengan mencampur Karukoko Starch danVitality Tree Fruit's Juice lebih dulut, kemudian memanaskannya bersama dengan sedikit tambahan air. Pada saat ini, aku mencampurkannya pada suhu 60-70o Celsius sampai ada reaksi.
Saat Karukoko Starch meleleh sepenuhnya dan semuanya menjadi cairan yang lembut, aku menambahkan Medicinal Spirit Grass.
Pada titik ini, material langka lebih efektif.
Dan saat aku mendapatkan cairan hijau, aku mempertahankannya pada suhu didih.
Pada akhirnya, aku menuangkan Blue Potion ke dalam cairan hijau tersebut dengan rasio 1:1, membuat warnanya berubah menjadi hijau.
Yang tersisa adalah membiarkan Yellow Potion yang sudah jadi untuk dingin secara alamiah.

Yellow Potion Consumable
Recovery HP+60%

Membuat Yellow Potion yang sebanding dengan High Potion kualitas tertinggi yang bisa kubuat, aku merasa puas.
Tapi tetap saja, aku penasaran kenapa cairan hijau dicampur Blue Potion menjadi kuning cerah. Kurasa itu karena ini adalah game fantasi?
Sambil memprioritaskan pada pembuatan Yellow Potion, aku menggunakan waktu ekstra untuk membuat potion lain, yaitu Holy Mountain's Magic Water.
Metode pembuatan Holy Mountain's Magic Water mirip dengan Yellow Potion, tapi temperatur.reaksinya adalah dari 35-45o Celsius dan perlu mempertahankan suhu suam-suam kuku.
Karena itulah, aku tidak mencampurkannya di api terbuka tapi dengan menaruh sebuah panci di atas api mendidih sebagai gantinya.
Setelah mendapatkan cairan coklat kemerahan keruh, aku mengencerkannya dengan air dan memanaskannya setinggi suhu kulit manusia. Sampai titik ini aku hanya menggunakan Water of Life.
Saat aku sedang mencari-cari material, aku menggunakan Water of Life sebagai material untuk mendapatkan kondisi yang lebih luas. Untungnya aku tidak menggunakan air hasil penyulingan, kalau aku melakukannya, aku tidak akan mendapatkan kombinasi ini.
Pada akhirnya, aku menambahkan Magical Spirit Weed saat cairan coklat kemerahan menjadi transparan dan menghangatkannya, mempertahankan suhu konstan kulit manusia, yang hasilnya adalah potion berwarna biru terang.

Holy Mountain's Magic Water Consumable
Recovery HP+35%, MP+35%

Ini memiliki efek Potion dan MP Potion kualitas tingkat tinggi.
Dengan situasi pertarungan yang berubah dengan sangat cepat dalam pertempuran, mungkin akan menguntungkan jika memulihkan HP dan MP pada saat yang bersamaan.
Tetap saja, aku merasa bahwa jumlah pemulihannya sedikit rendah, tapi salah satu fiturnya adalah jumlah pemulihannya tidak terbatas pada batasan pemulihan dari SP yang didapatkan.
Aku dapat membuat 50 Yellow Potion dan 20 Holy Mountain's Magic Water sesuai waktu yang ditentukan.
"Sekarang, aku harus memanggil Sei-nee."
Aku membuka friend chat dari menu dan memanggilnya.
"Sei-nee, ada waktu sekarang?"
"Tunggu sebentar, aku akan menyelesaikan pertarungannya sekarang—— Aqua Bullet."
Kelihatannya waktuku tidak tepat dan malah mengganggu pertarungan. Dari waktu ke waktu, aku dapat mendengar suaranya yang sedang mengaktivasi sihir.
"Karena kau memanggil, itu berarti tentang potion, 'kan?"
"Sebenarnya aku sudah menyelesaikan Yellow Potion yang kalian minta. Apa aku tepat waktu?"
"Terima kasih, Yun-chan. Mikadzuchi, Yun-chan sepertinya sudah menyelesaikan Yellow Potion. Apa kau akan menerimanya?"
Sei-nee berbicara pada Mikadzuchi untuk berkonsultasi padanya. Setelah bercakap-cakap beberapa kalimat, mereka sepertinya sudah memutuskan.
"Yun-chan, bisakah kau membawanya ke arena di jalan keenam Demonfolk Resort? Setelah menerima potionnya, kami akan menantang arena."
"Baik, aku akan ke sana sekarang juga."
Aku memasukkan dua jenis potion yang selesai itu ke dalam inventory dan keluar dari ruang pribadi guild menuju pintu masuk guild di mana mini-portal terpasang, sehingga aku bisa berpindah ke gerbang belakang Demonfolk Resort, tapi kemudian aku menyadari suara ribut di pintu masuk.
"Arrr! Kau tidak boleh masuk! Kami tidak akan membiarkan player yang tidak ada surat undangan masuk!" "Kami akhirnya punya kesempatan mendapatkan seorang gadis cantik, mana mungkin kami akan membiarkannyaaa!" "Dia akan memberikan kami tempat yang nyaman. Demi itu, kami harus menyingkirkan semua elemen yang mungkin membuat dia menolak untuk bergabung dengan guild!"
Sepertinya pertarungan telah dimulai di depan gerbang guild. Dentang logam bergema di luar. Saat aku mengintip keluar, aku melihat seorang kenalanku yang dikelilingi anggota Eight Million Gods.
"Hei?‼ Taku?! Aoa yang sedang kau lakukan?!"
"Oh, Yun! Aku datang untuk memastikan apa yang sedang kau lakukan. Aku berbicara pada orang-orang ini, bertanya apa aku bisa bertemu denganmu, tapi entah kenapa ini berubah menjadi PVP."
Taku tertawa senang saat berkata begitu, tapi dia sendiri menerima damage saat diserang oleh seluruh grup. Terlebih lagi, sepertinya dia tidak melawan balik karena anggota guild tidak mendapat damage apapun.
Akan tetapi, entah kenapa mereka menggigit bibir dan menggertakkan gigi. Ekspresinya seakan-akan mereka bisa menangis kapan saja.
"Dia berbicara padanya seakan ini bukan apa-apa, dan itu hanya karena dia temannya sejak kecil." "Dan yang bisa kita lakukan dengan kekacauan komunikasi kita hanyalah melihatnya dari jauh…" "Aku iri, cemburu. Dia berteman dengan tiga bersaudari cantik itu. Dia adalah pemenang di dunia nyata dan game, yang benar saja."
Kurasa ada beberapa kesalahpahaman yang berubah menjadi dendam di sini. Apa yang harus kulakukan dengan ini? Aku menanyai Taku dengan tatapanku. Tidak ada luka yang serius, jadi tidak ada masalah, dia merespon dengan cara yang sama.
Saat kami saling bertukar tatap, anggota-anggota guild yang menyerangya entah kenapa jatuh berlutut. Benar-benar sebuah misteri.
"Kalau kau hanya ingin bertemu dan mengobrol, kau bisa melakukannya di sekolah."
"Aku hanya datang untuk menemuimu hari ini, aku akan membicarakan sisanya di dunia nyata. Tapi, aku tidak mengira akan menerima damage hanya dengan datang menemuimu. Dan sekarang pemulihan High Potion menurun untukku juga. Yah, akan pulih juga seiring waktu."
"Dasar…jangan bergerak."
Aku menggunakan Yellow Potion kualitas terendah yang kubuat pada Taku untuk menyembuhkan damage yang dia terima.
Kualitasnya terlalu rendah sampai rasanya memalukan untuk kukirimkan ke Sei-nee dan Mikadzuchi, tapi itu bagus untuk menyembuhkan luka kecil seperti ini.
"Ooh? Potion baru?"
"Yang gagal. Kualitasnya tidak cocok untuk dijual tapi yah, angap saja ini sebagai High Potion kualitas rendah."
"Bisa berikan aku beberapa?"
"Ahh, jadi jumlah pemulihanmu terbatas karena kau naik level. Begitu aku menstabilkan kualitasnya, aku berencana menjualnya di Atelier, jadi belilah dengan seharusnya."
Aku menyerahkan Yellow Potion dengan berbagai performa pada Taku.
"Baiklah kalau begitu, aku pergi dulu. Aku lega kau kelihatan baik-baik saja."
"Cepatnya. Yah, aku ada rencana sekarang jadi tidak masalah."
Setelah aku berkata begitu, Taku pergi.
Aku harus cepat-cepat bertemu dengan Sei-nee.
Menggunakan mini-portal Eight Million Gods untuk berpindah ke portal terdekat dengan gerbang belakang Demonfolk Resort, aku menuju ke tempat yang ditentukan dalam dungeon.
Saat aku memilih tempat yang cukup tenang untuk dijelajahi seperti jalan kedua sampai yang keempat, jalan kelima memiliki NPC pedagang senjata dan armor, aksesoris dan quest. Jalan ketujuh ada monster humanoid yang menyerang player. Arena berada di jalan keenam, diapit jalan kelima dan ketujuh.
"Oh, Nona! Sebelah sini!"
"Yun-chan, terima kasih atas kerja kerasnya membuat potion-potioni itu."
Mikadzuchi menyadariku pertama kali dan melambaikan tangan untuk menunjukkan dirinya.
Saat aku mendekati Sei-nee yang mengucapkan rasa terima kasihnya, aku merasa kerja kerasku sampai saat ini mendapatkan imbalannya meski hanya sedikit.
"Yah, aku telah mengumpulkan Yellow Potion sedikit demi sedikit dari toko obat NPC dan melakukan quest untuk mendapatkan hadiah tambahan tiket lotere, tapi kau sangat membantuku karena aku tidak cukup banyak mengumpulkannya.
"Benar. Arena ini mengijinkan setiap pesertanya untuk menggunakan sampai 30 item pemulih. Berkat dirimu, kami memiliki cukup potion sekarang."
"Aku membuat 50, apa aku membuatnya terlalu banyak?"
"Sama sekali tidak. Kali ini aku akan menggunakan kira-kira setengahnya, tapi sisanya bisa digunakan di luar arena juga."
"Aku mengerti, baguslah. Kalau begitu, aku akan memberikan ini padamu.
Aku menyerahkan dua jenis potion dan resepnya pada Mikadzuchi.
Litograf yang kupelajari sehingga aku mendapatkan petunjuk tentang materialnya diberikan oleh Sei-nee dan Mikadzuchi, jadi ini sebagai rasa terima kasih karena dapat mempelajarinya.
Kalau mereka membagikan resepnya di guild, mereka akan bisa membuatnya secara stabil mulai sekarang.
Aku menyerahkannya dengan pertimbangan itu, tapi Mikadzuchi mengerutkan alis, terlihat bertanya-tanya.
"Apa ini?"
"Ada beberapa potion lainnya selain Yellow Potion, tapi…daripada itu, kertas apa ini?"
Mikadzuchi mengibarkan carikan kertas yang dia terima dari menu. Apa hanya aku saja atau memang dia kelihatan kesal?
"Sebenarnya aku membuat ini dengan bantuan darimu dan Sei-nee, jadi aku memberikanmu potion dan resepnya sebagai ganti laporan?"
Saat aku menjawab dengan kebingungan, Mikadzuchi mencondongkan badannya ke arahku dan datang mendekat.
"Haa, yep. Nona, kemari."
"……?"
Aku mengambil dua langkah maju sambil bertanya-tanya ada apa, dan kemudian Mikadzuchi menangkap kepalaku dengan cengkeraman sekeras besi dengan satu tangan.
Dia mulai menekanku dari atas seakan-akan menghancurkanku, memaksa suara protes dariku.
"OWWwww! Hei, tulang belakangku! Kau menghancurkannya!"
"Para perajin tidak memberikan resepnya begitu saja seperti itu! Dan jangan anggap remeh perajin gila guild kami! Berapa banyak orang kau pikir yang kuminta hal yang sama sepertimu! Mereka akan menemukannya sendiri nantinya! Ini bentuk perhatianmu yang sia-sia!"
"Ma-maaf."
Hmph, dia melepaskan kepalaku dan mendorong kertas itu saja kembali padaku.
Aku terkejut melihat Mikadzuchi yang benar-benar marah padaku untuk pertama kalinya.
Biasanya dia menggodaku atau minum alkohol, tapi kali ini aku merasa dia cukup menyeramkan dan berbeda dari dirinya yang biasanya riang dan karismatik.
Melihatku bereaksi seperti itu, Sei-nee di sampingnya terkekeh.
"Mikadzuchi mengkhawatirkanmu, Yun-chan."
"…khawatir?"
"Sudah tentu kami mempercayai para perajin guild kami, tapi kau juga terlalu sembrono, jadi dia memperingatkanmu karena cemas."
"…Sei."
Suasana hati Mikadzuchi yang memburuk tidak berubah, tapi dia mulai bergerak-gerak gelisah sedikit, merasa malu.
Melihat penampilannya itu, bahu Sei-nee semakin berguncang menahan tawa.
Kapanpun aku membuat item baru atau menunjukkannya pada kenalan-kenalanku seperti Magi-san dan Emily-san, mereka menasihatiku.
Aku teringat kalau aku dilindungi oleh berbagai player yang kukenal.
"Mikadzuchi, um, terima kasih telah mencemaskanku."
"Ahh, sial, intinya kau mengerti! Paham?!"
Mikadzuchi menggaruk kepalanya keras-keras dan memperlihatkan ekspresi yang biasanya.
"Tetap saja, selamat telah membuat Yellow Potion dalam waktu sependek ini. Sekali lagi, terima kasih untuk itu."
Dibilang begitu secara langsung membuatku cukup malu, jadi kali ini aku mengalihkan pandangan.
"Juga, efeknya lebih tinggi daripada standarnya. Terlebih lagi kau membuat potion tipe baru. Ayo membaginya dengan Sei sekarang juga."
"Coba kulihat. High Potion yang biasa sudah cukup untukku, jadi aku akan mengambil beberapa Holy Mountain's Magic Water.
Entah kenapa, kapan pun aku menunjukkan pada orang-orang item baru, mereka antara terkejut atau tercengang, dua pola itu. Akan tetapi, Sei-nee dan Mikadzuchi menerima dengan biasa-biasa saja.
"Ada apa? Wajahmu aneh."
"Tidak, kupikir kau akan lebih terkejut, kira-kira begitulah…"
"Hm. Aku cukup terkejut. Tapi inilah dirimu, Yun-chan."
"Yah, memang begitulah Nona."
Kenapa aku yang jadi diriku sendiri menjadi alasan untuk menerima apapun?!
"Sekarang, ayo serbu arena. Banyak orang dari guild yang lelah menunggu!"
"Banyak orang dari guild?"
Saat aku bertanya dengan bingung, Sei-nee menjelaskan.
"Sebenarnya, kau bisa menyaksikannya dari bangku penonton. Myu dan yang lain sudah duduk."
Kalau dipikir lagi, aku memang merasa ada sedikit orang di rumah guild, dan alasan Myu yang log in lebih awal tidak ada di sana adalah karena dia berkumpul dengan yang lain di tribun.
"Arena adalah tempat di mana kau menghadapi rentetan pertandingan, 'kan. Mikadzuchi, Sei-nee, apa kau akan menantangnya berdua saja?"
"Yeah, untuk saat ini. Sulit untuk membagikan hadiahnya kalau ada terlalu banyak orang."
Berkata begitu, dia melihat ke pintu masuk arena di mana hadiah-hadiahnya dipajang.
Totalnya ada sepuluh hadiah yang setiap barangnya tidak biasa dan pantas.
Aku tidak biasanya tertarik pada salah satu hadiah itu.
"Crystal of Exorcism?"
Itu adalah sebuah bongkahan mirip kristal.
Meskipun kristalnya memiliki retakan-retakan warna putih di dalamnya, itu membaurkan cahaya yang menembusnya, membuatnya seperti salju baru yang indah.
"Ah, hadiah untuk ronde keenam."
Menyadari apa yang kulihat, Sei-nee menjelaskan.
Deskripsi material penguat Crystal of Exorcism mengatakan efek tambahannya adalah —— Recovery Effect(small).
Efeknya meningkatkan efek pemulihan sihir penyembuhan dan item yang digunakan.
Kalau aku menggunakannya dengan material penguat yang saat ini kumiliki dan Precious Magic Crystalyang kudapatkan dari lotere, aku bisa membuat aksesoris yang sangat bagus.
"…kuharap aku punya satu…"
Mengetahui itu adalah material penguat, aku secara tidak sadar bergumam begitu dan Mikadzuchi ternyata mendengarnya.
"Ohh, Nona mengincar material penguat itu. Yah, aku tidak keberatan memberikannya padamu. Tujuanku adalah hadiah ketiga dan ketujuh."
"Dan aku menginginkan hadiah kedelapan."
"Hadiah kesepuluh dibagi ke seluruh party. Kalau hanya kita berdua, kita akan mendapatkan ekstranya begitu mencapai hadiah kesembilan. Kalau begitu, ayo tambahkan Nona ke dalam party dan membaginya rata antar kita bertiga. Baiklah!"
"Eh?? EHHH?‼"
Saat aku masih kebingungan dengan percakapan Mikadzuchi dan Sei-nee, sebuah undangan untuk ikut party dikirim padaku.
"Ayo, kita bentuk party."
"Tidak, aku tidak ada niat ikutan…"
"Ayo tantang arena."
"Eh, ah, ya."
Entah bagaimana, aku kalah terhadap dorongan Mikadzuchi dan bergabung dengan party.
"Bagus! Ayo ke arena! Kita bertiga!"
"Eh, ehh?‼"
Mikadzuchi menaruh lengannya di pundakku dan memeganginya erat-erat saat kami berjalan ke arena. Di pintu masuk, dia memberikan sepuluh tiket tantangan dan kemudian aku dibawa ke dalam.
·
"Kenapa ini terjadi…."
Setelah melewati resepsionis arena dan masuk ke dalam, kami menuruni tangga ke dalam ruang bawah tanah.
Begitu kami melintasi sebuah lorong yang hanya diterangi cahaya redup obor-obor, membentang sebuah arena melingkar.

Para penonton berada di tempat yang lebih tinggi. Di sebelah kanan terdapat para Goblin dan Goblina, juga monster-monster humanoid seperti Hobgoblin. Di sebelah kiri terdapat para anggota Eight Million Gods yang berbaur dengan para monster humanoid. Para player mulai bersorak riuh begitu kami muncul.
"Kalau kau menginginkan sesuatu, kau harus melakukan resiko yang sepadan untuk mendapatkannya. Sekarang, selesaikan sendiri!"
"Kuharap kau mengatakan padaku soal ini lebih awal…"
Haa, aku menghela napas dan dihibur oleh Sei-nee.
"Eh? Yun-oneechan ikut juga?! Berjuanglaaaahhh!"
Dan aku mendengar seruan Myu dari bangku penonton.
"Lihat, Yun-chan. Myu-chan sedang menonton kita, jadi ini adalah kesempatan bagus untuk menunjukkan martabatmu sebagai seorang kakak."
"Uhhh, kalau sudah begini, aku harus mendapatkan hadiahnya sekalipun aku berlumur tanah sepenuhnya!"
Saat aku akhirnya mendapatkan motivasi, pertarungan beruntun arena dimulai.
Lawan pertama yang muncul dari pintu di sisi seberang.
Yang terlihat adalah sepuluh preman Goblin bersenjata. Dilihat baik-baik, dibandingkan dengan Goblin jorok, mereka kelihatan bersih dan senjata mereka terpelihara dengan baik.
"Jadi Goblin untuk yang pertama, ya. Yah, kurasa bahkan aku pun bisa melakukan sesuatu melawan para Goblin."
"Yun-chan, jangan lengah. Level mereka seharusnya lebih tinggi daripada Goblin biasa. Ada tiga yang bersenjatakan pedang, dua dengan kapak, dua dengan tombak, dua dengan busur, dan satu dengan tongkat."
"Jadi, kuota tiap orang minimal tiga. Semuanya, siap?"
Menanggapi suara Mikadzuchi, aku mencengkeram senjataku, longbow, menarik sebatang anak panah dari tabungnya dan menunggu sinyal dimulainya pertarungan.
Si Hobgoblin wasit berdiri di depan gong dan memukul pusatnya kuat-kuat.
Pada saat yang sama dengan suara logam yang berkumandang ke seluruh arena, penyerang garis depan Goblin menyerbu ke arah kami.
"""Gugegegegeee——!"""
"——Rapid Fire Bow - Second Form!"
Aku melancarkan sebuah Art dan menembak Goblin yang datang untuk melakukan serangan pembuka melawan para Goblin di garis belakang.
Dua panah dilepaskan dari tali busur yang tegang dan membentuk trajektori yang tajam. Panah itu mengenai dua Goblin garis belakang.
Menerima serangan tepat sasaran di titik kelemahan monster humanoid, para Goblin tersebut tidak dapat bereaksi pada kejadian mendadak tersebut, terjatuh telentang dan menghilang menjadi partikel-partikel cahaya.
"Pertama, dua…"
Saat aku bergumam pelan, Mikadzuchi perlahan berjalan keluar di depan kami berdua.
Dia menusukkan tongkat heksagonalnya pada dahi, leher dan dada penyerang depan Goblin.
Tusukan-tusukan ringan dan cepat telah menghempaskan empat Goblin dalam sekejap. Monster-monster itu menghantam tanah dan saat mereka mencoba bangun, mereka berubah menjadi partikel-partikel cahaya.
"Mereka benar-benar rapuh, hampir tidak ada bedanya dengan yang ada di jalan ketujuh."
Setelah melepaskan serangan-serangan berat yang kontras dengan pergerakan ringannya, Mikadzuchi beralih ke Goblin yang tersisa.
"Yang tersisa adalah dua tombak dan satu busur——ah, sudah selesai."
Mikadzuchi menangkis panah yang ditembakkan oleh si Goblin bersenjata busur dan menoleh pada Sei-nee untuk bertanya Goblin mana yang harusnya dia kalahkan, tapi semua monster itu telah dikalahkan oleh kami berdua sebelum dia melakukannya.
Sei-nee menciptakan tombak-tombak es yang menghujam abdomen Goblin kapak dan tombak, dan aku menusuk dahi Goblin busur sebelum dia sempat menembakkan panah berikutnya.
"Oh, Nona. Kau sangat enggan awalnya, tapi di luar dugaan kau jadi sangat bersemangat melakukannya."
"Aku benci rasa sakit dan aku takut mendapat damage. Tapi, kalau aku melakukannya, aku akan melakukannya dengan kekuatan penuh."
Mikadzuchi menaruh sebelah lengannya di bahuku dengan penekanan dan mulai mencolek pipiku dengan ujung jarinya. Benar-benar merepotkan.
Seakan melarikan diri, aku melihat ke arah Sei-nee untuk mencari bantuan.
"Lihat, lawan berikutnya sudah keluar."
Saat satu ronde selesai, kami diberikan waktu untuk memilih apakah kami mau melanjutkan atau mundur dan begitu waktunya lewat, tantangan arena secara otomatis berlanjut.
Lawan-lawan ronde kedua adalah enam Goblin Soldier yang berjalan mengelilingi kota. Mengenakan equipment yang seragam, mereka menyerang kami dalam formasi berbaris.
"Kelihatannya cukup menyenangkan! Haa!"
Mikadzuchi menyerbu Goblin Soldier yang menyamakan langkahnya dekat-dekat satu sama lain.
Memegangi perisai yang ditempatkan dalam satu barisan, Goblin-Goblin itu menusuk Mikadzuchi dari antara celahnya, tapi Mikadzuchi meloncat tinggi melewati mereka seakan melompati sebuah penghalang dan menyerang dengan tongkat dari atas kepala-kepala Goblin.
"——Mud Pool!"
"——Icicle Lock!"
Kaki-kaki Goblin itu tertanam dalam lumpur saat mereka mencoba untuk berbalik ke arah Mikadzuchi. Lebih jauh lagi, kaki-kaki dan pergelangannya dibekukan oleh sihir Sei-nee.
"Perangkap yang bagus! HAa!"
Mikadzuchi menyerang para Goblin yang tidak dapat membalikkan badan dan mengalahkan mereka satu demi satu."
"Secara sepihak, ya."
"Memang mudah pada awalnya. Kurasa yang berikutnya akan sedikit lebih sulit?"
Sejauh ini kami dapat terus maju tanpa membuang-buang potion yang jumlahnya terbatas.
Ronde kedua berakhir dan yang ketiga dimulai tidak lama kemudian.
Memang benar, sekalipun musuhnya lemah, tidak ada waktu untuk beristirahat saat mereka muncul satu demi satu.
Apa yang muncul di pintu masuk sisi seberang, adalah seekor Magma Bear.
Warna dan kekuatannya tidak terlihat berbedar dari yang di Area Gunung Berapi, tapi beberapa bagian dari tubuhnya seperti lengan dan torso dipasangi pelindung dari logam. Termasuk punggung Magma Bear, hanya ada sedikit tempat untuk menyarangkan serangan yang efektif.
"Bagus. Ini adalah lawan untuk hadiah ketiga tujuanku, 'kan. Sei! Nona! Aku akan menghadapi yang satu ini sendirian! Beristirahatlah sebentar!"
Setelah berkata begitu, Mikadzuchi menghajar Magma Bear dengan tongkatnya tanpa menunggu jawaban kami.
Saat dia menyerang pelindung Magma Bear dengan tongkatnya, sebuah suara bernada tinggi bergema. Magma Bear itu menyerang balik dengan cakarnya yang berpendar panas, mencabik tanah.
Meskipun dia menghindarinya, Mikadzuchi mendapat sedikit damage dari hawa panas yang dikeluarkan cakar. Tapi dia menggunakan Yellow Potion sambil menyerang celah-celah di antara armor Magma Bear.
"Ayo ayoooo! Itu dia! Berjuanglah, Mikadzuchi-saaaan!"
"Kak! Kalahkan dia! Ayo!"
"Master! Jangan kalah! Keluarkan sebanyak mungkin informasi untuk saat kami menghadapinya!"
Mendengar sorakan dari bangku penonton, dia melambaikan sebelah tangan sambil menghindari serangan pada saat yang sama.
"Dasar Mikadzuchi, dia benar-benar terkenal."
"Yah, kau tahu, ada beberapa anak yang memasuki guild hanya karena mereka mengidolakan Mikadzuchi."
"Aku mengerti. Aku bisa paham soal itu entah bagaimana. Tapi tetap saja…"
Aku kewalahan dengan sorakan heboh yang didapat dari pertarungan Mikadzuchi.
Meskipun hawa panas yang disebabkan tebasan cakar Magma Bear cukup kuat untuk mencapai kami di garis belakang, menerima sorakan-sorakan itu, Mikadzuchi terus menunjukkan pergerakan-pergerakan yang semakin dan tajam, menghindari serangan-serangan langsung.
"Fuhahahahaa! Itu bukan apa-apa selama tidak kena!"
"Tidak, memang benar, tapi bukannya itu menakutkan? Begitu dekat dengan itu."
"Ini semua adalah pengalaman dan latihan!"
Menukik ke bawah serangan-serangan Magma Bear, Mikadzuchi terus menyerang lutut dan sambungan lengan lawan dengan tongkat.
Tetap saja, aku penasaran kenapa dia bilang dia akan bertarung sendirian di ronde ketiga.
Dia mendapat damage dan menggunakan potion yang jumlahnya terbatas. Apa ada makna dari semuanya itu?
"Padahal tidak kelihatan kalau Mikadzuchi punya dendam pribadi terhadap Magma Bear…"
"Dalam kasus Mikadzuchi, ini bukan tentang Magma Bear tapi tentang hadiah ketiga yang dia inginkan. Juga, dia mungkin ingin memastikan bahwa dia punya kemampuan untuk memenangkan ronde ketiga sendirian saja, kurasa begitu?"
Sei-nee menjelaskan deduksinya. Benar, hadiah ketiga yang Mikadzuchi inginkan kalau kuingat lagi. Sementara itu, terdapat perubahan dalam pertarungan Mikadzuchi melawan Magma Bear itu.
"Gauu‼"
Magma Bear itu mengeluarkan geraman pendek, merundukkan badan dan memegangi hidung dengan kedua lengannya.
Serangan-serangan yang bertumpuk pada pergelangan tangan dan lutut, mengumpulkan damage pada bagian-bagian ini.
Sebagai hasilnya, pergerakan si beruang menjadi lamban dan dia tidak dapat melindungi titik vital yang adalah hidungnya dari serangan, berakhir pada lututnya dan sementara tidak berada dalam posisi tempur.
Sementara Magma Bear berjongkok kesakitan, Mikadzuchi tanpa ampun menyerang kelemahan di bagian belakang leher si beruang dengan tongkat heksagonalnya.
"——Six Rotation Smash!"
"GAAaa!"
Membuka matanya lebar-lebar, Magma Bear terjatuh menyamping dan mulai kejang-kejang.
Dengan Art yang dilepaskan ke bagian lemah di belakang leher Magma Bear, HPnya turun ke titik nol dan menghilang menjadi partikel-partikel cahaya. Dikelilingi oleh suara-suara sorakan, Mikadzuchi kembali ke tempat kami berdiri.
"Baiklaah! Kalau aku sekuat ini, aku bisa mengalahkan mereka secara stabil! Dan aku mendapatkan minumanku!"
"Dasar, jangan membuat dirimu capek sendirian. Sini, kusembuhkan."
"Aku bisa melakukannya sendiri kalau cuma itu."
Aku datang mendekat untuk memulihkan HP dan MP Mikadzuchi yang terkuras dengan potion, tapi dia malah menolaknya.
Melihat sikap Mikadzuchi yang memalingkan wajah ke samping dan mengerucutkan bibirnya, Sei-nee menahan tawa, bahunya berguncang hebat.
Kenapa tertawa? Aku bertanya-tanya, tapi saat itulah aku mendengar suara riuh dari penonton.
"Memperlakukan Mikadzuchi yang itu seperti anak kecil, Yun-san hebaaat." "Yah, dia benar-benar seorang Nanny." "Memikirkan dan membayangkan Master seperti anak yang bandel itu lumayan moe." "Jadi Yun-chan memang seorang Nanny, ya!"
Saat mendengarnya, aku memperlihatkan ekspresi tidak senang. Sei-nee tidak lagi bisa menahan diri dan mulai tertawa diam-diam.
"Ayo, Sei dan Nona, ronde keempat dimulai."
Dikatakan begitu oleh Mikadzuchi, kami segera fokus sambil menunggu lawan berikutnya.
Di ronde keempat adalah sekumpulan monster jenis Goblin yang lebih tinggi, Hobgoblin. Mereka lebih banyak daripada yang di ronde pertama, equipment mereka lebih bagus dan berbaur di antara mereka ada seekor monster yang mengambil posisi sebagai komandannya.
"Class mereka campuran. Ada Hobgoblin Knight dan banyak Hobgoblin Soldier."
Akan sulit untuk tiga player normal menghadapi mereka. Begitu ini menjadi sebuah pertempuran, tidak akan ada waktu untuk memikirkan strategi.
Saat gong dipukul sebagai tanda mulai, segera Hobgoblin Knight menginstruksikan Hobgoblin Soldier untuk menyebar ke kedua sisi.
"Pengepungan, ya. Sei, Nona! Mereka ada di belakang kita, jadi berhati-hatilah!"
Mikadzuchi menyerang para prajurit yang datang menyerbu kami dari depan, tapi mereka menggunakan senjata dan perisai mereka untuk mengurangi damage. Para Hobgoblin berpencar di depan Mikadzuchi ke kiri dan ke kanan, mengelilingi dia begitu mereka mendekat.
Karena tongkat heksagonal yang Mikadzuchi gunakan sebagai senjata memiliki jangkauan yang panjang, mereka mendekat untuk mengurangi kemampuan manuvernya. Sementara prajurit yang tersisa lewat di sampingnya.
"Sial! Yang benar saja?!"
"Terlebih lagi sepertinya Hobgoblin Knight meningkatkan stats rekan-rekannya! ——Aqua Bullet!"
Aku menembakkan panah satu persatu dan Sei-nee menembakkan peluru-peluru air, tapi meskipun kami mengakhiri beberapa lawan, kami tidak dapat mengurangi momentum pengepungan.
Kalau sudah begini, kami harus mengincar si komandan, pikirku dan menembakkan sebatang panah pada si Hobgoblin Knight, tapi itu diblokir oleh prajurit yang ada di belakang dan si ksatria itu sendiri.
"Keh, kita terkepung. Kalau begini…"
"Mau bagaimana lagi. Meskipun aku tidak bagus dalam pertarungan jarak dekat—— Gram Sword."
"Aku juga adalah penyerang garis belakang, jadi aku tidak terlalu bagus juga. Enchant——Attack, Defence, Speed."
Terkepung sepenuhnya, aku berbicara asal saja dengan Sei-nee saat kami mempersiapkan diri untuk menjegal musuh.
Sei-nee membungkus senjatanya, staff dengan air untuk membentuk bilah di ujung staffnya itu dan memeganginya seperti sebuah tombak.
Aku memasangkan tiga enchant pada diriku sendiri dan mengganti senjata dari long bow ke pisau dapur yang kukeluarkan dari inventory.
"Benar-benar deh, aku sangat senang memiliki sub weapon."
Di tangan kiriku aku memegangi Meat Cleaver— Heavy Black yang berat. Memastikan genggamanku pada benda tersebut, aku tetap waspada memperhatikan pasukan Hobgoblin yang mendekat.
"Gobu gobuu——"
Pada saat yang sama Goblin Knight memberikan sebuah perintah, para prajurit mengayunkan senjatanya pada kami.
"—— Ingredient Knowledge!"
Menanggapinya, aku menggunakan skill pendukung Ingredient Knowledge yang menunjukkan titik kelemahan lawan dan mendekati mereka dalam sekejap dengan kecepatan yang ditingkatkan oleh enchant.
Pemilihan waktu serangan beruntun musuh runtuh begitu aku bergerak maju dan ayunan pun luput dari sasaran, kemudian aku mengayunkan Meat Cleaver beratku dengan kekuatan penuh pada prajurit di hadapanku, menyerahkan semuanya pada kekuatan ototku.
Meskipun si prajurit itu mencoba menahan seranganku dengan menarik balik gagang senjatanya, seranganku yang dipercepat oleh enchant mendekat ke lehernya dan dengan kekuatan besar memotong titik lemahnya, memenggal kepalanya.
Dan kemudian, bahkan tanpa menjerit sedikit pun, si prajurit itu menjadi partikel-partikel cahaya setelah satu serangan.
"Jadi kalau aku cukup beruntung, bahkan aku pun bisa mengalahkan mereka dengan satu serangan."
Walaupun aku melancarkan serangan kritkal pada kelemahannya, aku masih terkejut dengan hal itu.
Sementara itu, Hobgoblin di sebelahku mengayunkan long swordnya padaku.
"Yun-chan, jangan lengah!"
Begitu aku mendengar teguran Sei-nee, menyadari ayunan long sword, Sky Eyes aktif begitu saja.
Di dalam rentang waktu yang diperpanjang, aku mengangkat lengan kiriku dan menerima long sword tersebut dengan bagian samping Meat Cleaver.
Berikutnya, aku menggunakan tangan kananku yang kosong untuk menarik keluar pisau dapur normal sehari-hari dari sabukku dan memegangnya dalam posisi reverse grip, aku bergerak tepat ke bawah lawan untuk menusukkan pisauku langsung ke bawah dagunya, kemudian memotongnya.
Saat aku bergerak menjauh, aku mengambil jarak dari si prajurit dengan menendang abdomennya.
Di tengah-tengah waktu yang direntangkan, aku melihat darah yang menciprat secara diagonal dari si prajurit saat tubuhnya berubah menjadi partikel-partikel cahaya lalu menghilang. Menatapinya dengan tercengang, aku berbalik ke prajurit berikutnya.
Waktu yang terentang kembali normal dan aku melihat ke sekeliling untuk memastikan musuh yang tersisa.
Dan, aku menerima serangan lawan berikutnya dengan Meat Cleaver di tangan kiriku, lalu balas menyerang dengan pisau di tangan kananku.
Untuk dua musuh yang pertama, aku beruntung menyelesaikannya dengan melancarkan serangan kritikal ke titik kelemahannya, tapi karena perbedaan jangkauan dan jumlah, juga karena aku tidak begitu ahli ataupun terbiasa dengan pertarungan jarak dekat, ini berubah menjadi situasi di mana kami saling memangkas HP satu sama lain.
"Sial! Aku kena banyak sekali damage."
"Yun-chan, aku akan menggunakan potion, jadi tunggulah sebentar lagi! Aku akan membersihkan musuh di sebelah ini sekarang juga—— Ice Lance!"
Sei-nee dan Hobgoblin terus menyayat satu sama lain. Tongkat berbilah pisau melawan pedang. Pada saat yang sama, Sei-nee menembakkan tombak-tombak es untuk membuat musuh tetap menjauh.
Mikadzuchi yang pertama kali dikepung telah mengalahkan para prajurit dan berniat akan menyerang Goblin Knight dan bawahannya.
"Aku tahu kalau Sei-nee akan baik-baik saja, tapi kau mempertahankan diri dengan baik, Nona! Kalau begitu, aku bisa mengincar si komandan tanpa menahan-nahan diri lagi!"
"Bantu mengalahkan anak buahnya lebih dulu! Mengalahkan bawahannya bukannya dasar dari RPG, ya 'kan?!"
"Terkadang lebih cepat mengalahkan bossnya lebih dulu!"
Berkata begitu, Mikadzuchi mulai bertarung melawan Goblin Knight dan bawahannya.
Aku entah bagaimana terus bertahan. Untungnya, saat aku bertahan dan melancarkan damage pada musuh, satu dari antara mereka ambruk dan jumlah lawan berkurang, membuatku dapat bergerak dengan lebih bebas.
Juga, meskipun ada batasan jumlah item penyembuh, memilikinya membuatku dapat dengan gigih terus bertukar serangan dengan para prajurit.
"Yang satu ini yang terakhir!"
Benar-benar pertarungan panjang yang menyulitkan. Dengan hanya satu musuh yang tersisa, aku tidak hanya menggunakan Enchant tapi juga Cursed untuk menahannya dengan sepenuh tenaga.
Pada akhirnya, aku mengalahkan dia dengan melakukan overkill, mengayunkan Meat Cleaver tepat ke otaknya.
"Haa, haa…sudah selesai. Sial, ronde keempat benar-benar berat."
Napasku tersengal-sengal, bahuku naik turun, tapi Sei-nee dan Mikadzuchi terlihat baik-baik saja.
"Kerja bagus. Ini pasti adalah pengalaman yang bagus bagi Nona, ya 'kan?"
"Itu benar. Ada beban besar karena kita memiliki sedikit orang dalam party, tapi ini adalah latihan yang bagus. Terlebih lagi, semua orang bersorak menyemangatimu selagi kau bertarung, Yun-chan."
"Haa, haa…kau mengatakan sesuatu yang terdengar Spartan. Juga, aku sama sekali tidak menyadari sorakan itu."
Merasa kelelahan setelah terus-terusan menghindari serangan dan rasa tegang akibat pertarungan, aku tidak dapat menstabilkan pernapasanku.
Aku mengangkat wajah dan melihat Myu, Lucato dan yang lain bersorak. Selain itu, ada Langley, Otonashi dan anggota guild lainnya bersorak dan memujiku.
"Yun-chan! Kerja bagus!" "Berjuanglah untuk yang berikutnya juga! Tapi jangan paksakan dirimu!" "Terima kasih telah menunjukkan sisi lain dirimu yang imut, Yun-chan!"
Entah kenapa sepertinya ada hal lain yang bercampur di antara sorakan itu, tapi partisipasiku diterima secara positif.
Meskipun, kurasa sejak awal rasanya aneh untuk orang luar yang bukan bagian dari guild untuk berparty dengan si guild master Mikadzuchi dan ikut serta dalam arena…
"Kenapa semua orang menyemangatiku?"
"Yah, bukankah itu karena kau manis, Yun-chan? Dan untuk alasan lainnya——"
Saat Sei-nee menoleh ke arah bangku penonton saat bicara, dia mendapat jawabannya dengan segera.
"Mikadzuchi-san dan Sei-san terlalu kuat, mereka mengalahkan semuanya sebelum kami dapat melihat semua pola pergerakan mereka dan itu tidak membantu sebagai referensi." "Dan selain itu, Yun-chan bertarung sangat gigih dan mengeluarkan semua pola pergerakan musuh." "Juga, ini pertama kalinya kami melihat reaksinya yang polos yang mana cukup menyenangkan."
Satu demi satu suara-suara tersebut menjelaskan, membuatku tersenyum getir.
"Apa-apaan itu? Pertama kalinya melihat orang yang senang dengan diriku yang lemah."
"Semua orang hanya bersikap egois! Jadi jangan pikirkan, Onee-chan! Busungkan dadamu dan bertarunglah!"
Myu menyemangatiku dari bangku penonton arena.
"…yup. Aku akan berjuang sebaik mungkin sedikit lagi."
"Itulah semangat! Ayo taklukkan arena."
"Tidak, aku tidak berpikiran sejauh itu."
Saat semua orang terus bersorak, ronde kelima arena telah dimulai.


[1] Acar Sayur (tsukemono) : Acar sayur tradisional di Jepang biasanya dibuat dengan cara memasukkan sayuran dan bahan lainnya ke dalam sebuah wadah seperti ember atau tong kayu lalu kemudian ditindih dengan batu atau logam). https://en.wikipedia.org/wiki/Tsukemono