EIGHT MILLION GODS DAN PESTA PENCICIPAN
(Translator : Hikari)

Ini mungkin menyenangkan…Aku ingin meninju diriku di masa lalu yang berpikir demikian.
"Sekarang! Mulai persiapan untuk pesta pencicipan!"
" " " YEAAAAAAAAAHHHHHHH——" " "
Karena kudengar ini adalah pencicipan minuman berbahan dasar buah, kupikir itu akan dituang dari botol-botol anggur ke dalam gelas dan akan menjadi pesta prasmanan, tapi yang dipersiapkan di tempat pesta adalah seluruh tongnya.
Dimulai dengan anggota Eight Million Gods dan pemilik Sense Cooking yang sedikit demi sedikit berkumpul, dari perayaan kecil-kecilan, menjadi semakin besar dan akhirnya tak lain adalah sebuah "pesta".
Tidak dapat menyelinap keluar, Myu dan aku memegang segelas jus anggur yang diperas dari Cold Crimson Glory Vine di satu tangan dan duduk, melihat-lihat sekitar.
Selain kami, para player dewasa minum anggur merah yang telah dipersiapkan seakan-akan itu adalah air.
Myu membiarkan dirinya terbawa suasana dan ikut menari serta menyanyi. Sei-nee bertindak sebagai pengendali bagi Mikadzuchi yang mulai minum dengan terlalu bebasnya, jadi dia berada di sisi wanita itu.
"Jadi, apa yang kulakukan sekarang?"
Saat aku duduk sendirian tanpa melakukan apapun, di kedua sisiku ada Ryui dan Zakuro yang kupanggil untuk meredakan rasa cemas dan merapat padaku.
Karena dilarang untuk menyentuh mereka berdua, dengan membuat mereka berada di sisiku, tidak ada seorang pun yang mendekat. Karena itu aku jadi terasing dan menarik perhatian dalam artian yang buruk.
"Apa yang harus kulakukan…rasanya jadi sedikit tidak nyaman."
"Hei, ada waktu?"
"Hyah——?! A-apa?!"
Aku tidak mengira ada seseorang yang akan berbicara padaku, jadi dengan menempatkan sebelah tangan pada bahuku membuatku mengeluarkan suara aneh. Mengabaikan fakta bahwa aku malah menarik lebih banyak perhatian, aku berbalik dan melihat wajah seorang bocah di depanku.
Player yang berbicara padaku ini adalah seorang bocah dengan alis lebar dan berkimono putih. Dia menatap langsung padaku dengan mata yang seperti mengantuk setengah terbuka.
"Masih ada waktu sampai pestanya dimulai. Kau kelihatannya bosan, jadi aku akan mengajakmu berkeliling guild."
"Pesta katamu? Um, itu tidak apa-apa?"
Saat aku menanyainya, dia membalas dengan mengatakan bahwa dia mendapat ijin dari guild master. Aku melihat ke arah Sei-nee, yang berkata "bersenang-senanglah" dan melihatku pergi.
"Baiklah kalau begitu, bagaimana?"
"Yup. Ayo pergi kalau begitu."
Dengan begitu, dipandu oleh bocah bermata mengantuk itu, aku menyelinap pergi dari aula dan kami mulai berjalan memutari lantai pertama.
"Bangunan guild ini terdiri dari dua lantai dan satu ruang bawah tanah, serta sebuah perluasan. Lantai pertama memiliki ruangan-ruangan pertemuan untuk player petarung dan ruang pribadi tertutup, juga ruang-ruangan lain dengan NPC di mana para crafter dapat meminta banyak hal."
"Hee, manajemen guildnya pasti sulit."
"Yah. Setiap bulan ada biaya pemeliharaan yang sangat tinggi, jadi itu dikumpulkan dari para anggota guild."
"Bukankah itu terlalu keras?"
Aku tidak begitu tahu detil mengenai guild, tapi bahkan di Atelier, biaya untuk mempekerjakan Kyouko-san si NPC adalah beberapa puluh ribu gold. Dari apa yang kulihat, ada lebih dari sepuluh NPC di ini, yang membuatnya sepuluh kali lipat dariku.
"Kurasa tidak. Kalau biaya pemeliharaan guild hanya ditutupi oleh beberapa anggota, yang lain mungkin tidak akan merasakan keterikatan dengan guild, 'kan? Juga, biaya pemeliharaan setiap bulannya dibagi dengan banyak orang, jadi tidak begitu tinggi."
"Aku mengerti…"
"Juga, orang-orang yang tidak tahu bagaimana caranya mendapatkan uang untuk biaya pemeliharaan, dibantu oleh anggota guild lainnya untuk menemukan metode tersebut. Bagi player petarung, itu adalah dengan membantu perburuan dan leveling. Bagi para perajin adalah menjual barang pada player dengan uang. Tentu saja, dibuat dengan harga dalam guild dan dijual cukup murah."
Begitulah katanya. Dengan meminimalkan jumlah kewajiban, mereka dapat bermain dengan bebas. Aku yakin itu.
Bocah itu berjalan di depanku, menaiki tangga ke lantai dua, kemudian berdiri di depan pintu yang terhubung ke salah satu ruangan.
"Ini adalah ruangan fasilitas-fasilitas para perajin guild, termasuk ruangan para perajin. Di sinilah kita, para perajin guild berkumpul. Orang-orang yang tidak suka pesta di bawah datang ke sini."
Saat aku memasuki ruangan dengan diajak olehnya, aku melihat banyak ruangan dengan berbagai peralatan crafting dipasang di dalamnya.
Karena ini adalah ruangan bersama, para perajin bergiliran menggunakan fasilitas crafting yang tidak bisa dipindahkan. Di belakang, sepertinya juga ada ruangan privat yang disediakan.
Para player yang berkumpul di sini melakukan pekerjaan mereka di depan fasilitas crafting mereka dan kadang-kadang mengobrol dengan sesama perajin dari keahlian lain.
"Hei, kau terlambat. Apa yang terjadi? dan Otonashi, siapa itu di belakangmu?"

Orang yang berbicara pada si bocah bermata mengantuk ini adalah seorang pria muda yang santai. Dia memakai jaket pada bagian tubuh atasnya yang telanjang dan banyak aksesoris.
"Aku mengajak seorang peserta untuk berkeliling sambil aku sendiri pun melarikan diri dari pesta. Dia akan segera keluar."
"Aku mengerti. Aku Langley. Senang bertemu denganmu."
"Aku Yun. Senang bertemu denganmu juga, kurasa?"
Aku memperlihatkan senyum ramah saat bertukar sapa dengan Langley.
"Ngomong-ngomong, keahlian crafting apa yang kau ambil?"
"Um——"
Aku memeriksa status Sense-ku.

Possessed SP35
Bow Lv46 Longbow Lv20 Sky Eyes Lv12 Swiftness Lv10 See-Through Lv20 Sorcery Lv11 Enchant Arts Lv36 Earth Element Talent Lv27 Dosing Lv42 Cook Lv11

Unequipped:
Alchemy Lv40 Synthesis Lv41 Crafting Knowledge Lv42 Taming Lv14 Engraving Lv23 Swimming Lv13 Linguistics Lv24 Climbing Lv21

 "Dosing, Engraving, Alchemy, Synthesis, dan Cooking."
"Serius? Mengambil lima profesi, eh…tunggu, apa kau Yun si Nanny?!"
Suasana hatiku jadi memburuk mendengar nama julukan itu. Menyadari bahwa aku tidak begitu suka dengan caranya memanggilku, pria di depanku ini menjadi panik.
"Maaf, maaf. Aku tidak bermaksud buruk. Oh, kau juga seorang pengukir, 'kan. Kalau begitu, biar kuajarkan padamu bagaimana membuat aksesoris kecil dan tolong maafkan aku dengan itu."
Langley meminta maaf dan tersenyum getir. Meskipun penampilannya terlihat mencolok, dia tidak kelihatan jahat. Juga, aku memang tertarik dalam pembuatan aksesoris.
"Yah, aku sedikit tertarik dengan itu."
Karena aku datang ke Eight Million Gods untuk perubahan suasana, mungkin ini kesempatan bagus untuk mencoba sedikit usaha dalam Engraving.
"Aku akan membawa beberapa aksesoris untuk ditunjukkan padamu."
Setelah berkata demikian, Langley membawa barang-barang dari tempat kerjanya. Semuanya terlihat seperti benda-benda kecil.
Sekilas, aku tidak bisa tahu itu semua terbuat dari bahan apa, tapi bagian-bagian yang lebih besar dan kecil terbuat dari material yang sama.
"Bahan apa ini? Ringan dan keras. Juga sedikit hangat."
"Ini semua adalah aksesoris yang dibuat dari tanduk monster tipe goblin. ini adalah aksesoris dari tulang, jenis yang berbeda dari yang berasal dari logam."
Berkata demikian, Langley mengeluarkan sebuah pahat, bor dan pengikir dari tempat peralatan Engraving.
"Ini adalah peralatan yang biasanya digunakan. Kau mengukirnya secara kasar dengan pahat, menyelesaikannya dengan pengikir, dan kemudian membuat lubang dengan bor untuk dilewati benang. Tidak seperti cincin yang dibuat dengan satu bagian, ini terbuat dari banyak bahan dan dihubungkan dengan seutas benang, jadi bisa dibuat sedikit demi sedikit untuk jangka waktu panjang.
Melanjutkan, dia menyodorkan seutas benang yang menembus potongan-potongan tanduk goblin yang beragam ukurannya.
"Yah, ini tidak terlihat begitu bagus, tapi ini punya kesan tersendiri."
"Kau benar. Tidak seperti logam dan permata yang dingin, ini terasa hangat."
Juga, kesannya cukup oriental seakan dibuat oleh suatu suku. Aku bisa merasakan kedalaman dari aksesoris-aksesoris ini.
"Jadi kau memahaminya! Tanduk dan taring, tulang, dan juga cincin kayu yang dibuat dengan memotong kayu yang keras. Ada banyak cara pembuatannya."
"Hee, apa? Itu kedengarannya menarik. Bisakah kau membuat aksesoris dari manik-manik?"
"Bagus! Aku akan menggunakan ide tersebut kalau begitu. Kami akan mencari bahan-bahan yang bisa digunakan…dan mengumpulkan sampel."
Harusnya dia yang mengajariku bagaimana caranya membuat aksesoris dari tulang, tapi sebelum kami menyadarinya, itu berkembang menjadi perkuliahan antar perajin.
"Kalau begitu, kita langsung coba saja? Meskipun aku tidak punya bahannya…"
Satu-satunya material yang ada saat ini disiapkan oleh Langley, dan aku menyimpan semua yang tidak kugunakan di item box di Atelier.
Kami tidak bisa membuat barang tanpa material.
Teringat dengan kekurangan para perajin, aku merasa ini sayang sekali, tapi saat itulah Otonashi yang diam di samping kami menarik bajuku dan Langley.
"Hei, kalau kalian ke ruang bawah tanah, kalian akan menemukan bahan."
"Ruang bawah tanah, rubahan, ya…yah, memang kau pasti akan menemukannya di sana, tapi…"
Langley bicara dengan tidak nyaman. Tidak bisa memahaminya, aku bertanya dengan kebingungan.
"Hei, jadi ada material di rubanah?"
"Yah, kurasa ada, sih. Ada yang menyimpan material yang tidak bisa ditaruh di toko atau dijual dengan harga sangat murah pada NPC di situ, dan itu mulai menjadi sebuah lapangan tempat barang-barang tidak diinginkan. Jadi, kurasa tempat itu semacam pembuangan sampah untuk seluruh guild."
Karena Langley dan perajin lainnya meminta anggota guild untuk mengumpulkan material yang diperlukan, itu adalah tempat yang hampir tidak pernah mereka gunakan.
Selain sedikit orang yang mencari-cari item dengan penawaran lewat kekacauan yang tidak teratur itu, ada beberapa orang yang pergi ke situ.
"Yun adalah orang luar, tapi kalau dia mendapat ijin, kurasa tidak masalah. Aku akan ambil beberapa."
"Yah, seharusnya ada beberapa material untuk membuat aksesoris tulang dan kerajinan kayu. Pergilah."
Kemudian, Otonashi meninggalkan ruangan ke rubanah untuk mengambil material dan kemudian kembali setelah beberapa saat."
"Kau seharusnya bisa menggunakan ini untuk berbagai hal. Sebagai tambahan Goblin Horn, ada Lizardmen Scales dan taring-taring monster tipe Hound."
"Ohh, ada banyak material."
Aku merasa senang hanya dengan melihat material yang Otonashi bawakan, tapi aku ingin belajar membuat aksesoris dari tulang secepat mungkin.
Aku mencoba untuk mengambil salah satu material di tanganku, tapi dihentikan oleh Langley.
"Tunggu sebentar. Itu jauh lebih lembut daripada logam, lho. Menyerahlah dengan yang satu itu dan coba yang ini."
Material yang dia sodorkan sambil berkata begitu adalah sepotong kayu yang biasa saja.
Kubus kayu sebesar lima sentimeter ditaruh di telapak tanganku.
"Cobalah membuat cincin kayu lebih dulu. Ini murah dan sulit untuk hancur. Kalau kau terbiasa dengan ini, seharusnya dapat menurunkan secara drastis kemungkinan gagal saat membuat aksesoris tulang."
"Oh, baiklah."
Menerima saran Langley, aku mulai membuat cincin kayu.
Saat aku melihat kayu dan pahat di tanganku, langkah-langkah yang berbeda dengan saat membuat batangan logam muncul dalam kepalaku.
Itu adalah bantuan dari Sene Engraving, tapi itu tidak sekuat dengan saat membuat cincin dari batangan logam,. Hanya skema samar-samar dari cincin kayu yang muncul di kepalaku.
Aku bisa mengetahui dari mana dan berapa banyak yang harus kukikis secara intuisi dengan membandingkan gambaran yang ada di kepalaku dengan apa yang ada di tanganku.
Pertama, aku mencoba mengikis bagian dalamnya dengan pahat, tapi itu terlalu keras dan tidak berjalan dengan baik.
"Ini sedikit sulit."
"Akan mudah begitu kau terbiasa mengendalikan tenagamu."
Langley berkata begitu sambil tersenyum. Aku membalas dengan anggukan dalam diam dan kembali bekerja.
"——?‼ Aku memotongnya terlalu banyak lagi."
"Kau terlalu tegang. Minum teh dan makan kue dulu."
Otonashi yang menjagaku membawakan teh dan kue yang dibuat oleh perajin tipe Cooking.
"Ini, teh."
"Terima kasih. Haa, ini sulit."
Di tanganku ada beberapa potong kayu yang gagal kubuat.
Awalnya aku menghabiskan banyak waktu untuk membentuk kubus kayu lima sentimeter itu dan gagal, tapi setelah aku mengulangnya beberapa kali, aku menemukan bahwa benda ini memiliki sifat yang berbeda dari logam.
Kelembutan kayu dan uratnya, bagian keras di beberapa tempat. Kalau aku tidak memastikannya dengan menyentuhnya, aku akan terus gagal menyesuaikan tenaga dan memotongnya terlalu banyak.
Bahkan saat ini ketika aku mencoba membentuk bagian luarnya, retakan-retakan muncul karena ada terlalu banyak yang dipotong. Walau begitu, ini masih bisa diperbaiki, jadi aku hanya memotong bagian yang retak-retak dan membentuknya ulang menjadi cincin berbentuk C.
Aku menyelesaikan bentuknya sambil meminum teh, kemudian pada akhirnya aku menggunakan kikir untuk memoles permukaannya dan kemudian mempernisnya.

Wooden Ring Ornament (Berat : 1)
DEF+1

Itu kelihatan seperti mainan anak-anak, tapi aku mungkin lumayan suka dengan rasa hangatnya.
"…Ini sulit, tapi menyenangkan."
"Kalau begitu kau mungkin ada kecocokan dengan ini. Pekerjaan ini terus dan terus berlanjut, jadi ada banyak orang yang tidak cocok."
Karena aku terlalu asyik membuat Wooden Ring, aku tidak sadar apa yang sedang Langley lakukan. Sementara aku mengerjakan milikku, dia membuat beberapa aksesoris dari tulang.
Selain itu, dia juga membuat Wooden Ring, tapi buatannya dibuat setebal mungkin dan memiliki ukiran-ukiran rinci di permukaannya. Jelas berbeda dengan apa yang kubuat.
Sejujurnya, aku dibuat sadar dengan perbedaan pengalaman yang kami miliki.
"Kurasa kau paham saat mengerjakannya 'kan, Yun. Kayu memiliki sifat uniknya sendiri daripada bongkahan logam, ya 'kan?"
"Bahan itu memiliki triknya sendiri saat dipahat. Juga, ketika kau mengeluarkan terlalu banyak tenaga, itu patah dengan mudahnya, 'kan."
"Itu dia. Kayu tidak terlalu lembut ataupun keras, juga memiliki ciri khasnya sendiri. Karena itulah, adalah hal yang bagus untuk membiasakan diri dengan berbagai material. Yah, aku pernah membuat seorang pemula sepertimu untuk mengerjakannya, tapi kayu memiliki tingkat kesulitan yang lebih tinggi dibanding Goblin Horn dan taring monster."
Dia berkata dan tertawa seakan-akan itu bukanlah apa-apa, tapi aku melihat potongan-potongan kayu yang kuhancurkan sejauh ini dan meringis. Aku tidak menyangka ini semua adalah pelatihan Spartan.
"Jangan berwajah begitu. Berikutnya adalah langkah kedua dan yang terakhir. Cobalah benar-benar membuatnya."
Dan aku diminta untuk menggunakan material yang telah dipersiapkan oleh Otonashi.
Yang tersisa adalah bekerja menggunakan Sense dan inderaku.
·
Langley kembali untuk menantang aksesoris manik-manik. Otonashi juga tidak hanya berdiri dan melihat saja, dia juga mengeluarkan beberapa material yang mulai dia periksa.
Di sisi lain, aku mulai membuat aksesoris tulang pertamaku.
"Sebelumnya, desain seperti apa yang sebaiknya kubuat?"
Untuk saat ini, aku mengambil sebuah Goblin Horn, seutas benang rami dan kerikil-kerikil kecil.
"Ayo buat yang sederhana untuk awalnya."
Aku menggunakan alat pemotong untuk membelah Goblin Horn menjadi tiga bagian sama besar. Kemudian membagi masing-masing potongan dan dengan kerikil-kerikil kecil, aku mulai memoles permukaannya.
Begitu  aku menghilangkan bagian kasar dari permukaannya, aku membentuknya menjadi oval.
Kemudian begitu dua puluh bagian berkilauan berbeda ukuran tersebut selesai, aku mengakhirinya dengan melubanginya agar benang raminya bisa masuk menembusnya.
Potongan yang paling besar berada di tengah-tengah dan yang lebih kecil di sampingnya. Di antara tulang-tulang, aku menaruh batu-batu kecil yang sudah dipoles dan pada akhirnya aku memotong kelebihan benang rami lalu mengikatnya kedua ujungnya dengan ringan.
Desainnya sangat biasa dan terlalu besar untuk dijadikan kalung. Tapi seharusnya ini bisa dipakai sebagai gelang kalau dililitkan di pergelangan tanganku. Aku mencobanya dan memakainya di tanganku.
Status dari benda yang sudah selesai adalah——

Little Demon's Bracelet Ornament (Berat : 2)
ATK+1, DEF+2 Efek Tambahan : Demon-Type Bonus (Small)

Performanya tidak terlalu tinggi dan sedikit berat. Aku mungkin membuatnya sedikit lebih berat dengan menggunakan kerikil sebagai materialnya. Sepertinya masih ada ruang untuk peningkatan.
Aku dengan tenang melepaskan aksesoris tulang itu dan melihat Langley serta yang lainnya.
Langley memasukkan pasir yang berkilauan memantulkan sinar ke dalam perapian dan melarutkannya menjadi gumpalan lembek.
Saat benda itu mendingin, dia mulai berubah menjadi material transparan mirip tongkat. Langley memanaskannya lagi dan memotong-motongnya menjadi bulir-bulir kecil, meningkatkan jumlah barang yang sama.
Di perapian yang berbeda dengan yang digunakan Langley, Otonashi membuat bulir-bulir kecil dari batangan logam dan terus membuatnya dalam ukuran sama satu demi satu.
Dia menggunakan batangan emas, perak dan tembaga untuk membuat manik-manik kecil juga liontin.
Aku tidak keberatan membuat aksesoris tulang lainnya, tapi aku juga tertarik dengan aksesoris manik-manik.
"Walau begitu, aku sebaiknya tidak mengganggu mereka."
Saat aku bergumam pelan, mataku berhenti sedikit. Ada permata-permata kasar yang dibawa bersama dengan material lainnya.
Kebanyakan sepertinya terlalu kecil untuk digunakan pada dudukan aksesoris, tapi aku tetap memoles mereka.
"Yah, kurasa lebih baik melakukan apa yang biasa kulakukan."
Aku terus memoles mereka dalam diam untuk membuat permata-permata tersebut menjadi berukuran kecil untuk manik-manik. Seperti yang diduga dari guild terbesar OSO, jumlah dan jenis permatanya melimpah.
Peridot, lapis lazuli, giok, kristal, kecubung, aquamarine, akik mata harimau, merah delima…
Hanya memoles dan mengumpulkannya jadi satu membuat permata ini terlihat cantik.
"Oke…ini seharusnya sudah cukup untuk prototype aksesoris manik-manik. Eh? Hei, Yun, apa yang sedang kau lakukan?"
"Aku selesai membuat aksesoris tulang dan karena aku tertarik dengan aksesoris manik-manik, aku memoles permata-permata ini untuk digunakan sebagai materialnya."
Saat berkata demikian, aku membagi permata berukuran kecil itu berdasarkan jenisnya. Otonashi dan Langley memandangiku dengan takjub.
"Ini semua hanya permata-permata yang dibawa secar sembarang dari rubanah, 'kan? Karena batu-batu ini begitu kecil, mereka cenderung untuk retak. Pasti sulit untuk memoles sebanyak ini, 'kan?"
"Yang sangat kecil bagus untuk manik-manik dan mudah untuk mendapatkannya. Yah,  kaca, logam, dan permata, jadinya ada tiga jenis manik-manik."
Melihat permata yang telah siap, Langley jadi sangat bersemangat. Tapi saat dia mengeluarkan benang tebal yang digunakan untuk aksesoris tulang, kelihatannya itu terlalu besar untuk manik-manik kaca, logam dan permata.
"Langley, itu tidak akan muat. Kau harus menggunakan material yang mirip dengan kawat. Hei, apa kau tidak punya material yang digunakan dalam menjahit?"
Perajin lainnya dari guild melihat percobaan kami dari jauh dan meminjamkan beberapa alat serta material.
Menggunakan jarum jahit untuk memasukkan benang tersebut melewati manik-manik membuatnya lebih mudah, tapi benang biasa tidak cukup kuat dan ada kemungkinan itu akan putus saat kau menariknya terlalu kuat.
Otonashi dan Langley terus memikirkan material apakah yang cocok untuk aksesoris manik-manik ini, tapi akulah yang mendapatkan idenya.
"Aku ingin meminjam satu ruangan pribadi dan ada material yang ingin kugunakan, jadi bisakah kalian membawakan beberapa dari rubanah?"
Mendengar permintaanku, Otonashi menelengkan kepalanya kebingungan dan Langley menanyakan material yang ingin kugunakan.
"Tapi tetap saja, kami tidak bisa menyediakan material dan tempatnya kalau kami tidak tahu apa yang akan kau buat."
"Itu…"
Tepat seperti yang dikatakan Langley.
Ada kemungkinan aku akan meminta item yang sebenarnya tidak diperlukan dan membawanya. Lebih mencurigakan lagi karena aku meminta untuk menggunakan ruang pribadi.
Aku bisa mengerti perlunya bersikap waspada seperti itu. Tapi aku juga punya alasan yang tidak bisa kukatakan pada mereka tentang bahan-bahan yang akan kugunakan. Berpikir demikian, aku terdiam.
"Langley, kau bersikap mengancam. Dia jadi terdiam."
"Tidak, aku bukannya mencurigai dia. Yah, bersikap waspada seperti ini normal, 'kan?"
Langley menanggapi Otonashi yang mencolek pinggangnya sedikit. Aku menjawab sejauh yang kubisa.
"Aku ingin membuat Metallic Thread. Dan metode untuk membuatnya, yah, rahasia."
Resep Metallic Thread yang kubuat bersama Emily-san masih sebuah rahasia.
"Ah, itu. Kudengar itu adalah material jahit, tapi karena itu kuat, mungkin cocok untuk membuat aksesoris manik-manik. Juga, mengingat persebaran bahan itu terbatas, resepnya adalah rahasia….baiklah. untuk saat ini, ayo minta izin dari Mikadzuchi-san."
"Benarkah?! Terima kasih!"
Aku benar-benar berterima kasih padanya."
Dan, saat aku berkonsultasi dengan Mikadzuchi yang ada di lantai satu dan di tengah persiapan pesta pencicipan——
"Kedengarannya menarik, jadi kau dapat izinnya! Juga, setelah itu selesai, datanglah ke sini!"
"Alasanmu terlalu enteng!"
Apa itu benar-benar tidak apa-apa, Guild master?, tukasku.
Aku mengambil barang-barang yang kucari dari rubanah—yaitu Iron Ore dan Silver Ore, juga Magical Silk Scraps. Aku punya Water of Life yang kupakai untuk potion dalam inventoryku, jadi aku menggunakannya.
Kemudian aku meminjam sebuah ruangan pribadi dan menggunakan Synthesis dan Sense Alchemy untuk membuat ulang materialnya.
"Sekarang, ayo mulai. Pertama ——Alchemy!"
Aku membuat ulang Magical Silk Scraps dengan Alchemy Higher Conversion sebagai bagian dari persiapan. Kemudian, aku menggunakan Lower Conversion untuk mengubahnya menjadi bundelan benang.
"Dan yang terakhir adalah——Synthesis!"
Dari situ aku menggunakan item bijih logam, Bundle of Magical Silk's Thread dan Water of Lifeuntuk melakukan sintesis tiga item.
"——Selesai. Ini dia Iron Metallic Thread dan Silver Metallic Thread."
Kemudian setelah selesai membuat beberapa benang logam yang memiliki kekuatan logam dan fleksibilitas serat, aku keluar dari ruang pribadi dan menyerahkannya pada Langley dan Otonashi.
"Jadi ini yang namanya Metallic Thread. Memang benar, ini kelihatan cukup kuat."
"Kau membuat cukup banyak."
Aku memasukkan Metallic Thread ke jarum jahit dan kemudian memasukkannya ke dalam manik-manik satu per satu.
"Whoa?! Mudah. Ayo buat aksesoris manik-manik sederhana sekarang juga."
Sesuai usulan Langley, kami mengambil Metallic Thread dan memasukkan ke dalam jarum jahit pinjaman, lalu duduk dan mulai mengerjakan manik-manik yang kami pilih.
Langley duduk di depan manik-manik kaca transparan yang dia buat sendiri. Otonashi di depan manik-manik permata yang sudah dipoles. Dan aku mulai membuat aksesoris menggunakan manik-manik logam.
"Kelihatannya menarik. Apa aku bisa minta sedikit Metallic Thread dan manik-manik?"
"Materialnya berasal dari rubahan guild dan alatnya juga hasil pinjaman, jadi silakan."
Seorang perajin dengan Sense Sewing yang meminjamkan kami peralatannya menanyaiku dan juga mulai bekerja dengan manik-manik.
Aku selesai membuat sebuah aksesoris sederhana dari manik-manik perak dan Silver Metallic Thread.

Silver Bead Bracelet Ornament
DEF+4, MIND+7

Sama seperti aksesoris tulang, ini cukup bagus untuk usaha pertama kali.
Aksesoris manik-manik yang Otonashi dan Langley kerjakan juga terlihat bagus sekali saat selesai.
"Ooh, ini sangat bergaya!"
"Benarkah?"
"Itu cocok untuk Otonashi."
Yang Otonashi pilih adalah giok-giok kecil.
Begitu dia memasukkan Metallic Thread menembus beberapa giok kecil, kemudian menambahkan beberapa giok besar, dia memolesnya sendiri dan membuat bentuknya seperti tanda koma untuk menciptakan semacam aksen.
Langley tidak terlihat puas dengan bola-bola kaca transparan, jadi dia coba menggunakan skill Colouring untuk menambahkan pola warna pada benda tersebut.
"Kurasa aku gagal."
"Benarkah? Kurasa itu cukup bagus."
"Aku juga berpikir membuatnya seperti itu bagus."
Saat Otonashi dan aku melihat tangan Langley, dia membuat ekspresi getir.
"Aku mencoba menggunakan Crystal Sand yang kudapatkan belum lama ini sebagai dasarnya, tapi dengan betapa transparannya item ini, jadi mempersempit desain yang bisa kau buat. Juga, saat kau menggunakan Colouring, itu kelihatan seperti manik-manik plastik murahan, jadi sulit untuk membuat sesuatu yang bagus dengan ini."
Tetap saja, terus merancangnya, dia menyelesaikan kalung pas leher dengan membuat secar selang-seling antara manik-manik dan bagian logam.
Sementara kami mengerjakan prototype, salah satu penjahit berseru girang setelah menyelesaikan sesuatu.
"YESS! Selesaii!"
Saat aku melihat ke arah suara tersebut, aku melihat sebuah manekin dengan gaun biru gelap indah yang berkilauan dan dia yang terus bersorak di depannya.
Lipitan rok gaun itu dibuat dengan renda dari Silver Metallic Thread dan manik-manik perak dalam cara yang tidak membuatnya mencolok. Penggunaan rendanya membuatnya terlihat tiga dimensi.
Ada permata berwarna-warni yang disematkan pada kainnya.
Dan dengan kalung topaz yang jelas terlihat besar di dadanya, aku dapat melihat sebuah pemandangan tertentu.
"…langit malam?"
"Benar! Gaun biru gelap ini mirip dengan langit malam dan rendanya menggambarkan sungai! Permata-permata yang disematkan pada kainnya melambangkan bintang-bintang di langit! Sungai dan bintang-bintang Bimasakti! Dan batu topaz yang besar berkilauan di dada itu melambangkan sang bulan!"
Bimasakti, sungai langit, ya.
Otonashi dan aku tercengang dengan semangat tinggi si penjahit pembuatnya, dan Langley ketakutan.
"Dan begitulah, untuk menyebarluaskan kreasi dan tekhnik dekorasi baru ini, ayo cari modelnya!"
"Kalau begitu pergilah."
"Hati-hati, ya. Kami akan diam di sini dan minum teh dengan tenang."
"Aku juga tidak ingin pergi ke bawah…"
Onee-chan! Bukannya sekarang waktunya selesai tur? Persiapan di bawah sudah selesai, jadi ayo pergi!"
"…Myu."
Seakan menahan sakit kepala, aku menekan sedikit pelipisku dengan jari.
Tidak bisakah dia masuk dengan sedikit suara? Saat aku berpikir demikian, Myu cepat-cepat mendekat dan menarik tanganku.
"Onee-chan, ayo?"
"Haa, dasar… mau bagaimana lagi."
Dengan Myu yang menelengkan kepalanya sedikit dan menatapku, sebagai kakak laki-lakinya, aku tidak dapat menolak.
Juga, wajahnya sedikit kemerahan. Meskipun dia tidak minum minuman keras sedikit pun, dia mungkin sedikit mabuk dengan suasana, jadi aku seharusnya tidak meninggalkan dia sendirian.
Saat aku dengan enggan menyetujuinya, Myu memperlihatkan senyum senang. Saat itulah dia menyadari gaun yang berada di belakang kami.
"Oh? Itu gaun yang sangat indah, sangat berkilauan."
"Aku baru saja selesai membuatnya. Mau mencoba jadi modelnya?"
Si penjahit ikut dalam percakapan.
"Tidak apa-apa? Yaay! Seperti seorang putri! Tapi aku adalah seorang paladin, jadi lebih mirip putri kesatria?"
Dia berkata demikian dan mengganti equipmentnya dari armor putih keperakan biasanya ke gaun biru gelap tersebut. Mabuk dengan suasana, dia sama sekali tidak keberatan menjadi model. Setelah memikirkannya sebentar, aku juga begitu saja membiarkannya.
Setelah kami memakaikan beberapa aksesoris yang sesuai pada Myu, dia menarik tanganku dan kami turun ke lantai satu.
·
Myu bergerak menuruni tangga ke aula dengan langkah-langkah ringan. Bersamaan dengan itu, aula terdiam dalam sekejap.

Tatapan banyak peserta dari pesta pencicipan berkumpul padanya saat dia menuruni tangga, yang ditanggapi Myu dengan terus berjalan dengan kebanggaan.
Kebalikannya, aku merasa malu sehingga aku menurunkan tudungku sampai menutupi mata, mencoba menghindari tatapan semua orang.
"Sei-oneechan! Aku membawa Yun-oneechan! Dan, lihat? Aku diberi gaun untuk dipakai!"
"Wah, itu gaun yang sangat indah. Kau langsung terlihat lebih dewasa, Myu-chan."
Bergerak di depan Sei-nee, Myu tersenyum senang sekaligu malu-malu.
Aku melihat sekeliling dan meliha kumpulan orang yang makan dan minum dengan senangnya. Dibandingkan dengan ruang para perajin yang tenang tempatku berada sebelumnya, tempat ini begitu terang dan menyilaukan sampai aku menyipitkan mataku.
"Ayolah, Myu-chan. Pergi pamerkan gaunmu pada lebih banyak orang. Nona, kemarilah ke sebelahku dan Sei."
"Okeeee! Baiklah kalau begitu, aku pergi!"
"Jangan panggil aku 'nona'. Dasar…baiklah."
Meskipun satu-satunya hal yang menjadi dewasa adalah penampilannya, memikirkan bahwa bagian dalamnya tidak berubah sama sekali, aku duduk di kursi dekat Sei-nee.
Dan, melihat hidangan pendamping untuk disantap bersama alkohol, aku meringis.
"Hei, Mikadzuchi. Apa ini…?"
"'Apa' katamu? Ini makanan pesta. Ini dihidangkan untuk memulihkan satiety setelah kami kembali dari petualangan."
Meskipun pestanya masih belum dimulai, Mikadzuchi menyambar keju, salami, kacang, cumi kering, dan semacamnya lalu memakannya bersama alkohol dalam gelasnya.
Bagaimana dengan para player dengan Sense Cooking yang dipanggil ke pesta?
Saat aku melihat sajian makanan di meja lain, kelihatannya beberapa pemilik Sense Cooking melakukannya dengan baik, tapi jumlah mereka tidaklah cukup.
Salah satu alasannya adalah karena ada sedikit terlalu banyak antusiasme dan obsesi terhadap rincian-rincian untuk membuat makanan yang terbaik dan akhirnya malah memakan banyak waktu.
"Haa, dasar…bisa minta beberapa bahan dan hidangan pendamping?"
"Apa? Kau akan membuat sesuatu?"
"Sedikit saja…"
Aku memanggil pemilik Sense Cooking yang terdekat dan diberikan beberapa bahan.
Player yang mendapatkan Sense Cooking saat event perkemahan kebanyakan saling mengingat satu sama lain, jadi mendapatkan bahan dan hidangan pendamping berjalan dengan lancar. Aku juga punya bumbu dapur dan peralatan masakku yang selalu ada di dalam inventory.
"Baiklah, ayo buat yang standar."
"Yang cocok dengan alkohol, ya!"
"Memangnya kau ini bapak-bapak atau semacamnya, Mikadzuchi?"
"Ahahaha…tapi sudah lama sejak aku makan masakan Yun-chan. Aku senang sekali."
Dikatakan begitu oleh Sei-nee yang pergi ke universitas yang jauh, aku merasa sedikit senang, tapi aku membuat makanan tanpa berkata apapun.
Aku mengupas kentang, memotongnya menjadi ukuran yang pas, mengiris sosis, menambahkan minyak zaitun dan bawang putih, membumbuinya dengan garam dan lada lalu menaruhnya di atas api——membuat German Potato yang siap disajikan.
Melanjutkan, kali ini aku mengiris kentang dan menyebarkannya pada loyang sebagai ganti adonan pizza, kemudian dari atas aku mengoleskan saus tomat, bawang bombai, paprika hijau, salami, lalu mengakhirinya dengan irisan keju lalu memanggangnya——dan menyelesaikan Potato Pizza.
Selain itu, aku membuat cumi asap, salad timun dan salad kentang.
Semua itu adalah resep makanan yang dapat dibuat dengan cepat, semacam masakan rumah untuk orang banyak.
"Ohhh, makanan pendamping sederhana barusan lahir kembali menjadi sesuatu yang mewah!"
"Hebat! Rasanya semakin dalam dan minumannya jadi semakin enak!"
Orang-orang mulai memakan masakan yang selesai lebih dulu.
"Ahh, aku ingin satu. Seorang Nanny di rumahku."
"Masakan Nanny lezat sekali! Terbaik!"
Orang-orang yang menyantap makanan yang kubuat itu berbicara sambil makan.
"Ya, ya. Juga, jangan panggil aku Nanny. Ngomong-ngomong, ini masih belum cukup."
Aku mengawasi saat makanan yang kubuat menghilang, kemudian merasa bersyukur tentang betapa praktisnya peralatan masak di OSO membersihkan dirinya sendiri saat aku mulai membuat makanan kering dasar.
Pertama-tama, aku menambahkan air ke tepung terigu bersama keju untuk membuat Fried Cheese. Aku mulai menggulungnya dan kemudian——
"Aku ingin ayam goreng." "Kakiage untukku." Aku ingin makan sayuran yang digoreng." "Kita punya cumi-cumi untuk digoreng, jadi buatlah Squid Ring!" "Aku ingin udang goreng tepung!"
Sementara aku merasa sedikit kesal dengan semuaa orang yang berbicara seenaknya itu, aku membalas mereka dengan mengatakan bahwa aku tidak punya bahan untuk membuat yang mereka inginkan.
"Bawakan aku bahannya kalau mau makan! Bahkan para perajin tidak bisa membuat barang dari udara kosong!"
Aku tadinya yakin itu tindakan balasan yang bagus. Tapi detik berikutnya aku sadar kalau aku kalah.
Alasannya adalah karena semua orang mulai mengeluarkan bahan-bahannya.
"Bisakah kau membuat ayam goreng dari daging Mill Bird?" "Aku punya sayuran yang didapatkan dari monster tipe tanaman." "Aku punya sesuatu dari monster yang mirip dengan udang. Apa itu bisa?"
Kenapa kalian punya itu semua? Aku ingin berkata begitu, tapi hanya menghela napas dan mulai memasak menggunakan bahan-bahan dari mereka.
Setelah menyiapkan hidangan pembuka, aku melanjutkan pembuatan makanan kering tanpa ada waktu untuk istirahat.
Saat bahan-bahannya habis, aku akhirnya terlepas dari urusan memasak dan kembali ke Sei-nee.
"Haa~, aku capek."
"Ini,Yun-chan. Jus plum yang terbuat dari Shiyu Fruits."
"Makasih, Sei-nee. ——Pwah, rasanya hidup kembali."
Jus yang kuminum rasanya lebih enak daripada biasanya. Saat aku melihat ke sekeliling merasakan perasaan letih yang menyenangkan, Mikadzuchi mendekatiku.
"Apakah ini pergantian suasana yang bagus untukmu?"
"Mikadzuchi. Yah, aku sadar betapa luasnya Sense Craftmanship itu."
"Baguslah. Jangan buat dirimmu terlalu tegang. Kadang ketangkasanmu meningkat setelah kau melakukan sesuatu yang berbeda dari biasanya."
"Benarkah?"
Aku mengangkat cangkir jus ke mulutku lagi, kemudian mengelus Ryui yang membaringkan diri di sampingku, juga Zakuro yang naik ke atas kepalaku.
"Guild ini membantu leveling berbagai Sense. Apa ada yang ingin kau dapatkan?"
"Sekalipun kau menanyakannya…"
Aku bertanya-tanya apakah ada hal semacam itu, dan teringat bahwa ada satu hal yang ingin kudapatkan tapi sulit menaikkan levelnya.
"Sebenarnya ada…"
Sei-nee yang mendengar percakapanku dengan Mikadzuchi ikut bergabung dan bicara.
"Yun-chan, apa kau mau ikut leveling kecepatan tinggi yang diadakan guild?"
"Hei, apa?! Onee-chan akan mengambil Sense baru? Sense seperti apa?"
"Sei-nee, Myuu. Yah, dengan rekomendasi Mikadzuchi, aku berpikir mungkin sebaiknya aku mencobanya…"
Sei-nee baru saja memberikan instruksi untuk persiapan pesta, Myu selesai menikmati gaun Bimasaktinya dan kembali dengan equipmentnya yang biasa, kemudian mereka berdua ikut dalam percakapan.
"Jadi, jadi apa?! Sense apa yang akan kau ambil?"
"Um…yah—aku berpikir untuk mengambil Sense kekebalan terhadap status buruk."
Sepertinya Myu mengharapkan semacam Sense eksentrik dan karena ternyata tidak seperti itu, dia terlihat kecewa. Di sisi lain, Sei-nee dan Mikadzuchi menanyakan alasannya dengan ekspresi riang.
"Jadi, kenapa kau menginginkan itu?"
"Monster-monster di dungeon dalam tubuh Grand Rock menyebarkan cairan pemicu status buruk ke sekitarnya saat sekarat. Juga ada kemungkinan aku mendapatkan status buruk saat bekerja dengan Sense Dosing…"
Untuk menyelesaikan quest Grand Rock dan untuk diriku sendiri. Setelah menjelaskannya, aku sadar aku masih belum bisa mengubah suasana hatiku sepenuhnya.
"Sebenarnya, belum lama ini, aku memasukkan material yang seharusnya tidak kugunakan, dan…"
Aku memasukkan tanaman kering beracun dan berstatus buruk dan item drop dari berbagai jenis ke dalam panci besar secara tidak sengaja.
Hasilnya, aku menghirup berbagai status buruk yang muncul dari dalam panci dan ambruk di lantai dingin bengkel kerja Atelier.
Saat itu, Ryui menyadari adanya bahaya dan menggunakan cahaya Purification untuk membungkus seluruh bengkel, tapi aku tidak ingin itu terjadi lagi.
"Karena itulah, aku ingin Sense kekebalan untuk berjaga-jaga, kira-kira begitu…"
"Bagaimana, ya. Itu lebih aneh daripada yang kupikirkan, tapi itu benar-benar seperti dirimu, Yun-chan. Sebenarnya, aku juga ada kekebalan status buruk yang ingin kuambil."
"Kalau begitu, kau bisa mengambilnya bersama Nona."
Sei-nee tersenyum miris, sementara Mikadzuhi menyengir lebar. Di sisi lain, sedikit frustrasi karena dia tidak bisa ikut dalam obrolan ini, Myu menunduk dan berkata,
"Aku akan mengambil Sense kekebalan juga!"
"Myu-chan? Kau punya Recovery yang bisa kau gunakan sebagai ganti kekebalan, 'kan? Juga, aksesoris dengan kekebalan."
"Tapi tidak adil kalau hanya Yun-oneechan dan Sei-oneechan yang bersenang-senang!"
"Tidak, memangnya leveling itu menyenangkan? Juga, karena ini kekebalan, artinya kami akan terus mendapatkan status buruk, jadi kurasa akan cukup keras?"
"Khukhukhu, bukannya tidak apa-apa? Myu-chan, kau juga bisa mengundang anggota partymu. Kami akan menunjukkan padamu kamp pelatihan spesial untuk mendapatkan kekebalan status buruk Eight Million Gods."
Sementara aku di sana kebingungan, Mikadzuchi berkata "ini jadi semakin menarik!" dan menyetujuinya.
Apa benar tidak apa-apa? Aku khawatir, tapi Mikadzuchi bilang itu tidak masalah dan menepuk pundakku dengan ringan.
Begitu dia tenang kembali, dia lanjut bicara.
"Sekarang, begitulah yang kami lakukan di guild ini, tapi bisakah kau membantu kami mendapatkan dan mempersiapkan item yang dibutuhkan?"
"Ya, tidak masalah."
"Karena sudah diputuskan, aku akan memberikan ini pada kalian berdua."
Mikadzuchi menyerahkan dua undangan perak pada dua orang luar, Myu dan aku.
"Ini adalah undangan berbatas waktu ke Eight Million Gods. Dengan ini, kalian dapat memasuki Eight Million Gods dengan bebas selama sebulan penuh."
"Bukannya ini kartu-kartu untuk bergabung dengan guild untuk sementara waktu?"
Aku bertanya dan Mikadzuchi menanggapi dengan tawa terbahak-bahak.
"Kalau kau sadar apa maksudnya, kau sudah sedikit kembali ke dirimu yang biasanya. Itu bagus. Nah sekarang, ayo mulai pestanya!"
"Mikadzuchi, memangnya kau ini bapak-bapak tua, ya?"
Di antara orang-orang di bawah umur seperti Myu, Sei-nee, dan aku, Mikadzuchi mengangkat gelas anggurnya. Karena yang di bawah umur diberikan jus, kami pun melakukan hal yang sama.
"Baiklah kalau begitu, ayo mulai! ——Bersulang!"
"""BERSULANNNGGGG‼"""
Suara para peserta pesta terdengar di seluruh aula guild. Keriuhan minum-minum dan makan-makan bersama telah dimulai.
Di antara mereka ada orang-orang yang ikut dalam aliran pesta dan setelahnya, party-party yang terbentuk untuk pergi untuk berpetualang juga para player yang baru saja selesai berpetualang ikut datang untuk berpartisipasi.
Karena makanan habis lagi di tengah-tengah pesta, aku memasak lagi. Myu menari dan menyanyi menikmati keriuhan tersebut.
Sei-nee duduk di tembok rendah di dinding aula dan menikmati makanan yang kubuat. Mikadzuchi berkeliling untuk mengobrol dan berinteraksi dengan anggota-anggota guild sebelum kembali ke Sei-nee dan menikmati minuman.
Suasana berisik ini tidak cocok denganku, tapi kurasa itu tidak begitu buruk melakukannya sesekali.
Sementara itu, beberapa player mendekati Sei-nee dan Mikadzuchi. Mereka membawa setumpuk kertas di tangan mereka dan menjelaskan beberapa hal dengan gerakan tangan. Aku melihatnya tanpa memperhatikan secara khusus.
Sei-nee dan Mikadzuchi sama-sama setuju, terlihat senang dan kadang meresponinya. Akan tetapi, karena keributan pesta, aku tidak tahu apa yang dibahas.
Kemudian, Mikadzuchi melihat ke arahku dan menyengir lebar.
Apa ada sesuatu? Aku berpikir sejenak, tapi Mikadzuchi mengalihkan matanya dan selesai bicara dengan player yang membawakan kertas.
Para player yang membawa tumpukan kertas itu sepertinya amat bersemangat atas hasilnya dan kembali ke pesta. Sei-nee dan Mikadzuchi juga kembali ke perjamuan.
Karena rasa ingin tahuku sedikit terstimulasi oleh hal tersebut, memegang makanan dan minuman, aku mendekati Sei-nee dan Mikadzuchi.
"Mau isi kembali makanan dan minumannya?"
"Ohh, perhatian sekali. Tentu."
Aku menuangkan minuman ke gelas Mikadzuchi dan bertanya dengan santai tentang orang-orang yang barusan.
"Kau berbicara dengan seseorang barusan. Tentang apa?"
"Mmm, ah, itu…"
Aku mungkin telah ikut campur dalam hal yang seharusnya tidak kucampuri, pikirku dengan menyesal. Kalau itu berkaitan dengan guild, bukanlah hal yang baik untuk menyelidikinya sebagai orang luar.
Kemudian, jawaban Sei-nee dan Mikadzuchi adalah——
"…persiapan sesuatu yang menyenangkan, kurasa?"
"Khukhukhu, ya, persiapan perjalanan yang menyenangkan——"
Sebuah perjalanan di dalam dunia OSO, itu cukup tidak biasa. Melakukan perjalanan di dalam dunia game ini di mana kau bisa menggunakan portal untuk berpindah ke manapun, itu terdengar seperti sebuah teka-teki.
Kebingungan, aku tidak dapat memahami apa yang sebenarnya mereka berdua sedang bicarakan.