CHAPTER 7
(Translater : Orion)

Part 1
---[Balapan Kuda Laut] Ruang tunggu peserta.
Langitnya cerah dan ini merupakan pagi yang indah. Meski nampaknya terlihat beberapa awan hitam berkumpul di bagian Selatan yang bisa menandakan terjadinya hujan namun, mereka sudah menghilang ketika sinar Matahari dari Matahari terbit yang menyinari kota [Underwood[.
Garis startnya dimulai dari bendungan Pohon Besar dan semua peserta terlihat sangat bersemangat ketika mereka menunggu balapannya dimulai.
Namun, dalam kedaan yang begitu meriah ini---Izayoi dan anggota lain dari [No Name] berkumpul di depan tenda ganti mereka yang masing – masing sudah dipersiapkan untuk setiap peserta Komunitas saat mereka mendengarkan penjelasan dari Jin tentang apa yang terjadi pada malam kemarin.
“---Ini adalah permintaan dari Sala-sama dan Porol. Karena kita memiliki hutang untuk dibayar kepada [Two Wings], kita harus memenangkan balapan ini  apapun yang terjadi."
Pemenangnya memiliki kekuasaan untuk memilih ‘Floor Master’ berikutnya.
Izayoi dan yang lainnya mengeluh dengan rasa frustasi sebagai balasannya.
“Aku mengerti... Sala sebenarnya memberikan kita pekerjaan yang menarik dan membosankan untuk diselesaikan.”
“Setidaknya pastikan kami tahu lebih awal! Aku benar – benar khawatir sekarang...”
“Tampaknya kita bisa meminta Sala untuk menyiapkan beberapa makanan lezat untuk bayarannya.”
Mendengar hal tersebut, Izayoi dan Asuka tersenyum masam ketika pertanyaan yang sama muncul dalam benak mereka: [Yō masih belum kenyang juga?]
“Tapi kalau dipikir – pikir lagi...membuat semua peserta wanita yang meminjam Kuda Laut untuk menggunakan pakaian renang...Shiroyasha kadang – kadang memiliki ide yang bagus juga.”
Ketika Izayoi mengatakan hal itu dengan bersungguh – sungguh, ia mulai mengaggumi pemandangan Asuka dan Yō yang menggunakan pakaian renang mereka.
Asuka menggunakan Bikini yang cocok dengan pareo yang dia gunakan kemarin. Pemandangan dari payudara yang sedang berkembang tersebut sangat menakjubkan meski mereka sudah cukup bagus sekarang ditambah dengan kulit yang seputih salju terlihat dari balik pareo membuatnya menjadi lebih seksi dan sangat bertentangan dengan ide untuk lebih menutupi dirinya. Melihat Asuka dengan pakaian renang yang begitu terbuka dibanding dengan Asuka yang biasanya mengenakan pakaian tertutup, sungguh memberikan nuansa baru.
Di lain pihak Yō memilih untuk menggunakan pakaian renang biasanya. Meski tubuhnya benar – benar sesuai dengan umurnya, tanpa ada lengkungannya, sosoknya yang ramping sangat proporsional. Dan karena pakaian renang yang biasanya, benar – benar menonjolkan tubuhnya yang ramping dan jauh lebih menawan dibanding mengenakan bikini.
.......Menyadari bahwa Izayoi sedang memerhatikan mereka dengan serius, wajah Asuka memerah saat dia balas menatap ke arah Izayoi.
“Hey. Jangan menatap kami. Tidakkah kau sudah menatapnya terlalu lama?”
“Omong kosong apa itu? Tidak ada artinya jika mengenakan pakaian renang jika tidak ada seorangpun yang mengagguminya. Dan aku berani mengatakan bahwa kalian berdua terlihat cukup seksi.” Izayoi mengacungkan jempolnya sementara wajah Asuka semakin memerah karena malu.
Sementara Yō menanggapinya dengan mengacungkan jempolnya ke arah Izayoi.
Ketika baru saja ketiga idiot ini mengakhiri percakapan mereka, Kuro Usagi yang ada di dalam tenda ganti berbicara dengan suara yang pelan:
“Ma...Maaf menunggu...”
Dan dengan terdengarnya hal tersebut, hanya muncul dua telinga kelinci yang muncul dari sela – sela tenda. Warna kemerahan yang ada di teling kelinci itu jelas – jelas bukan ilusi.
Yō dan Asuka yang sudah selesai berganti pakaian ke pakaian renang mereka untuk beberapa saat tidak bisa sabar lebih lama lagi ketika mereka menggenggam masing-masing satu telinga kelinci---
“Heave-oh”
“Waaaaahhhhh!”
Kuro Usagi yang tidak berdaya ditarik keluar dari tenda ganti dan kejadian tersebut membuat payudara Kuro Usagi bergoyang tak karuan.
“...Ooo?”
Mata Izayoi yang terpikat oleh payudara yang bergoyang dan ia sangat memperhatikan mereka.
Pakaian renang Kuro Usagi adalah sepasang bikini yang mempunyai hiasan yang lucu di tepiannya.
Dengan berani memperlihatkan kulit seputih saljunya, pakaian renang ini sangat jujur dengan banyaknya bagian tubuh yang terlihat, baik paha yang berkembang dengan bagus atau payudara, memperlihatkan lebih banyak kulit daripada yang biasanya. Meski payudara dan pahanya begitu berisi, keseluruhan yang terasa dari tubuh seseorang yang begitu proporsional dan bukannya sebagai bagian yang kurang menguntungkan akibat dari bagian tubuh yang berisi tersebut. Faktanya, bukan hal yang berlebihan untuk mengatakan bahwa dia mempunyai sosok seorang model.
Wajah bayinya yang bertentangan dengan tubuh menggairahkannya, membuat mereka terpukau untuk sementara.
“.......Izayoi-san, bukankah kata “terlihat cukup seksi” tampaknya sangat cocok untuk mendeskripsikan sosok seperti ini?”
“Omong kosong apa itu? Ini disebut pornografi.”
“Nn, cukup porno...”
“K...Kalian tidak punya komentar yang lainnya....?”
Kuro Usagi bahkan tidak mempunyai balasan terhadap perkataan mereka karena pipi dan telinganya memerah sampai ujung.
Bagi Kuro Usagi yang polos untuk memakai pakaian renang yang “begitu” terbuka, membutuhkan banyak keberanian. Tidak heran kalau dia menjadi depresi dengan percakapan mereka yang terus menggunakan kata – kata yang vulgar untuk mendeskripsikannya.
Tampak merasakan suasana hatinya, Izayoi tersenyum dan memutuskan untuk menambahkan komentar seperti yang pernah ia ucapkan sebelumnya.
“Hey, tunjukkan rasa percaya dirimu. Bahkan jika aku sudah melihat seluruh wanita yang ada di [Underwood], Aku bersumpah bahwa kau, Kuro Usagi, tetap menjadi wanita yang paling imut.”
“...Be...Benarkah itu?”
Komentar jujur yang diucapkan oleh Izayoi membuat telinganya lebih merah. Mungkin ini hanyalah kahyalannya saja tapi Kuro Usagi merasa hatinya berdebar kencang.
Tidak lama setelah ini, sebuah bel berbunyi untuk mengumpulkan semua peserta ke tepi sungai.

Part 2
---[Balapan Kuda Laut] Tribun penonton di Kota Bawah Tanah.
Perjamuannya masih berlangsung hingga tiga hari berturut – turut selama Festival Panen berlangsung.
Minum sampai tertidur dan bangun dengan keadaan mabuk sebelum minum lagi sampai tertidur. Dapat melakukan siklus hidup yang tidak sehat ini terus – menerus, adalah salah satu pesona yang hanya bisa ditemukan selama Festival Panen berlangsung.
Dan salah satu acara yang paling ditunggu – tunggu adalah siaran langsung dari [Balapan Kuda Laut] di permukaan tebing oleh kelompok iblis kecil: [Iblis Kecil Laplace].
---[Iblis Kecil Laplace] mempunyai kemampuan untuk merasakan sesuatu. Dan [Iblis Kecil Laplace] adalah kelompok iblis yang memegang posisi tertinggi dari [Iblis Laplace] karena mereka memiliki kekuatan untuk memproses informasi melebihi yang lain dan memegang kemampuan untuk mentransfer semua informasi yang telah dikumpulkan ke tubuh utama Iblis mereka.
Dan karena tubuh utamanya saat ini sedang tertidur, mereka hanya bisa menggunakan kemampuan mereka untuk pekerjaan ini.
[Bertindak sebagai proyektor cahaya untuk menampilkan informasi yang telah dikumpulkan secara langsung]---adalah pekerjaan paruh waktu mereka. Kemampuan ini untuk menyiarkan Gift Game secara langsung sangatlah populer dan diterima dengan baik oleh penduduk di Little Garder.
Ambil contoh dari perlombaan ini, mereka yang tidak berpartisipasi sebagai peserta bisa ikut bersenang – senang dengan sedikit bertaruh.
Dan ada banyak orang yang memegang tiket taruhan di tangan mereka sambil berdiri di tribun.
Berjalan diantara para kerumunan yang memanas, tiga gadis cilik dengan pakaian renang mereka membawa kotak yang berisi minuman dan puding buah dingin untuk dijual, sambil berteriak untuk mengiklankan produk mereka sesekali.
Dan mereka adalah---
Lily, yang tersenyum berseri – seri sambil mengibas – ngibaskan ekornya dengan pennuh semangat.
Percher, yang tidak menunjukkan sedikitpun antusiasme.
Dan Leticia, yang mengenakan topi jerami yang menutupi wajahnya.

“Apakah anda ingin secangkir jus [Pir berbintik] untuk diminum? Ada juga puding buah dingin dan buah – buahan lainnya! Mereka dingin, renyah, dan melegakkan mulut anda♪”
“Meski ini berbintik, kau tidak perlu khawatir terkena Kematian Hitam~”
“Ketika kau mengucapkannya, itu tidak lucu. Bahkan semua kata – katamu itu tidak lucu, jadi hentikan saja.”
Leticia menrik topi jeraminya dengan lebih rendah untuk menutupi dirinya saat dia memarahi Percher sambil berhati – hati tentang identitasnya terbongkar.
Percher menggumamkan keluhannya dan menghela napas saat dia kembali meneruskan tugasnya dengan lebih kurang antusias daripada sebelumnya.
Tampaknya satu – satunya yang begitu bersemangat dan menikmati dirinya sendiri adalah Lily yang baru saja menjual salah satu produk [Pir berbintik] dingin.
“Terima kasih atas pembeliannya!”
“Ah, terma kasih juga karena kalian para gadis juga berusaha yang terbaik.”
“Hey, Aku juga mau satu!”
*Swish!* Telinga Lily terlihat ceria ketika dia berlari. Pada saat ini, bahkan seseorang akan percaya jika ada yang mengatakan bahwa ada suatu mesin gerak abadi yang bisa ditemukan di dalam tubuhnya untuk memungkinkannya terus bekerja dengan begitu semangatnya dalam setiap langkahnya.
Percher yang tanpa ekspresi akhirnya berhasi menjual satu sebelum dia berpaling untuk bertanya ke Leticia:
“Tapi ada apa ini? Kukira kau tidak akan datang?”
“Aku juga mengira akan begitu...tapi Lily datang menangis meminta bantuan kepadaku berkata jika hanya berdua saja, dia tidak akan bisa memnuhi dana yang dibutuhkan atau sesuatu seperti itu......”
Sebelum Leticia bisa menyelesaikan kata – katanya, para pembawa acara sudah tiba di panggung.
Berdiri di ujung panggung, pembawa acara yang tidak lain dan tidak bukan orang yang mengenakan wafuku putih, Shiroyasha dan orang yang bertugas untuk mengawasi atasannya adalah, sang asisten toko wanita. Setelah melihat dengan lebih dekat, seseorang akan menyadari mikrofon yang ada di tangan Shiroyasha dan sadar bahwa dewa bencana ini akan memulai sesuatu sekali lagi.
“Maaf telah menunggu, semuanya! Gift game [Balapan Kuda Laut] akan segera dimulai! Dan jurinya adalah seseorang yang sudah familiar dengan hal ini yaitu---Kuro Usagi---“
"WOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOO
OOOOOOOOOOOOOH! "" WOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOO
OOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOH! "
"WOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOO
OOOOOOOOOOOOOH! "
"WOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOO
OOOOOOOOOOOOOH! "
"WOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOO
OOOOOOOOOOOOOH! "
Ketika Kuro Usagi memasuki panggung, sorakan yang memekakkan telinga bergema di seluruh kota [Underwood], mungkin sampai mencapai langit.
*Uwa!* Begitu keras dan tiba – tiba hingga ada teriakan kecil keluar dari mulutnya dan telinganyaterangkat dan bergetar karena terkejut. Meski orangnya sendiri tampaknya tidak pernah menyadari betapa kuat efek dari baju renang yang begitu berani dan menggoda yang dipakainya.
Hanya melihat tubuhnya yang terbuka yang tidak banyak tertutup oleh kain, menyebabkan seluruh alun – alun bersorak – sorai dengan penuh kegaduhan.
“Hidup Kuro Usagi dengan Pakaian Renang! Hidup Kuro Usagi dengan Pakaian Renang!”
“Hidup Shiroyasha-sama! Hidup Shiroyasha-sama! Hidup Shiroyasha-sama!”
“Sungguh menyenangkan berada di sini...Aku tidak lagi memiliki penyesalan dalam hidup ini!”
*Puu!* Suara dari seseorang memuntahkan darah sebelum mereka terjatuh ke tanah bisa didengar di tribun penonton, sepertinya karena terlalu bersemangat.
Melihat ke arah orang – orang dengan perasaan jijik dan tatapan yang begitu dingin, apa yand dia rasakan hanyalah sampah dengan tatapan yang dingin itu. Di lain pihak, Leticia cepat – cepat menutupi mata Lily dan membawanya pergi dari kerumunan yang menjengkelkan.

Part 3
---[Balapan Kuda Laut] Lokasi siaran langsung disamping panggung.
Shiroyasha dengan senang hati menikmati pujian dan rasa hormat yang datang dari kerumunan sambil memperbesar berbagai sudur dari bokong Kuro Usagi untuk ditunjukkan di layar.
“Ini sangat mengesankan!... Bahwa [Kelinci Bulan] dala pertumbuhan kedua mereka di usia 200 tahun bisa mengembangkan sosok yang begitu seksi.... Astaga.... Benar – benar hebat! Bukankah kau berpikir begitu juga?”
“...Aku tidak peduli!”
Sang asisten toko wanita menjawab dengan nada yang penuh dengan lima kali kemarahan yang biasanya dia guankan di toko.
Setelah mengenakan bikini, bukan apron gaya jepang yang biasanya dan wafuku, dia mengikuti Shiroyasha ke panggung area poyeksi. Kemungkinan karena perinta Shiroyasha yang tak dapat dia bantah. Dan sangat terlihat kalau dia sangat marah hingga seseorang bisa merasakan aura kemarahan yang ada di sekelilingnya.
Tapi dari sudut pandang objekti, melihat dia mengenakan pakaian renang juga ada pesona tersendiri.
Kulit yang biasanya tertutup oleh seragam kerjanya begitu indah seakan belum tersentuh seperti payudara yang memberinya perasaan feminim dan hal yang tepat untuknya.
Sang asisten toko wanita dengan rambut panjangnya yang terurai bebas dari sanggulnya yang biasa seperti ikatan Kanzanshi, tampak seperti bunga yang baru mekar yang diaduk perasaan cinta dan kasih sayang.
Beralih ke kerumunan, mata Shiroyasha menilai bahawannya diam – diam. Ketika dia puas dengan hasil dari rencana mengubah image dari bawahannya, dia melambai ke arah kerumunan dan peserta saat dia berkata:
“Jadi~Semuanya! Sebelum game-nya dimulai, Aku punya beberapa kata untuk kalian---Kuro Usagi kau terlihat sangan seksi!”
“Sudah cepat di mulai saja  game-nya! Dasar kau Bodoh!”
Sebuah batu yang dilempar dari panggung menghantam kepala Shiroyasha dari belakang dan langsung menyebabkan darah mengalir di tempat itu.
Itu pasti karena kurangnya jangkauan dari kipas kertas. Tapi Shiroyasha mengabaikan batu yang masih menempel di kepalanya, yang tampak terlihat sangat menyakitkan, saat dia *Ahem* menarik perhatian semuanya sekali lagi.
“Kalau begitu aku hanya akan mengatakan satu kalimat---Kuro Usagi benar –benar se.....”
-*Pak! Puk! Toin!*-
“Nn, Kupikir aku harus kembali ke topik utama kita karena aku tidak mau lagi menerima rasa sakit lebih daripada ini. Kupikir semuanya sudah tahu bahwa di Festival Panen ini, Komunitasku [Thousand Eyes] telah menyiapkan beberapa kios! Namun sayangnya, kami tidak membantu untuk persiapan game ini. Dan lalu aku punya ide.....Aku dengan ini menyatakan bahwa peserta yang bisa tertawa sampai akhir [Balapan Kuda Laut] akan mendapatkan hadiah dari [Thousand Eyes]!”
Ketika Shiroyasha mengumumkan hal tersebut, di tribun penonton terdengar sorak – sorai yang begitu hebat bersamaan dengan sekelompok kecil yang mengeluh karena mereka tidak mengikuti game ini. Peserta yang menunggu dimulainya game juga merasa sangat bersemangat dan perasaan tegang dengan semangat untuk menang.
Asuka tidak bisa tidak terpengaruh oleh mood orang – orang di sekitarnya saat dia mengencangkan pegangannya. Melihat ke arah Felicia Raisa yang cukup jauh, dia sekali lagi membulatkan tekadnya.
[Kita harus memenangkan yang satu ini agar membiarkan Sala untuk tetap di posisinya saat ini. Tidak peduli siapa lawannya, aku tidak bisa membiarkan mereka menjadi penghalang apapun caranya!]
Asuka melihat ke arah orang – orang yang berdiri di kedua tepi sungai, Izayoi, Yō dan Shirayuki-hime yang dipaksa bergabung untuk mengikuti game tersebut dan mereka saling bertatapan dan mengangguk satu sama lain.
Kuro Usagi pindah ke panggung utama untuk membacakan peraturan.
“Ini adalah terakhir kalinya bagi Kuro Usagi untuk membacakan peraturan dari game [Balapan Kuda Laut].”
1. Setiap peserta yang jatuh ke sungai akan segera didiskualifikasi! Tapi tidak apa – apa jika mereka jatuh ke tepi sungai atau ke tanah!
2. Semua kegiatan harus di lakukan di sungai! Setelah memasuki Hutan AI Pisano, kalian akan bertemu dengan persimpangan. Lanjutkan berdasarkan insting anda!
3. Ketika mencapai titik pemeriksaan di puncak gunung, kalian harus memetik buah [Pohon Laut] yang merupakan buah khas dari daerah tersebut sebelum kembali ke garis start untuk menyelesaikan game ini!
Dan itulah ketiga peraturan yang sudah di tetapkan!”
Merentangkan kedua tangannya dengan lebar ketika selesai membacakan peraturannya, Shiroyasha mempersiapkan dirinya untuk pemberitahuan terakhir:
“Kalau begitu, kepada semua peserta! Ambil benda yang sudah disebutkan dan kembali dengan kecepatan mengalahkan yang lain! Dengan ini aku menyatakan bahwa game [Balapan Kuda Laut] DIMULAI!”
Part 4
---Ketika baru mau memberikan sinyal sebagai tanda dimulainya balapan, kilatan cahaya yang dipantulkan oleh sebuah pedang menerangi area itu.
Pada saat yang sama ketika Shiroyasha menepuk tangan untuk memulai perlombaannya, Felicia Raisa telah mengeluarkan Pedang Scorpius Serpent dan menyerang peserta yang ada di sekitarnya---
Tidak. Untuk lebih jelasnya, dia bahkan tidak merusak sehelai rambut mereka.
Sang pengendara bertopeng itu---merobek - robek pakaian renang para peserta dalam sekejap.
"Yi Yaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa!"
Jeritan dan kekacauan terjadi setelahnya. Tidak peduli akan situasinya, para peserta yang pakaian renangnya dirusak melompat ke air satu persatu sambil mencoba menutupi tubuhnya. Beberapa pria memakai armor pelindung, tapi Felicia Raisa bahkan sampai merusak armor yang dipakai para pria tersebut. Tidak menunjukan belas kasihan dan membuat mereka tak berdaya.
Sementara [Felicia Raisa] terus melanjutkan balapan dengan santai dan merusak lebiih banyak lagi pakaian renang para peserta. Dia menggunakan topeng dan tidak ada seorangpun yang dapat melihat ekspresinya, tapi tidak perlu berpikir keras untuk mengetahuinya dan pastinya dia punya ekspresi yang cukup menakutkan sekarang. Dan meskipun itu aksi yang cukup mengejutkan untuk dilakukannya, seseorang juga harus memuji aksi yang tidak terduga yang dia lakukan kepada para peserta.
Di sisi lain, Asuka selamat, meskipun nyaris melarikan diri dengan batu yang dilempar oleh Izayoi tepat wakut. Tapi keinginannya untuk bertarung menjadi ragu karena perbuatan mengejutkan yang dilakukan oleh pengendara bertopeng.
[Sungguh....Sungguh tindakan yang licik....]
Perwakilan dari pihak wanita---Kudou Asuka begitu ketakutan hingga gemetar.
Membuang rasa malu hanya untuk mencari cara agar bisa menang?
Atau apakah ini cara dari pelayan setia [Halloween Queen] untuk membuang perasaan mereka hingga seperti ini?
Apapun caranya, menyelam adalah keputusan bodoh namun cara terbaik karena itu jalan terbaik dalam Gift game ini.
Komentator dari balapan, Kuro Usagi terdiam karena adegan memalukan yang terjadi sebelumnya.
Shiroyasha di bagian penyiaran malah berlaku sebaliknya ketika dia sama bersemangatnya dengan para penonton.
“Ha! Seperti yang diharapkan dari pengendara yang dipilih oleh sainganku! Keputusan yang dingin dan kemampuan pedang yang hanya merobek pakaian renang! Meski dia hanyalah pelayan setia dari sainganku, Aku tidak bisa tidak memujinya! Atau harus kukatakan Semangat! Yahoooo!!”
"Yahooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooo ~~~!"
[......Mereka benar – benar sekumpulan orang bodoh]
Awalnya, Kuro Usagi merasa sangat malu dengan pakaian renangnya....tapi sekarang dia sangat senang karena bukan hanya dia saja yang harus meerasakan perasaan tersebut.
Part 5
---Di tepi sungai, sebagai pemimpin dari kelompok pendukung.
Sekawanan kuda laut menyipratkan banyak air tak karuan saat mereka berlari di sungai.
Dikarenakan aksi yang dilakukan Felicia Raisa, para peserta berkurang jumlahnya hingga sepersepuluh dari jumlah peserta. Dan karena dia, Izayoi dan pertarungan dengan kelompok pendukung lain cepat berakhir, semakin mengurangi jumlah setengah dari peserta lagi, orang yang melempar batu untuk membantu Asuka, sedang berlari sambil tertawa hingga terbahak – bahak.
“Apa yang terjadi tadi! Orang bertopeng itu! Ternyata orang yang menarik!”
“Hey, Oshujin-sama! Ini bukan waktunya untuk bercanda! Wanita itu adalah orang yang merusak bajuku!”
Suara Shirayuki-hime terdengar dari Gift card yang dipegang oleh Izayoi.
Tidak bisa menghindar dari serangan Felicia Raisa, pakaian renangnya telah dirusak. Tapi sesaat setelah pakaian renangnya yang rusak jatuh, dia melarikan diri masuk kedalam Gift card seperti kelinci yang berlari masuk ke sarangnya.
“Tapi bukankah percuma saja? Aku tidak pernah mengira bahwa hubungan atasan dan bawahan antara kau dan aku akan menjadi sesuatu yang merepotkan.”
“Apakah kau bodoh atau apa! Aku lebih memilih untuk melakukan seppuku dari pada orang lain melihat tubuhku.”
“Oh? Tapi aku sudah melihat semuanya.”
“.....”
Shirayuki-hime terdiam, seperti orang marah.
Ucapan Izayoi mungkin terdengar kejam, tapi ia tidak akan membantah fakta bahwa Shirayuki-hime akan sangat membantu Asuka.
Lagipula, Shirayuki-hime adalah dewa air jika dia terpaksa mundur seawal ini di game akan menimbulkan banyak masalah nantinya.
Untuk mendapatkan berita terbaru, para peserta harus mendengarkan komentar dari Kuro Usagi.
“Saat ini ada lima orang yang memimpin jalannya balapan! Mereka adalah Felicia Raisa dari [Will-O’-Wisp]! Diikuti oleh Kudou Asuka dari [No Name]! Posisi ketiga hingga kelima saat ini ditempati oleh pengendara dari [Two Wings] yang mengejar mereka tanpa henti!”
Sambil berlari di sepanjang tepi sungai, Izayoi mengolah informasi secara detail.
Tampaknya Griffith telah mendaftarkan beberapa tim dari [Two Wings] untuk balapan ini.
Membiarkan mereka akan cukup merepotkan dan hal yang masuk akal jika menyingkirkan mereka di awal...Sejujurnya, bahkan jika bukan karena balapannya, ia juga ingin menyingkirkan mereka.
Izayoi dididik dengan cara ini sejak kecil---Ketika kau dipukul, balas mereka dengan dua kali pukulan. Jika diejek da dipermalukan, balas mereka berpuluh – puluh kali lipat sebelum menyebutnya impas.
[Meski terlihat seperti itu, jika aku tidak ikut terus membantu, seharusnya tidak ada cara lain untuk mengalahkan pengendara bertopeng itu kan?]
Bagaimana aku akan membantunya? Izayoi mulai mencari solusi.
Saat ini, perlombaannya masih terus berlangsung dan situasinya sudah berubah.
“Orang – orang yang memimpin sudah mencapai ke persimpangan dari sungai di Hutan AI Pisano! Sekarang mereka harus membuat keputusan diantara kedua jalan yang akan menentukan kemenangan ataupun kekalahan mereka! Jadi percayalah dengan insting anda dan terus maju!”
Terus melawan arus sungai, mereka akhirnya mencapai Hutan AI Pisano.
Daun – daun pepohonan yang tebal menghalangi sinar matahari yang masuk, membentuk hutan yang gelap dan berkabut. Dan itu menjadi hal buruk bagi Izayoi jika sesuatu terjadi dan membutuhkan bantuannya karena akan sulit melindungi Asuka di sini.
“Hey! Ojou-sama! Mendekat ke sini dan pilih kanal yang lebih sempit jika memungkinkan!”
“Mengerti!”
Asuka menggunakan tali kekangnya untuk mengarahkan kuda lautnya mendekat ke tepi sungai dimana Izayoi berada. Ketika Asuka ingin menyampaikan pesan yang sama ke Yō dan menoleh ke tepi sungai lain yang berlawanan---Tidak ada seorangpun di sana.
“...Kasukabe?”
Meski Asuka punya banyak pertanyaan terkait menghilangnya Yō, dia tidak menghentikan laju kuda lautnya.
Dan mereka berdua terus maju lebih jau ke kedalaman Hutan AI Pisano.
Part 6
---Hutan AI Pisano, Rute yang dipilih oleh [Two Wings].
Banyak Eudemon terlihat beristirahat di dekat tepi sungai di sepanjang semak – semak yang tumbuh tak karuan di hutan. Jauh di utara di luar dari lautan pepohonan ini, seseorang bisa menmukan sisa – sisa dari sebuh danau kecil. Dikatakan bahwa binatang buas iblis HanBa yang tinggal disana menyebabkan danaunnya mengering dan membuat para eudemon harus mengungsi ke dalam hutan dan harus berbagi tempat terbatas satu sama lain karena populasi mereka yang cukup tinggi.
Ketika [Two Wings] membuat formasi yang ketat untuk terus maju di tengah – tengah sungai, mereka juga bisa sedikit mendengar suara napas dari Eudemons lainnya di dalam hutan.
Griffith bertindak sebagai kelompok pendukung dalam bentuk Eudemonnya dalam Game ini.
Bahkan jika dia punya kemampuan untuk berubah wujud, dia tidak ingin menggunakan wujud manusia ketika memenangkan perlombaan ini. Maka dia memilih untuk menjadi pendukung untuk menyerang pengendara lain dari udara sementara orang lain yang menjadi pengendara di timmnya. Dan karena kebanyakan dari para peserta sudah dikalahkan oleh Felicia Raisa, ia sekarang bisa fokus untuk melindungi pengendara timmnya.
[Rute yang punya jalan pintas melewati lautan pepohonan sudah dikendalikan oleh kami! Orang – orang bodoh itu bisa tersesat di dalam lautan pepohonan ini hingga mereka puas!]
Tim Eudemon bergerak maju melawan arus sungai dari hutan.
Griffith memimpin dua anggota bersayap lainnya di udara sementara lima lainnya melindungi pengendara dari tepi sungai. Dalam Gift game, penting bagi tim untuk bersatu karena itu akan menjadi aset yang berharga. Jika sebuah Komunitas bisa menjaga seseorang yang berbakat, mereka sudah pasti punya kesempatan yang lebih baik dalam Gift game.
Untuk menyergap kelompok ini yang mempertahankan segala pertahanannya akan sangat sulit. Selain itu, para anggota dari [Two Wings] punya penglihatan yang luar biasa, mata dari seekor burung pemangsa. Masing – masing pengintai depan dan belakang dengan mata yang bisa melihat di kegelapan untuk mengamankan area di sekitar lautan pepohonan, membuatnya nyaris tak bisa ditembus. Dan itulah kekuatan yang disebut sebagai [Kesatuan].
---Tapi kondisi tersebut memang berguna “jika melawan orang normal”.
“Gri...Griffith-sama---!”
“Ada apa?”
“Ada cahaya yang bersinar di depan!”
Ada sosok kecil yang memancarkan cahaya menyilaukan. Tapi ketika mereka menyadari sosok manusia yang ada di depan, dua penjaga yang ada di samping terlempar ke sungai sebelum mereka menyadarinya.
“Ap...Apa?”
Dua semprotan air besar terjadi di tengah – tengah sungai yang lebar sementara kuda laut-nya mulai meringkik ketakutan.
Para pengendara mengendalikan tali kekang untuk menenangkan tunggangan mereka sebelum terus maju tapi Griffith tiba – tiba memarahi mereka:
“Jangan berhenti! Dasar bodoh! Paksa mereka untuk maju segera!”
“Tidak...tidak mungkin! Jika kami teruskan, kami pasti juga akan jatuh dari tunggangan kami!”
Mendecikan lidahnya karena frustasi, Griffith mempersiapkan dirinya untuk bertarung. Ia sudah menebak siapa lawan mereka. Tidak banyak orang yang bisa mengeluarkan angin puyuh yang berkilauan seperti itu di Little Garden.
Melebarkan sayap elangnya sambil mengeluarkan angin puyuh yang di aliri listrik di sekitarnya, ia mencoba menakuti lawannya.
“Apakah kau di sini untuk membalas dendam waktu itu, gadis kecil---?!”
Ketika ia baru saja berteriak dengan nada marah, lawan mereka---Kasukabe Yō langsung muncul di hadapannya.
Mengenakan Sepatu bot [Pegasus] yang dibuat dari [Genome Tree], Yō berdiri di depan semua anggota [Two Wings].
Menyodorkan dadanya dengan bangga, dia menjawabnya dengan yakin:”.....Nah. Tidak perlu membalaskan dendam apapun. Ini hanyalah strategi untuk mengalahkanmu.”
“......Beraninya kau meremehkanku sejauh itu!”
Listrik yang terlihat seperti mengamuk di sekitar Griffith ketika emosinya makin – lama semakin naik. Tapi kata – kata Yō memang benar untuk hal tertentu. Ketika dia mengamati daerah itu dari atas, dia menyadari bahwa jalan pintasnya sudah diambil oleh [Two Wings].
Setelah tinggal di [Underwood] cukup lama seharusnya memberikan mereka keuntungan atas daerah yang mereka kenali dan Yō menggunakan hal itu untuk menjadikannya adil ditambah dengan instingnya untuk menghadapi dan mengalahkan mereka sebelum mereka mencapai titik pemeriksaan.
“Menyerahlah untuk bisa kabur dariku.”
“Mulai sombong eh? Dasar primata kecil!”
Mengeluarkan kemarahannya, Griffith mengendalikan petirnya untuk digabungkan dengan angin puyuh dan teknik airnya ketika ia melancarkan serangannya secara bersama – sama dengan lima anak buahnya.
Terbang dengan bantuan angin puyuh yang berkilauan, Yō dengan sepatu bot-nya yang berkilauan mulai berhadapan langsung dengan [Two Wings].



Part 7
Rute yang dipilih oleh Izayoi dan Asuka untuk melewati lautan pepohonan tidaklah terlalu buruk. Meski lebar jalur yang ditempuh pada awalnya sempit, tapi segera menjadi lebar hingga memungkinkan perahu kecil untuk bepergian dengan mudah.
Selain kadang – kadang ada kayu yang hanyut atau jatuh, bisa dibilang ini jalur yang cukup mulus.
Namun---bagian sungai ini diklaim sebagai daerah peraira untuk beberapa Eudemon.
“Oujo-sama, dari kanan! Dia datang!”
“Aku tahu!”
Menarik kekangnya pada saat terakhir, dia berhasil menghindari dari serangan bawah air.
Apa yang muncul ke permukaan sungai adalah Eudemon yang mirip dengan Kuda Laut, tampak seperti roh kuda---seekor Kelpie.
Lebih mirip roh jahat dari pada peri, mereka adalah kumpulan roh yang telah meninggal di hutan ini. Begitu terlihat oleh mereka, tidak ada yang bisa melarikan diri.
Menggunakan batu untuk menghadapi sang Kelpie, Izayoi segera menyadari bahwa hal itu sia – sia karena batunya menembus roh Kelpie dan seketika hancur. Jika dia harus menggunakan tinjunya, mungkin akan berbeda. Tapi menurut peraturan, anggota pendukung tidak diperbolehkan berada di sungai. Meski melompat untuk menyerang juga merupakan satu – satunya cara, ia tidak mau meresikokan dirinya.
“Mengerikan! Pertahankan saja situasinya seperti ini! Ojou-sama, terus saja maju!”
“Mengerti! Zipopo-san, tolong lakukan yang terbaik!”
Menggunakan cambuknya untuk menyuruh sang Kuda Laut, hal itu membuat ringkikan keras yang membuatnya berlari di permukaan air seperti mendapatkan kekuatan baru. Dan meski dia berhasil kabur dari beberapa Kelpie, kecepatan yang meningkat membuat Asuka jadi lebih lambat dalam berekasi terhadap serangan dari depan.
“Wu! Mengerikan! Bakar hingga menjadi abu!”
Mengangkat sarung tangan yang dihiasi oleh permata api, Asuka menyentuh Kelpie yang menyerangnya. Meskipun sang Kelpie terbuat dari air yang dibentuk oleh roh – roh, sang Kelpie langsung menguap seolah – olah air bukanlah lawan dari api.
Uap menghalangi penglihatannya tapi Asuka terus maju karena instingnya mengatakan kepadanya bahwa dia harus menang.
Melihat sang Kuda Laut berlari lebih cepat dua kali dari kecepatan aslinya dibawah perintah Asuka, membuat Izayoi sangat terkesan.
[Oo? ...Tampaknya dia memang bisa memperkuat Gift dan Eudemon juga.]
Asuka punya kekuatan untuk mengeluarkan potensi maksimal dari Gift dan meningkatkan tingkat spiritual mereka.
Karena kurangnya kekuatan fisik, hal itu menghambatnya menggunakan kekauatannya dengan leluasa, tapi....
[Jika hal ini bisa diatasi, Ojou-sama mungkin akan sangat berguna nantinya kan?]
Gift FireStarter yang dipakai oleh Asuka adalah salah saatu yang membutuhkan persyaratan, seperti harus bersentuhan dengan benda yang ingin di serang. Dan ini karena Gift-nya tipe yang lemah. Dengan kata lain, jika Asuka memakai Gift yang lebih kuat, bahkan mungkin baginya untuk membakar seluruh hutan ini hingga menjadi abu.
“...Aku harus mendiskusikan hal ini dengan Jack nanti.”
“Mendiskusikan tentang?”
“Tidak apa – apa, hanya masalah pribadi kecil----Oh, kita berhasil melaluinya!”
Setelah melewati lautan pepohonan, keduanya bisa samar – samar mendengar suara air terjun yang mengalir di tepi tebing.
Jarak yang sangat dekat dengan air terjun menyebabkan kabut muncul dan jarak pandang menjadi berkurang.
Meski Kuro Usagi telah mengatakan bahwa titik pemeriksaan berada di puncak gunung, Kuda Laut-nya tidak mungkin mendaki air terjun semacam ini.
“Air terjun ini.... Terjalnya tidak main – main...”
“Yep, Kupikir jika kita mengitarinya, kita pasti akan menemukan jalan agar bisa ke atas kan?”
“Yep...” Izayoi  menjawab dengan sederhana.
Jika ini hanya air terjun dan sungai biasa, lalu darimana rasa gelisah itu datang.....mungkin ini hanyalah khayalannya. Izayoi menggelengkan kepalanya untuk menghapus keraguan itu saat ia mulai mendaki gunung tersebut.


Part 8
---Hutan AI Pisano, Rute yang dipilih oleh [Two Wings]
“Mari kita serang bersama – sama!”
Jika dihitung, ini adalah pertarungan di udara yang ketiga. Yō dikepung dari segalah arah namun ini semua adalah bagian dari rencananya. Dia mengeluarkan angin puyuh berkilauan dari tangannya ke sekitarnya dan beradu serangan dengan mereka.
Golakan yang hebat dari angin puyuh mengangkat bawahan Griffith tinggi ke langiit sebelum akhirnya jatuh ke bawah.
Para peserta dari [Two Wings], hanya tinggal satu pengendara dan Griffith yang tersisa dan bahkan Griffith tergores sedikit sambil terengah - engah hingga tubuhnya gemetar.
Di lain pihak, Yō biasa saja. Dari awal pertarungan, Yō hanya terfokus untuk menjatuhkan pengendara ke sungai dan berkontribusi untuk kemenangan Komunitasnya.
“Sialan kau......Monyet rendahan sepertimu bisa menyebabkan kawan – kawanku dari [Two Wings]...”
Griffith seperti sedang mengerang ketika ia berbicara hal itu.
Yō juga tidak mengira kekuatannya akan sehebat ini.
[......Aku berubah. Bahkan belum lama ini aku tidak bisa melakukan apa – apa.]
Meningkatkan kekuatan fisiknya satelah bertarung melawan para Titan, menerima Gift Pegasus dan meningkatkan kekuatan Gryphon yang bisa dia kontrol dengan mudah. Bahkan cara terbang yang dulunya penuh dengan gerakan yang sia – sia sudah dia kuasai dengan mudah.
[Aku yang sekarang....Mungkin memainkan Game tingkat tinggi lainnya.]
Yō juga berteman dengan beberapa jenis Eudemon lainnya secara pribadi.
Jika semua koneksi yang dia punya diubah menjadi sebuah alat, akan seberapa kuatkah kekuatan tempurnya?
Berapa banyak kemungkinan yang bisa disimpan oleh [Genome Tree] ciptaan ayahnya?
Sepintas pemikiran itu membuat dada Yō rdebar kencang.
[Tapi, Aku harus fokus dengan Game saat ini daripada hal yang lain.]
Yō terfokus kembali ke Griffith yang berada di depannya dan dia menatap tajam ke arahnya, tidak ingin melewatkan hal apapun.
Gry yang mengorbankan sayapnya untuk Izayoi.
Sala yang mematahkan tanduk naganya untuk Asuka.
Dia benar – benar tidak bisa memaafkan Griffith yang telah mnghina mereka.
[Tampaknya tidak akan menjadi masalah jika aku sudah menunda mereka selama ini.]
Dia sudah memenuhi tugasnya untuk Komunitasnya.
Dan saatnya untuk menjalani tugasnya sebagai teman mereka.
“Sudah saatnya untuk mengakhiri ini...”
[Genome Tree]-nya yang kembali berubah menjadi kalung, dia berpindah ke daratan.
Griffith terkejut karena melihatnya menyudahi pertarungan sambil berkata “Selamat tinggal” tapi ia segera bertanya:
“Apa ini, dasar kau gadis bodoh!”
“Mari kita putuskan pertempuran kita ketika kita bertemu kembali. Untuk membayar penghinaanmu, Aku akan berhadapan lagi denganmun.”
“?”
Griffith tidak mengerti kata – kata tersebut ketika ia menatapanya dengan penuh keraguan dan kebingungan.
Tekad yang begitu kuat dalam tatapan Yō saat dia kembali menyatakan apa yang dimaksudkannya:
“Kau tampak sangat percaya diri dengan garis keturunanmu. Aku akan memastika bahwa keturunanmu yang merupakan persilangan antara Gryphon dan Longma yang begitu kau banggakan itu---BENAR – BENAR MENGHANCURKAN SIKAP SOMBONGMU HINGGA KE AKARNYA!”
Membuat Griffith membayar atas apa yang dihinyanya, Yō memutuskan bahwa dia akan menghancurkan sumber dari kesombongannya.
“......Jangan terlalu percaya diri... dasar kau MONYET PEREMPUAN TAK BERSAYAP!”
Ejekan yang diucapkan terus – menerus kepadanya akhirnya membuat amarah yang dipendamnya meledak.
Sisik naga yang merupakan simbol dari Longma mulai muncul di tubuhnya, membentuk sebuah armor yang menutupi seluruh tubuhnya. Griffith bahkan melupakan penampilan Gryphon yang ia kagumi selama ini dan mengubah kepalanya hingga mmenjadi kepala naga.
Partikel cahaya terpancar dari seluruh tubuh Griffith dan sepasang tanduk dan sayap naga juga tumbuh dari tubuhnya.
Yō melihat perubahan yang begitu dramatis terdiam---
[....Eh? Oops, mungkinkah ak terlalu berlebihan?]
Tapi dai merasa agak gelisah. Dia tidak mengira bahwa Griffith akan menumbuhkan sepasang tanduk naga ketika ia marah.
Griffith yang benar – benar marah telah berubah menjadi Draco Grief dan seekor Eudemon yang telah kehilangan akal sehatnya maju untuk menyerang.
"--- GYRUAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAaaaaaaaa
aaaaaaaaaa! "
Terdengar suara ledakan. Dan itu bukanlah suara ledakan biasa.
Itu karena udara yang masuk dari segala arah lebih cepat daripada kecepatan suara dikarenakan gesekan dalam jumlah besar yang memanaskan mereka---Dengan kata lain, sebuah ledakan sonik.
Tubuh Griffith sudah menjadi satu dengan listrik dan maju dengan kecepatan yang pastinya melebihi kecepatan Gryphon beberapa kali lipat.
[Hanya dengan Gift Pegasus tidak akan mengalahkannya! Dan jika begitu, Aku hanya harus menggunakan gift Eudemon dengan tipe yang lebih kuat---!]
---Memegang [Genome Tree] di tangannya, Yō menggunakan imajinasinya untuk membayangkan Eudemon baru agar bisa melawan Griffith dan membiarkan gennya membentuk menjadi suatu alat yang benar – benar baru.
Pohon silsilah yang berpusat pada konsep lima elemen, dan menyimpan informasi genetik dari 360 raja binatang buas. Menggunakan satu – satunya tanduk Kirin sebagai dasar untuk membuat senjata---dan itu adalah tombak panjang yang panjangnya dua kali dari tinggi Yō.
"--- GYRUAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAaaaaaaaa
aaaaaaaaaa! "
Griffith yang telah berubah menjadi Draco Grief bertabrakan dengan ujung tombak bersamaan dengan tanduknya dan terus maju. Dan tombak yang dipegang erat oleh tangan Yō juga mempunyai elemen yang sama, mampu memancaarkan petir dari tanduk naganya.
Itu adalah simbol dari Kirin, raja dari semua Eudemon dan binatang buas.
[Tidak masalah, Aku seharusnya bisa menahan yang satu ini!]
Ketika tanduk naganya bertabrakan satu sama lain, gelombang kejut yang kuat mengguncang seluruh lautan pepohonan saat menyebar ke luar.
Kekuatan dari petirnya ditiadakan dan sekarang hanya tinggal pertarungan yang membutuhkan kekuatan fisik.
Petir dan panas dari serangan Griffith membakar pepohonan yang ada di tepi sungai dan menyebabkan tanahnya terangkat dan tempat di mana Yō berdiri menjadi hancur kacau balau. Perlahan tapi pasti, Yō berhasil menyerang balik dengan kekuatan dari para Titan.
Meskipun Griffith dalam bentuk Draco Griefnya telah kehilangan sebagian akal sehatnya, tampakanya ia masih cukup menyadari bahwa ia sedang berada dalam kondisi yang tidak menguntungkan.
Dengan menggunakan cakar depannya untuk mendorong dirinya sendiri, Griffith mengangkat Yō dan tombaknya ke udara sebelum menggunakan tanduknya sekali lagi untuk menyerang pertahanan Yō yang terbuka, mencoba mengalahkan Yō dengan tanduknya.
"--- GYRUAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAaaaaaaaa
aaaaaaaaaa! "
“Awas---!”
Yō tidak menahan serangan dari tusukan tanduk naga namun menggunakan gerakan melingkar untuk mengayukan tombaknya. Meminjam kekuatan dari loncatan Draco Grief dan ditambah dengan kekuatan dari para Titan, dia menggunakan gaya sentrifugal untuk menyerang Griffith tepat di punggungnya.
Serangan balik yang tak terduga membuat Draco Grief kesakitan dan berteriak.
“GYa......”
Punggung Draco Grief yang terluka namun tidak terdapat darah di tombaknya dan tidak meninggalkan luka yang cukup parah, jadi seharusnya ia baik – baik saja. Griffith yang tidak sadar terus saja berkedut sebelum akhirnya pingsan.
“Gr...Griffith-sama...”
Penendara dari [Two Wings] yang hanya bisa melihat pertarungannya dari kejauhan hanya bisa meraung.
*Eek!* Yō mengalihkan pandangan ke arahnya dan ia lompat ke sungai untuk melarikan diri.
“...Hu.”
Yō akhirnya memindai area di sekitarnya.
Dan tampkanya hanya ada kedua anggota pendukung dari [Two Wings] yang terbaring di tanah.
Dengan itu, Kasukabe Yō mengamati sekitarnya sekali lagi sebelum mengangkat tangan kanannya,
“Menang...”
Membentuk huruf V dengan jarinya, mengumumkan kemenangannya kepada para penonton.
Part 9
---[Balapan Kuda Laut] di Tribun Penonton Kota Bawah Tanah.
Setelah melihat pertarungan antara Kasukabe Yō dan Griffith, penonton menjadi lebih meriah lagi.
“Griffith-sama benar – benar bisa mengeluarkan tanduk naganya! Benar – benar mengesankan!”
“Tapi karena lawannya mengalahkan ia, [No Name] itu bukan hanya kelompok yang biasa – biasa saja!”
“Tentu saja! Dia adalah wanita kuat yang berhasil menghabiskan makanan yang dipersiapkan oleh [Six Scars]!”
Pertarungan yang seru membuat tribun penonton dibanjiri oleh komentar – komentar.
Berhadapan dengan lawan yang kuat dan mengeluarkan segala macam strategi di pertarungan adalah keistimewaan dari Gift Games. Bisa melihat hal ini yang mana hampir mirip dengan Battle Royale, adalah hal yang tidak akan ditanyakan lagi jika seseorang bisa menemukan sesuatu yang lebih menghibuar daripada hidup ini.
Shiroyasha menepuk kepala iblis kecil yang duduk di atas lututnya---[Iblis Kecil Laplace] sambil menatap adegan yang terjadi di depannya dengan senyum besar di wajahnya.
“Hehe, membawa kalian ke sini memang ide yang bagus, Lapleasy.”
“Suatu kehormatan karena dipuji olehmu.”
Iblis kecil yang memakai gaun ungu menjawabnya.
Berbeda dengan yang lainnya, yang satu ini memakai gaun dengan warna yang berbeda untuk menunjukan posisinya sebagai pemimpin. Kemampuannya adalah dapat menerima informasi yang disampaikan dari empat yang lainnya dan dapat memproyeksikan adegan yang di dapat seperti ini di atas panggung.
Istilah awamnya, mirip dengan antena di televisi. Saat ini menampilkan keadaan di tepi tebing, Kasukabe Yō terlihat melambaikan tangan ke arah penonton sambil mengumumkan kemenangannya.
“Ini benar – benar tak terduga. Bahwa dia bisa dengan mudah mengalahkan Griffith yang dalam kekuatan penuh. Ini baru dua bulan dan dia sudah berkembang sejauh ini...Sebenarnya Gift [Genome Tree] itu apa, Lapleasy?”
Iblis kecil, yang dipanggil dengan nama panggilannya yang diberikan oleh Shiroyasha, memiringkan kepala kecilnya ke satu sisi sebelum menjawab pertanyaanya.
“Aku sangat minta maaf. Bahkan setelah menelusuri ingatan ibuku, Aku masih belum tahu Gift apa itu sebenarnya.”
“Nn, begitukah?”
“...Tapi seharusnya ada benda yang mirip di masa lalu dan jika diberikan waktu untuk mencarinya, kami mungkin bisa mengetahui asal – usulnya.”
“Maaf merepotkanmu tentang hal ini tapi bisakah kau melaporkan hal ini kepadaku ketika kau sedang senggang?......Oh ia, apa kau ingin makan sesuatu?”
“Kalau begitu, sebuah pir berbintik.”
*KachaKacha* Menerima buah pir yang sebesar dirinya, dia menggigit pir itu.
Pada saat yang sama, Kuro Usagi sang komentator dengan keras mengumumkan:
“Peserta pertama yang mencapai titik pemeriksaan adalah---Kudou Asuka dari [No Name]! Tidak ada peserta lain yang muncul saat ini! Bisakah dia terus memimpin dan mencapi garis finish terlebih dahulu?!”
Telinga Kuro Usagi melambai kegirangan saat dia menyiarkan berita terbaru dari Game yang sedang berlangsung.
Meski dia belum menyadari---
Seorang peserta yang muncul sesaat kemudian... maju dengan kecepatan yang luar biasa dan dengan cepat menutup jarak di antara mereka.
Part 10
---Firasat Izayoi ternyata benar.
Angin bertiup dari puncak gunung yang menyengat hidunganya sementara kulitnya yang melembap ketika anginnya melewatinya. Air jernih yang tampaknya muncul dari sebuah wadah kehidupan yang sangat menyegarkan dan memberikan nuansa nostalgia di sekitarnya.
Warna biru air yang membentang hingga ke cakrawala.
Apa yang terbentang di hadapan mereka setelah mendaki gunung adalah---hamparan luas air yang membentang hingga cakrawala.
“Ha...Haha! Ini benar-benar Little Garden! Aku sudah menduga bahwa ada lautan di sekitar sini tapi aku tidak menyangka......Lautnya ada di atas gunung!” Izayoi bergerak dari pantai dengan tangannya saat ia berteriak ke arah lau biru yang ada di depannya.
---Izayoi mengamati ikan yang berada di perairan dangkal Air Terjun Tritonis sebelumnya dan meski ada sedikit perbedaan di tubuhnya, mereka sebenarnya adalah ikan tipe Jack Makarel yang seharusnya berada di laut. Karena penasaran, Izayoi pergi menyelidiki kualitas air dan menemukan bahwa air nya sama dengan air laut.
Karena hal tersebut, Izayoi mengira bahwa hal itu terjadi karena serbuan air laut di atas sana namun ia tidak mengira bahwa hal itu berasal dari laut besar di puncak gunung.
[Dengan kata lain, semakin dekat ke tingkat atas Little Garden, maka semakin tinggi ketinggiannya? Jika ini adalah air yang kulihat sepanjang cakrawala ini, bukankah itu berarti bahwa bagian dari daerah itu benar – benar berada di bawah laut?]
“Izayoi-san! Ada pohon yang tumbuh dari permukaan laut! Seharusnya pohon itu kan?”
Izayoi yang sedang berpikir tersadar oleh teriakan Asuka.
Sekumpulan pohon dengan ketinggian yang berbeda tumbuh di sepanjang paintai dan permukaan laut tempat Asuka menunjuk. Buah di pohon itu berwarna merah dan kelihatan matang dan tampak sangat lezat ketika mereka terkena sinar matahari.
“Oooh... tampak bagus. Tampaknya ini sepadan dengan yang kita tunggu - tunggu.”
Aroma manis dari buah – buahan yang cocok dengan aingin laut ketika Izayoi memanjat pohon untuk memetik buahnya. Setelah keduanya menempatkan buah ke dalam tas kecil, mereka menatap lagi cakrawala yang terbentang di hadapan mereka.
“Sebenarnya, Aku masih ingin bermain di sini lebih lama lagi...”
“KayKay, Kita datang lain waktu. Sekarang kita fokus dengan Game-nya.”
Izayoi dengan enggan bermain – main di pantai setelah Asuka berkata seperti itu.
Setelah bepergian dari hulu hingga sampai ke titik pemeriksaan, kembalinya ke [Underwood] menjadi lebih mudah karena aliran sungai yang menuju ke hulu. Griffih dari [Two Wings] juga telah mundur dari Game dan yang lainnya---
“---Izayoi-san! Dia di sini!”
Dengan cepat merubah mood-nya, Asuka bersiap untuk  bertarung. Felicia Raisa dengan cepat mendekat dari rute berbeda yang dia pilih.
Melihat Asuka dan Izayoi saat dia datang ke puncak gunung, Felicia Raisa berkata:
“.....Tampaknya hanya kalian saya yang berhasil mencapai titik pemeriksaan.”
Meengeluarkan pedang cambuk favoritnya dari Gift card-nya, dia mengambil buah yang ada di pohon dalam sekejap dan menyingkirkan posisi pemimpin yang tadinya dimiliki oleh [No Name].
“Izayoi-san, lihat? Ini semua salahmu karena hanya peduli tentang jalan – jalan!”
“Nn. Ini salahku kali ini, maaf.”
Izayoi meminta maaf karena kelalaiannya. Tidak peduli dilihat dari manapun, tinggung jawab karena waktu yang terbuang percuma adalah karena Izayoi. Mudah merasa bernostalgia dan mengagumi suatu oemandangan yang luar biasa bisa jadi kelemahan terrbesarnya.
Membuka sebuah mekanisme di pedang cambuknya, Felicia Raisa mengarahkan pedangnya ke arah Asuka sambil memegang kekangnya erat – erat selagi menunjukkan tekad yang tidak seharusnya ditunjukkan oleh seorang pengendaara bertopeng tanpa ekspresi. Suasana  dari suatiasi tersebut menjadi sangat tegang dalam waktu singkat.
Kedua sisi menunggu untuk saat yang tepat.
Jika mereka tidak cukup waspada, Felici Raisa bisa terjatuh atau Asuka yang mungkin ditelanjangi.
“Eh?”
Namun pada saat ini, ada perubahan besar yang terjadi di tepi laut.
Tanah dan laut mulai bergetar beriringan dan angin lain dengan keras menghantam mereka. Berasumsi bahwa ada tsunami yang disebabkan oleh gempa bumi, Asuka dan Izayoi meningkatkan kewaspadaan mereka untuk keadaan darurat. Tetapi mereka salah.
Hanya Felicia Raisa yang menebak dengan benar untuk pertama kali dan dia terkejut dengan ancaman yang mendekat.
“...Tidak mungkin... Orang itu yang sering diejek sebagai ‘pengembara yang tak tentu arah’, benar – benar mengikuti permainan semacam ini?!”
Perasaan tidak percaya dan terkejut membuat dia bukan seperti yang biasanya.
Sumber dari getaran tersebut berasal dari bawah air terjun dan diikuti dengan ledakan yang keras, orang dan tunggangannya muncul seperti debu vulkanik yang dilempar oleh gunung berapi, ia berdiri di atas tiang air yang terangkat ke langit. Menyadari bahwa aliran air yang terbalik karena ledakan yang disebabkannya, mereka benar – benar terkejut dengan apa yang baru saja terjadi.
“Oops, ini masalah! Aku baru bangun karena ketiduran hingga melewati waktu perlombaannya! Dan bahkan meminta Shiroyasha menambahkanku ke daftar para peserta. Kupikir aku merepotkannya lagi.”
Meskipun ia masih mennggunakan slang Kansai palsu yang biasa ia gunakan, perasaan yang ia pancarkan dari kehadirannya terasa kurang bersahabat dibandingkan kemarin malam. Peserta terakhir yang entah muncul dari mana---Saurian Demon King mengibaskan rambut basahnya saat ia dengan tenang memandang kelompok yang ada di depannya.
“Sayang sekali kalian menghabiskan waktu disini hingga aku berhasil mengejar dengan begitu mudahnya---Kukira aku bisa dengan mudah memenangkan balapan ini.”
Saurian Demon King berdeklarasi dengan suara yang mendominasi dan begitu percaya diri.
Perlombaannya akhirnya sampai ke babak kedua ketika peserta terkuat dan terakhir muncul di [Balapan Kuda Laut].