GUILD PETUALANG, FHUREN BRANCH
(Translater : Dhien)

Kota Komersial Netral Fhuren
Dengan tinggi 20 meter,sebuah tembok menutupi salah satu dari kota komersial netral di benua ini yang memiliki panjang 200km. Segala jenis bisnis dan persaingan dagang yang ketat terjadi di kota ini setiap harinya, beberapa orang berhasil menggapai apa yang mereka impikan, sementara beberapa orang lainnya lebih banyak yang jatuh miskin dan terpuruk dalam kesedihan. Bisa dikatakan kota ini adalah kota terpadat nomor 1 di benua dengan orang-orang yang datang berkunjung baik untuk rekreasi maupun urusan bisnis.
Karena ukurannya yang begitu besar, Fhuren dibagi menjadi 4 area. Area Pusat di mana berbagai fasilitas yang berhubungan dengan tata pemerintahan berada, Area Hiburan dimana berkonsentrasinya fasilitas-fasilitas hiburan berada, Area Kerajinan dimana berbagai macam senjata, armor dan furnitur dijual secara langsung, dan Area Komersial dimana berbagai jenis toko dan perusahaan berbaris tertata rapi. Ada sebuah jalan utama yang membentang ke timur,barat,utara dan selatan dari Area Pusat. Sepertinya hal yang umum dengan semakin kau mendekati pusat maka semakin banyak tokonyang kau temukan. Tempat yang jauh dari jalan utama dan area pusat adalah tempat untuk penawaran gelap, dengan kata lain, ada banyak toko yang mirip seperti pasar gelap. Di tempat tersebut, biasanya akan dapat ditemukan barang-barang yang tak terduga, dan mereka yang terbiasa dengan benda-benda kasar tersebut seperti para petualang dan pedagang mengunjungi tempat tersebut.
Itu adalah cerita yang Hajime dan party-nya dengarkan saat sedang menyantap makan siang mereka di kafe guild petualang: Fhuren Branch. Orang yang menceritakan hal tersebut adalah seorang wanita yang bekerja sebagai pemandu. Karena kota ini yang begitu besar, maka permintaan akan pemandu pun semakin meningkat, karenanya menjadi pemandu adalah pekerjaan yang spesial dengan kedudukan sosial. Meskipun banyak toko guild, mereka semua mendapatkan rating yang tinggi karena mereka berusaha meningkatkan pelayanan yang diberikan untuk mendapatkan oelanggan yang lebih banyak setiap harinya.
Hajime dan party-nya datang ke guild petualang dengan membawa formulir aplikasi yang telah disetempel setelah mereka berpisah dengan perusahaan dagang Mottou. Dan juga karena mereka tidak tahu lokasi penginapan dan toko-toko, mereka pun mencoba untuk mendapatkan buku panduan dari guild petualang, itulah bagaimana mereka datang untuk mengetahui keberadaan guild.
Sekarang, setelah mereka membayar wanita pemandu yang memanggil dirinya Rishee, mereka mendengarkan informasi dasar tentang kota ini selagi dengan menyantap makanan mereka.
"Itulah kenapa direkomendasikan untuk memilih penginapan di area hiburan. Meskipun terdapat beberapa penginapan di area pusat, ada kecenderungan dimana para pekerja menginap di tempat tersebut, karena itu terdapat pelayanan yang kurang dibandingkan dengan penginapan yang kau temukan di area hiburan."
"Baiklah aku mengerti, kalau begitu kami akan menurutimu dan mencari penginapan di area hiburan. Apakah ada tempat yang kau rekomendasikan?"
"Itu tergantung apa yang tuan pelanggan inginkan. Karena terdapat berbagai macam jenis penginapan."
"Ya, itu benar. Aku tak akan protes selama mereka menyediakan makanan yang lezat dan memiliki sebuah pemandian. Tak perlu mempertimbangkan lokasinya. Dan juga tempat yang bisa dipertanggung jawabkan akan terasa lebih bagus."
Raishee mendengar jawaban Hajime sambil tersenyum. Kepada 2 permintaan awal yang disebutkan ia mengangguk sambil berkata "Un un", sepertinya dia telah memasukkan daftar penginapan ke dalam pikirannya. Akan tetapi, terhadap permintaan Hajime yang ke-3 dia hanya dapat berkata "Nn?" sambil memiringkan kepalanya.
"Umm~, tempat yang bisa dipertanggung jawabkan?"
"Aa, sebagai contoh, asumsikan bahwa aku tertarik ke dalam sebuah pertarungan dimana aku adalah korban di sini, jadi aku tak ingin bertanggung jawab atas kerusakan yang terjadi di dalam penginapan. Aku ingin berada di penginapan yang bagus, dan aku membawa banyak perlengkapan, jadi cukup sulit untuk menjamin hal tersebut."
"Uu~m, kupikir kau tidak akan sesering itu terlibat ke dalamnya, tapi..."
Hajime hanya bisa tersenyum masam kepada Rishee yang kebingungan.
"Yahh untuk orang biasa, mungkin akan seperti itu, tetapi bagaimanapun kami itu menonjol. Sepertinya akan ada banyak pria genit muncul di area hiburan dan akan banyak pedagang yang memaksakan keinginan mereka dengan keras. Baiklah, pada akhirnya itu 'jika mungkin', jika itu terlalu sulit kau tak usah memikirkannya lagi."
Karena perkataan Hajime, Rishee mengalihkan perhatiannya kepada Yue dan Shia yang sedang menyantap makanan mereka. Kemudian, ia pun mengangguk setuju. Terlihat jelas bahwa kedua gadis itu memang terlihat sangat menonjol. Meskipun menyentuh budak orang lain adalah sebuah kejahatan, tidak menutup kemungkinan akan ada pedagang yang mencoba memaksa untuk bernegosiasi ataupun akan ada pria mesum dan kasar yang datang untuk menggoda."
"Lalu, bagaimana dengan penginapan yang memiliki pengawalan yang ketat? Ada banyak yang seperti itu dan aku dapat menunjukkanmu salah satunya yang bagus."
"Aa, baiklah. Akan tetapi, terkadang para pria yang dibutakan nafsu akan berdatangan. Karena itu perlu dipertimbangkan bahwa akulah yang akan mengusir mereka secara fisik karena para penjaga itu pasti akan bersikap lembek."
"Me-mengusir secara fisik... ... aku mengerti, karena itulah kau meminta tempat yang dapat dipertanggung jawabkan."
Rishee sudah sepenuhnya paham maksud Hajime, karena itu kata 'jika mungkin' yang dikatakan Hajime menyakiti perasaannya sebagai pemandu, lalu ia menerima permintaannya dan berkata, "Serahkan saja padaku" dengan wajah penuh semangat. Ini adalah titik dimana ia akan menjawab segala kebutuhan pelanggan sebaik dan sebanyak mungkin, tentu saja itu adalah hal yang diajarkan dari toko guild tempat dimana ia bekerja.
"... .... Sebuah pemandian yang besar itu bagus, tetapi untuk sebuah pemandian campuran kita perlu memesannya dahulu."
"Umm, aku ingin tempat yang kasurnya besar."
Setelah memikirkannya beberapa detik, Yue dan Shia mengatakan permintaan mereka. Meskipun mereka menyebutnya sebagai permintaan, jika permintaan Yue digabungkan dengan Shia, ia dapat melihat maksud mereka sebenarnya. Dengan tebakkannya tersebut, Rishee berkata "Aku menerimanya, jadi serahkan saja padaku", dengan sebuah wajah yang memahami dan meyakinkan. tetapi pipinya samar-samar terlihat memerah. Dengan segera ia mengalihkan pandangannya kepada Hajime, Yue dan Shia dan itu malah membuat wajahnya semakin memerah.
Sementara itu, pria yang duduk di meja terdekat Hajime menatapnya seolah berkata "Jika saja seseorang bisa mati hanya dengan menatapnya", tetapi karena telah terbiasa dengan hal tersebut, Hajime hanya menghiraukannya.
Dari sana mereka mendengarkan cerita tentang area yang lainnya, kemudian Hajime dan party-nya merasakan sebuah tatapan yang terasa begitu kuat. Khususnya yang mengarah ke Yue dan Shia, tatapan yang paling kasar dibandingkan yang lainnya,  sebuah tatapan yang lekat dan menusuk. Karena terlalu telat bagi Yue dan Shia untuk menyadarinya, mereka hanya bisa mengerutkan alis mereka atas tatapan yang tak menyenangkan tersebut.
Hajime mencoba untuk melirik ke sumber arah pandangan tersebut berasal dan... ... ada seekor babi. Dengan tubuh gemuk yang dengan mudahnya melampaui 100kg, sebuah wajah berminyak, bersama dengan moncong babi dan rambut pirang lengket yang melekat di kepalanya. Jika hanya dari penampilannya saja,dari jarak yang jauh pun terlihat bahwa ia mengenakan pakaian yang bagus. Pria itu adalah orang yang menatap Yue dan Shia dengan tatapan yang penuh dilumuri oleh nafsu.
Selagi Hajime berpikir, "Ini akan merepotkan", pria babi itu dengan berat bergerak dan dengan gemetar dia mendekat ke Hajime dan party-nya. Sepertinya, tidak ada waktu bagi mereka untuk lari. Meskipun Hajime sendiri tidak pernah berniat untuk lari.
Mungkin karena Rishee juga ikut merasakan kegelisahan yang terjadi, atau mungkin karena pria babi itu yang terlalu menonjol, ketika pria babi tersebut datang dengan sombongnya, Rishee sampai lupa untuk tersenyum dan "Geh!", mengeluarkan suara yang menunjukkan rasa ketidak enakan.
Pria babi itu sampai di sisi meja Hajime dan party-nya berada, kemudian ia menatap Yue dan Shia dengan senyum yang tergambarkan di matanya, dan begitu dia melihat kerah Shia ia menyipitkan pandangannya secara tidak mengenakkan. Selanjutnya akhirnya ia menatap Hajime, yang tidak pernah ia tatap sebelumnya, dan begitu Hajime terlihat menyadari dirinya, dia menunjukkan gerakkan tubuh dan mengeluarkan penawaran satu sisi dengan sikap sombongnya.
"O-Oi bocah. Aku akan memberikanmu 1 juta ruta. B-berikan kelinci itu. Dan si pirang juga. Aku akan menjadikan mereka istri mudaku. Ayo ikutlah denganku."
Mengatakan hal tersebut dengan gagap sambil dibarengi tertawa cekikikannya, pria babi tersebut mencoba untuk menyentuh Yue. Sepertinya Yue sudah menjadi miliknya di dalam pikirannya. Di saat itu, sebuah niat membunuh diluncurkan. Muka orang-orang yang berada di sekitar meja berubah menjadi pucat dan terjatuh dari kursi mereka, dan mereka mulai mati-matian bergerak menjauh dari Hajime.
Sementara, pria babi yang menerima niat membunuh itu secara langsung... ... "Hii!?", mengeluarkan teriakkan yang menjijihkan dan terjatuh dengan bokongnya, kemudian ia pun mundur selagi area di antara selangkangannya mulai basah.
Jika saja Hajime mengeluarkan niat membunuhnya yang sebenarnya, dia bisa langsung hilang kesadaran, dan karena itu adalah hal yang tak berarti dia pun mempertimbangkannya kembali.
"Yue, Shia, ayo pergi. Kita cari tempat lain."
Karena ada cairan kotor yang bocor, Hajime berdiri kemudian memanggil Yue dan Shia. Sebenarnya Hajime sangat ingin untuk membunuhnya, tetapi hal tersebut akan membuat keributan jika dia membunuhnya, dan tentu saja hal itu akan membuat Hajime menjadi tersangka penyerangan. Penjaga kota tidak akan begitu naif untuk membiarkan seorang pembunuh kabur begitu saja. Pada dasarnya, selama masih dalam dalih melindungi diri, Hajime berpikir hanya untuk membunuhnya setengah mati saja di kota ini.
Rishee hanya dapat berkata, "Eh? Eh?", sambil mengedip-ngedipkan matanya karena Hajime dan party-nya berdiri dari kursi mereka. Rishee merasa baik-baik saja karena meskipun ia berada di dalam jarak niat membunuh Hajime, ia telah dikecualikan dari target 'Pressure' miliknya. Ini adalah versi kebalikan dari 'Pressure' penunjuk yang digunakannya pada Mottou agar tidak ada orang lain yang menyadarinya. Ini adalah hasil dari latihannya. Hal yang wajar bagi Rishee untuk merasa kebingungan, itu karena ia yang berpikir betapa egoisnya pria babi itu, tiba-tiba jatuh dengan pantatnya dan mulai membasahi selangkangannya.
Ngomong-ngomong, 'Pressure' yang mempengaruhi orang-orang sekeliling Hajime memang dilakukan dengan sengaja. Itu agar orang-orang yang menatapnya sinis ketakutan dengannya. "Jangan pernah coba-coba menyentuh mereka ok?", sesuatu seperti itu. Dilihat dari betapa pucatnya wajah mereka, sepertinya Hajime tak perlu mengeluarkan peringatan lagi.
Tetapi, segera setelah ia mengeluarkan 'Pressure' dan mencoba pergi meninggalkan guild, seorang pria besar datang menghalangi jalan Hajime dkk seperti sebuah patung Niou. Dia memiliki tubuh yang sangat besar dengan berat lebih dari 100kg dengan tampilan yang berbeda dibandingkan pria babi tadi. Tubuhnya yang sangat berotot dengan pedang menggantung di pinggangnya, penampilannya seperti seorang prajurit.
Mungkin karena ia melihat sosok berbadan besar tersebut, pria babi tadi berteriak lagi diikuti dengan seruan 'kii kii' khas miliknya.
"I-itu benar, Leganid! Bunuh bocah brengsek itu! D-dia mencoba untuk membunuhku! Bunuh dia dengan perlahan!"
"Tuan muda, membunuhnya akan menjadi hal yang merepotkan. Biarkan kita buat dia setengah-mati saja."
"Lakukan! Aku tak peduli, cukup lakukan saja! Tapi jangan sakiti wanita-wanita itu! Mereka milikku!"
"Siap bos. Siapkan saja hadiahku sebanyak mungkin"
"Akan kuberikan berapapun yang kau mau! Lakukan saja secepatnya!"
Sepertinya raksasa yang dipanggil dengan nama Leganid ini disewa oleh si pria babi untuk menjadi bodyguard-nya. Dia berbicara dengan si pria babi tanpa mengalihkan pandangan matanya dari Hajime, kemudian sebuah senyum puas mengembang di wajahnya ketika dia mendengar tentang hadiah yang dijanjikan. Dia tidak mempedulikan Yue dan Shia meskipun terlihat tidak biasa. Dia tidak melirik mereka dan hanya tersenyum kepada kata hadiah.
"Ou, nak. Maaf. Aku akan setengah membunuhmu demi mendapatkan uang. Ini bukan seperti aku akan membunuhmu. Dan tentang nona-nona itu... ...serahkan saja mereka."
Setelah mengatakan itu, Leganid menyiapkan tinjunya. Dia tidak menggunakan pedangnya karena ini adalah tempat yang tak seharusnya dia menggunakannya. Sebuah kebisingan terjadi diantara para pengunjung yang lain ketika mereka mendengar nama Leganid."
"O-oi, Leganid yang kau maksud itu, apa itu si 'Hitam' Leganid?"
"Leganid si 'Angin Hitam'? Kenapa orang seperti dia mau menjadi bodyguard orang seperti itu..."
"Bukannya itu karena uang? Dia Leganid si 'Pecinta Uang' kau tahu?"
Hajime dapat membayangkan identitas orang b3sar di depannya dari bisikan-bisikan orang sekitarnya. Meskipun kelasnya tidak diketahui, tapi dia adalah petualang dengan ranking Hitam, ranking ketiga dari atas, jadi dia akan menjadi lawan yang merepotkan.
Semamgat bertarung terpancarkan dari diri Leganid. Dia pikir tak masalah untuk membuatnya setengah-mati dengan dasar perlindungan diri yang diperbolehkan, dan saat dimana ia mulai mengayunkan tinjunya, sebuah suara melerai muncul dari tempat tak terduga.
"... ...Hajime, tunggu."
"? Ada apa, Yue?"
Sebelum ia sempat menjawab pertanyaan Hajime, selagi dengan menggeret Shia mendekat menuju Hajime dan Leganid. Di saat Hajime dan Leganid diam kebingungan, Yue menjawwab sambil memandang lurus ke depan.
"... ...Biarkan kami saja yang mengurusinya"
"Eh? Yue-san, apa aku juga termasuk?"
Yue mengabaikan pertanyaan Shia. Mendengar perkataan Yue, sebelum Hajime sempat menjawab, tawa Leganid mulai meledak.
˝Gah hahahaha, nona-nona kecil seperti kalian menjadi lawanku? Itu hal yang cukup lucu. Apa? Aku akan memaafkan kalian jika kalian menjadi lawanku saat mal-˝... ...Diam Sampah” kh!?”
Sebelum Leganid sempat mengakhiri kalimat joroknya, Yue memotong perkataannya dan menggunakan Wind Blade  untuk memotong pipinya. Pusyu, sebuah suara kecil terdengar, darahnya keluar dan mulai menetes. Sepertinya itu adalah sebuah potongan yang cukup dalam. Leganid diam terpaku seperti apa yang Yue perintahkan. Karena sihir Yue terlalu cepat, dia benar-benar tidak dapat bereaksi padanya. "Kapan ia mengucapkan mantranya? Di mana lingkaran sihirnya?" pikirnya, selagi dia menganalisa dengan mengeluarkan keringat dingin dari tubuhnya.
Hajime yang tak mengerti apa yang Yue maksud mulai memandang Shia yang juga tak mengerti maksud Yue dan pembicaraan pun berlanjut.
"Kami akan menunjukkan padanya bahwa kami bukan seorang putri yang hanya bisa dilindungi."
"Aa, aku mengerti. Kami akan menunjukkan padanya bahwa kami juga bisa membalas dengan yang lebih sakit."
"... ...Itu benar. Karena kita akhirnya ada di sini, aku akan menggunakannya."
Sambil mengatakannya, Yue memandang Leganid dengan pandangan yang sangat menakutkan dan menunjukkan jarinya padanya.
"Baiklah, aku mengerti apa yang kau coba untuk katakan. Pastinya, jika seorang putri yang mereka sukai sebenarnya ada makhluk yang buas, itu akan menyadarkan mereka. Untungnya akan ada banyak saksi... ... Um, bukannya itu bagus?"
Hajime setuju dengan usulan Yue dan bergerak mundur dengan seringai di mulutnya. Setelah Yue memastikan Hajime telah mundur, Yue mengirimkan sinyal mata ke Shia yang ada di sampingnya. Shia yang dapat membaca sinyal itu, mengambil Doryukken yang ada di punggungnya, kemudian seperti tanpa beban, ia memutarkannya sekali hanya dengan satu tangannya.
"Oioi, apa yang nona dari suku kelinci kelinci ini bisa lakukan? Karena permintaan klien-ku dapatkah kalian tetap diam saja?"
Tanpa mengalihkan pandangannya dari Yue, Leganid mengatakan itu pada Shia. Akan tetapi, Shia mengabaikan perkataan Leganid dan berbalik menyarankannya.
"Pedang panjang yang ada di pinggangmu. Bukankah harusnya kau mencabutnya? Meskipun aku memberimu keringanan, akan berbahaya jika kau tetap bertangan kosong?"
"Hah, omong kosong dari Usagi-chan. Tuan muda! Maaf, tapi ampuni aku untuk satu atau dua goresan!" (Usagi=Kelinci)
Leganid tidak memperhatikan Shia dan lebih berfokus pada Yue, sementara itu pria babi yang masih di dekatnya tidak memberikan sanggahan apapun. Tentunya, dia menilai bahwa akan sulit untuk mengalahkan Yue tanpa melukainya. Akan tetapi, Leganid seharusnya menyadarinya. Jika dia memikirkannya dengan akal sehat, dia harusnya merasakan perbedaan antara budak yang disayangi dengan kekuatan dari suku manusia kelinci yang memegang Warhammer, dia seharusnya menyadari seberapa jauh perbedaan kekuatannya dengan Shia terpebih setelah menyaksikan sendiri kekuatan Hajime dan Yue.
Tanpa berkata apaapun, Shi memegang Doryukken yang ada di dekat pinggangnya... ...dan tiba-tiba menerjang ke depan. Kemudian ia berada di hadapan Leganid.
"Kh!?"
"Yaa"
Sambil mengeluarkan suaranya yang menawan, ia merubah sikapnya menjadi garang dan mengayunkan Sledgehammer super beratnya itu. dan itu mencapai dada Leganid yang tenggelam dalam ekspresi keheranan. Dengan segera sebelum menjadi serangan telak, Leganid dapat menyilangkan kedua tangannya untuk bertahan, tetapi...
(Bukannya ini terlalu berat!?)
Dia tak dapat melakukan apapun meski telah menguatkan dirinya, jadi dia melompat ke belakang untuk mengurangi dampak serangan, tetapi ayunannya terlalu keras hingga membuat usahanya menjadi sia-sia. Akibatnya,
GUSHA!
Bersamaan dengan suara itu, Leganid terhempaskan dengan punggungnya yang menghantam tembok guild. Dibarengi dengan suara teriakkan, Leganid memuntahkan seluruh udara dari paru-parunya dan dari sudut pandanganya, dia melihat sosok Shia bersamaan dengan hilangnya keinginan bertarungnya. Dari yang terlihat, sepertinya Shia pikir Leganid dapat menahan beberapa serangannya lagi.
Untuk seorang petualang dengan ranking 'Hitam' sepertinya untuk dapat dikalahkan oleh seorang gadi dari suku manusia kelinci fakta bahwa ia kehilangan keinginan bertarungnya, Leganid hanya bisa menertawai dirinya sendiri. Dia menunjukkan senyuman dengan kerutan yang menunjukkan kesakitannya dan mencoba berdiri menggunakan tangannya, tapi karena rasa sakit yang begitu tajam dia pun ambruk. Ketika dia melihat sumber dari rasa sakitnya, dia dapat melihat tangannya yang hancur.
Untungnya, hanya tangan kanannya saja yang hancur, jadi dia mencoba untuk berdiri menggunakan tangan satunya sambil menahan rasa sakitnya itu. Meskipun pandangannya masih kabur, dia berhasil untuk memberdirikan kakinya. Meskipun itu hal yang tak berarti, jika saja dia tak melompat ke belakang sebelumnya, dia mungkin tak dapat berdiri kembali.
Akan tetapi, itu bukaan waktu yang pas untuknya berdiri. Meskipun Leganid berhasil setengah berdiri karena tekadnya, ketika dia melihat sosok Yue dengan tatapan dinginnya sementara tangan kanannya tepah hancur, dia hanya dapat mengumpat di dalam hatinya.
(Tuan muda, maafkan aku, ini terlalu tidak menguntungkan)
Dengan segera, Leganid pun merasakan pelajaran berharga dan terburuk 'menari di angkasa' untuk pertama kali dalam hidupnya.
"Didekap oleh angin, menari dan dihamburkan bagai bunga dan terjatuhlah "Wind Flower""
Itu adalah sihir original nomor 2 buatan Yue, sebuah sihir gabungan yang menggabungkan sihir gravitasi dan 'Wind Burst', sebuah sihir yang menembakkan meriam angin. Dengan bebas mengendalikan beberapa bola angin, bola-bola tersebut akan terus mengelilingi target dan terus-menerus menjatuhinya di bawah medan gravitasi untuk mengahancurkannya. Itu adalah sihir canggih yang menjadikan target samsak di udara bagaikan mereka diterbangkan bersamaan. Ngomong-ngomong, yangbterjadi barusan persis seperti mantra yang diucapkan oleh Yue.
Ketika jurus yang berat sebelah itu terselesaikan, Leganid, gusha, terjatuhkan ke lantai dengan suara tak mengenakkan dan tanpa bergeming.  Sebenarnya, dia sudah kehilangan setelah beberapa serangan, tapi meskipun ia mengetahuinya, Yue tetap menyerangnya tanpa belas kasihan, terutama dia memusatkan serangannya pada selangkangannya sehingga membuat lelaki di sekitar mereka ketakutan menutupi selangkangannya. Terhadap serangan yang brutal dannkejam itu, Hajime di belakang hanya mengucapkan "Ow", dengan suara gemetaran dan ngeri.
Dua tontonan secara berurutan telah selesai. Dan kini hanya keheningan yang tersisa di dalam guild. Bahkan tak seorang pun yang mencoba untuk bergerak, mereka hanya dapat memandangi Hajime dan party-nya. Jika seseorang mencoba untuk melihat lebih cermat, orang-orang yang merupakan pekerja di guild mencoba untuk menghentikan pertarungan, tetapi ketika mereka sampai di kafe, mereka bahkan terpaku tak berani untuk menyentuh Hajime dan party-nya. Sepertinya bahkan pertunjukkan tadi juga mengejutkan orang-orang yang telah melihat berbagai macam petualang.
Ketika semuanya tertegun, perlahan kesunyian pun sirna, Hajime tsuka tsuka, mulai berjalan. Semua pandangan tertuju pada Hajime. Dan arah di mana Hajime berjalan adalah menuju... ...ke pria babi.
"Hii! M-menjauhlah! K-kau pikir siapa aku! Aku adalah Poom Ming! Kau telah menantang Baron Ming!"
"... ...Minta maaflah kepada seluruh pemilik nama tersebut di dunia ini, Babi!"
Sosok para pemilik nama tersebut muncul di benak Hajime ketika dia mendengar namanya, itulah kenapa dia mengerutkan mukanya dan menginjak-injak mukanya yang telah terjatuh dengan angkuhnya.
"Pugya!?"
Dia mengeluarkan suara seperti babi saat wajahnya terhimpit di antara lantai dan alas sepatu Hajime. Kemudian mishi mishi, tengkoraknya mengeluarkan suara itu yang membuatnya menjadi semakin berteriak ketakutan. Setelah itu, karena suaranya yang mengganggu, semakin dia berteriak, suasana semakin bertambah tertekan. Mukanya semakin bertambah jelek, mata dan hidungnya tak kelihatan tertutupi kedua daging pipinya. Sebelum bertambah lama, mungkin karena dia sadar sakitnya semakin bertambah seiring kerasnya teriakannya, dia mulai untuk diam. Yah, meskipun ada kemungkinan dia telah kehilangan kekuatannya untuk berteriak lagi.
"Oi babi. Jangan pernah kau tunjukkan mukamu di hadapanku lagi. Tak peduli apakah kau terlibat secara langsung atau tidak... ...Tidak akan ada yang selanjutnya lagi."
Meskipun Poom masih diinjak-injak oleh Hajime, dia mencoba mengangguk dengan gemetaran dan putus asa. Akhirnya, dia pun kehilangan kekuatan untuk menggertak lagi. Hatinya benar-benar telah hancur. Akan tetapi, Hajime tidak senaif itu untuk membiarkannya pergi hanya dengan sejauh ini. Untuk tidak menjadi 'Kau melupakan panasnya setelah melewati tenggorokan'-nya begitu saja, ketqkutan yang sementara tidaklah cukup. Karena membunuhnya bukanlah pilihan, jadi sebagai gantinya Hajime akan menanamkan rasa takut yang tidak akan pernah dilupakannya selamanya.
Karena itu, dia mengangkat kakinya sedikit, kemudian Hajime mentransmutasikan alas kakinya menjadi berduri dan menginjak-injaknya lagi dengan kuat.
"Gyaaaaaaaaa!!"
Duri-duri itu menusuk muka Poom dan membuat beberapa lubang, Ditambah, salah satu matanya ikut tertusuk dan memuncratkan banyak sekali darah. Poom sendiri dengan segera pingsan karena sakit yang dirasakannya. Ketika Hajime menyingkirkan kakinya, yang dilihatnya adalah sesuatu yang tragis... ... Tidak, wajah aslinya memang sudah terlihat tragis dari awal jadi tidak ada begitu banyak perubahan, untuk sekarang, muka Poom yang dilumuri darah pun dilepaskan.
Hajime dengan ekspresi wajah yang entah bagaimana terlihat lega, pergi menuju Yue dan Shia. Yue dan Shia menyambut Hajime dengan senyuman yang cantik.
Kemudian, Hajime berjalan menuju ke samping pemandu; Rishee yang tersenyum dengan kebingungan.
"Baiklah, pemandu-san, tolong antarkan kami ke tempat tujuan."
"Hahih! B-baiklah, itulah yang bisa kukatakan..."
Mungkin karena ia dapat merasakan kengerian dari senyum Hajime, Rishee pun kebingungan. Ekspresinya mengatakan bahwa iantak mau berurusan dengan mereka. Setidaknya, itu karena Hajime dan party-nyq tidaklah normal. Hajime, yang telah menebak hal itu, berpikir menemukan pemandu baru setelah keributan barusan qkan menjadi hal yang merepotkan, jadi dia tidak akan membiarkan Rishee untuk pergi.
Menyadari maksud Hajime, Yue dan Shia pun berdiri di samping Rishee, "Hiiin!", adalah teriakan penderitaan yang dikeluarkannya.
Dan penyelamatnya pun muncul, meskipun itu sudah terlalu terlambat, petugas guild pun muncul.
"Umm, maafkan aku, tapi mohon kerja samanya untuk kami mintai keterangan."
Seorang petugas pria memberitahukan Hajime, lalu tiga orang petugas lainnya ikut mendekat dan mengelilingi Hajime dan party-nya. Akan tetapi, mereka terlihat agak kaku. Beberapa dari mereka melihat ke apa yang telah terjadi pada Leganid dan Poom.
"Meskipun kau menanyaiku, babi itu mencoba untuk merampas temanku, kemudian saat aku menolaknya, dia kehilangan kendali dan mencoba untuk menyerang kami jadi aku hanya membalasnya. Itu semualah yang terjadi, tidak ada yang perlu dijelaskan lagi. Nona pemandu dan pengunjung lainnya adalah saksinya. Khususnya para pria dekat meja itu yang mendengarkan kita dengan penuh perhatian, benar?"
Ketika Hajime mengatakan itu, matanya menatap mereka dengan tatapan yang seolah mengatakan "Kau tau apa yang akan terjadi pada lehermu jika kau mencoba berbohong ok?" dan itu membuat mereka berkali-kali mengangguk dengan kencang.
"Meskipun kami tau hal itu, itu adalah keributan yang terjadi di dalam guild, jadi kami akan menilai dengan adil setelah mendengarkan pendapat dari kedua belah pihak... ...ini adalah hal yang perlu dipatuhi oleh para petualang..."
"Kedua belah pihak... ...Huh"
Hajime mengalihkan pandangannya pada Poom dan Leganid. Sepertinya mereka tidak akan segera bangun dalam waktu dekat. Meskipun pekerja guild telah memanggil para healer, mereka sepertinya akan bangun dalam waktu 2 atau 3 hari."
"Sampai mereka bangun, kau pikir kami akan menunggu sampai saat itu? Bukannya kami korbannya di sini... ...haruskah aku membawanya ke luar kota dan membunuhnya di sana?"
Hajime memberikan tatapan menyalahkan kepada para petugas guild. Terhadap tuduhan sepihak yang diberikannya, salah satu petugas pria pun mengatakan, "Tolong jangan pandang kami seperti itu, itu sudah menjadi tugas kami jadi tak ada yang dapat kami lakukan lagi.", dengan tatapan putus asa. Selanjutnya, mendengar kalimat terakhir yang dibisikkan oleh Hajime, mereka mencegahnya dalam kepanikan.
Hajime, meskipun dengan perasaan enggan, mendekati Poom dan Leganid untuk membangunkan mereka meskipun berakhir dihentikan oleh para petugas dan mereka berdebat, kemudian tiba-tiba, terdengar sebuah suara yang berwibawa.
"Ada apa ini? Apa yang baru saja terjadi?"
Ketika kau melihat ke sumber suara, itu adalah sosok seorang bertubuh ramping, seorang pria berkacamata yang mengeluarkan atmosfir kecerdasan menatap Hajime dan party-nya dengan matanya yang tajam.
"Kepala sekretaris Datt! Kau datang di waktu yang tepat! Apa yang terjadi barusan adalah..."
Petugas itu pikir itu adalah keberuntungan dan memanggil kepala sekretaris Datt. Ketika Datt selesai mendengarkan cerita dari petugas, dia memberikan tatapan tajam pada Hajime dan party-nya.
Sepertinya, mereka masih belum dapat dibebaskan.