Neurotic dan DanDan


“Aku ingin pergi ke tempat terpencil untuk berlatih. Apa itu tidak masalah buatmu, Doll?”

Aku sudah memikirkannya cukup lama. Bagaimana harus menjelaskannya, ya? Aku tidak ingin mengenakan topeng, tetapi aku juga tidak ingin terjerat dalam masalah.

“Doll tidak masalah dengan apa pun yang kau putuskan,” jawab Doll sambil tertawa. Wibawa anggun seorang putri yang tadi sempat muncul entah sudah menghilang ke mana. Aku mengusap daguku, menggumamkan “mm” samar, lalu berjalan dalam diam. Doll mengamati reaksiku yang dingin, tetapi tidak mengatakan apa-apa dan hanya mengikutiku dari belakang. Dengan begitu, kami berdua melanjutkan perjalanan hampir tanpa bertukar kata. Aku berniat mencapai Valley of Wandering Nymphs secepat mungkin dan melampiaskan kekesalanku melalui pertarungan.

Baru setelah kami sampai di lembah itu, Doll akhirnya berbicara, terkesiap kagum, “Indah sekali di sini! Tempat apa ini?” Pemandangannya memang menakjubkan. Aku menatap hamparan bunga tanpa ujung. Ada yang berkilau bersih seperti salju, ada yang merah muda hingga menimbulkan rasa gemas, dan ada pula yang berwarna ungu lembut penuh misteri. Di antara bunga-bunga itu berdiri beberapa pohon sakura yang sedang mekar sempurna. Kelopaknya beterbangan di seluruh lembah, memperkuat kesan keindahan bak utopia.

Aku menjawab dengan lembut, “Valley of Wandering Nymphs—Lembah para Peri Pengembara.”

--->Lanjutan