Tetap Tenang (1)
Ketika Cale mencoba beristirahat di kamarnya, orang lain yang juga sulit dia hadapi datang menemuinya.
“Tuan muda,” kata sang pembunuh bayaran dengan senyum lembut.
“Ron.” Cale menatap cangkir teh yang Ron letakkan di depannya tanpa suara. “Teh lemon sebelum tidur?”
“Ya, tuan muda.”
Si rambut merah tidak terbiasa minum teh lemon sebelum tidur, dan dia juga tidak terlalu ingin meminumnya. Namun tetap saja, dia mengangkat cangkir teh itu tanpa mengeluh. Saat dia menyesap teh tersebut, dia merasakan tatapan Ron tertuju padanya.
“Tuan muda, bolehkah saya mengajukan sebuah permintaan?”
Cale tersedak teh, matanya langsung membelalak. Kepalanya tersentak menoleh ke arah Ron. “Apa? Permintaan?”

0 Comments
Posting Komentar