Prolog


Tuan Fran, Rozemyne, kembali dari kastil. Dia masih belum merasa nyaman di sana, karena baru saja naik dari rakyat jelata menjadi anak angkat archduke, tetapi ketika dia kembali ke kamar pribadinya untuk menikmati teh, kecemasan di wajahnya langsung mencair.

Fran, yang telah menuangkan teh, menafsirkan hal itu sebagai tanda bahwa dia ingin bersantai, sehingga dia pun melangkah mundur satu langkah.

“Jadi, Fran—bagaimana menurutmu tentang aku menambah lebih banyak asisten?” tanya Rozemyne tiba-tiba.

Fran memaksakan senyum tipis sementara pikirannya berpacu mencoba memproses pertanyaan itu. Dia perlu memahami apa yang mendorong Rozemyne menanyakan hal tersebut sebelum memberikan jawaban; kalau tidak, tuan mudanya yang masih kecil itu pasti akan melaju ke arah yang konyol seperti yang sudah sering dia lakukan sebelumnya. Fran tidak akan pernah melupakan saat Rozemyne pernah mencoba menerima setiap anak yatim sebagai asisten hanya agar mereka punya alasan untuk meninggalkan panti asuhan.

“Lady Rozemyne, bolehkah saya bertanya dari mana pertanyaan ini muncul?” jawab Fran.

--->Lanjutan