Festival Panen


Saat fajar menyingsing, biara langsung berubah menjadi sarang lebah yang sibuk. Menjelang akhir pagi, tempat ini akan ditutup, jadi staf dapur bekerja tanpa henti menyiapkan sarapan dan makan siang sementara semua orang bergegas merapikan barang-barang. Sarapannya roti dan sup, diletakkan di meja agar bisa disantap siapa pun yang sempat.

Para biarawan menumpuk kasur, peralatan makan, dan kebutuhan dasar lainnya ke dalam kereta sambil mengosongkan kamar mereka. Para prajurit membereskan kamar dan tempat tidur mereka sendiri, sedangkan orang-orang dari Firma Glberta bersiap untuk urusan dagang berikutnya. Dan aku? Aku hanya akan menjadi penghalang jika berada di tengah kesibukan itu. Karena itulah, setelah Monika dan Gil menyajikan makanan untukku dan Brigitte, kami segera bersembunyi di kamarku. Satu-satunya yang bisa kulakukan hanyalah menunggu sampai semuanya siap untuk keberangkatanku.

“Lutz, kupercayakan bengkel padamu. Bengkel Ingo seharusnya segera menyelesaikan bahan-bahan untuk kerajinan musim dingin itu, bukan?”

“Benar. Selain itu, saya ingin meminta Ingo menyempurnakan mesin cetak. Apakah itu diperbolehkan?”

“Tentu saja.”

Silakan saja! Semakin banyak perbaikan, semakin baik! pikirku. Senyum lebar yang terukir di wajah Lutz membuatku yakin dia menangkap maksudku dengan jelas.

--->Lanjutan