Mendiskusikan Festival Panen


Dengan tusuk rambut yang diberikan Ibu dan Tuuli terpasang di rambutku, tibalah waktunya aku menghadapi upacara pembaptisan musim gugur. Saat upacara kedewasaan di musim panas, aku telah mengatakan kepada anak-anak bahwa mereka harus berdoa dengan sungguh-sungguh atau mereka tidak akan menerima berkat. Tampaknya peringatanku itu telah menyebar ke seluruh kota, karena bahkan anak-anak yang masih sekecil diriku pun kini berdoa dengan wajah serius.

Aku memberi mereka berkat sambil memuji iman mereka di dalam hati, dan dengan itu upacara pun berakhir. Namun, aku mau tidak mau merasa sedikit murung karena tidak bisa melihat keluargaku.


“Kita akan mengadakan rapat pada lonceng ketiga hari ini. Mohon ikut dengan saya ke ruang rapat.” Keesokan harinya, Fran menyampaikan pengumuman itu secara mendadak, membuatku memiringkan kepala dengan bingung.

“Aku belum pernah mendengar ada rapat yang diadakan di kuil sebelumnya. Rapat tentang apa ini?”

--->Lanjutan