Pasukan Bunuh Diri

(Penerjemah : E-Chan)


Saat Eto dan party-nya kembali ke penginapan setelah melakukan pertempuran malam melawan Goblin, seorang karyawan Guild menunggu mereka di sana. Dia berada di sana untuk memberitahu Eto bahwa Grand Master memintanya untuk mengunjungi guild saat siang. Dan karena dirinya dikecualikan dari pertempuran bertahan malam itu, Eto memutuskan untuk bersedia dipanggil di guild dan beristirahat hingga tengah hari.

Saat dia memasuki guild dipandu oleh karyawan guild, Eto melihat para petinggi kerajaan seperti kapten kesatria, pemimpin angkatan sihir , jenderal dari para tentara, dan pemimpin benteng berkumpul di sana. Tapi apa yang membuat Eto paling terkejut adalah bahkan perdana menteri Bismarck, yang merupakan pejabat negara tertinggi yang mendukung sang raja, juga ada di situ. Walaupun Eto hanya  berkenalan dengannya saat dia masih di rombongan Hero, kabarnya Bismarck adalah pria yang sangat berbakat dengan kepribadian tegas sampai-sampai dia disebut-sebut sebagai perdana menteri yang tak ada tandingannya.

“Jadi, kau sudah datang. Eto-kun, kau dan party-mu bisa duduk di sana.”

Dari betapa seriusnya Trie terlihat, Eto tahu bahwa situasinya benar-benar menjadi semakin darurat.

Eto khawatir apakah tidak masalah dia di tempat ini bersama orang-orang penting ini, tapi karena dia diminta untuk duduk, dia pikir akan tidak sopan untuk menolaknya, jadi dia pun duduk seperti yang diinstruksikan. Dan anggota party-nya juga duduk di sebelahnya.

Kelihatannya di antara orang-orang yang berkumpul di sini, party Eto adalah yang terakhir muncul. Duduk di dekat mereka adalah dua party tingkat A yang pernah dia bicarakan sedikit di guild sebelumnya. Ya, dua party tingkat A dan party tingkat B Eto saat ini adalah para petualang terbaik yang dimiliki ibu kota kerajaan.

Karena invasi Goblin, semua jalur yang menghubungkan antara kota lain dengan ibu kota pun tertutup. Walaupun para Goblin tidak menyerang saat siang hari, dengan gerombolan besar Goblin yang mengintai di lingkungan sekitar, bahkan para petualang pun tidak bisa pergi ke mana-mana. Hanya dua party tingkat A yang kebetulan tersisa di ibu kota ketika invasi itu terjadi. Walaupun ada party tingkat B yang lain, hanya party Eto yang memiliki kekuatan tempur yang setara dengan party tingkat A.

“Alasan kenapa kami mengumpulkan semua orang di sini adalah karena kami memiliki rencana untuk mengakhiri invasi Goblin ini. Aku yakin semua orang sudah tahu bahwa gerombolan-gerombolan Goblin telah menyerang ibu kota selama seminggu berturut-turut sejak serangan pertama mereka. Sekalipun mereka tidak menyerang di siang hari, jika ini terus berlanjut, maka ibu kota pasti akan lumpuh. Kelelahan dari sisi pertahanan juga sudah mencapai tingkat yang tidak bisa diabaikan. Karena itulah, untuk mengakhiri situasi ini, kami mengusulkan untuk membentuk pasukan bunuh diri.”

Dengan ekspresi suram, Trie menjelaskan alasan kenapa dia memanggil mereka ke sini. Tidak perlu dikatakan lagi, perdana menteri dan para pemimpin lainnya dari kerajaan ini mungkin sudah tahu tentang rencana Trie lebih dulu. Mereka semua menatap tajam dalam keheningan, mempertahankan sikap tunggu-dan-lihat.

“Apakah kami para petualang menjadi satu-satunya yang berpartisipasi dalam pasukan bunuh diri itu?” 

Zenith, pimpinan dari party tingkat A Arrow of Light, bertanya. Dia menyipitkan mata, seakan mencoba menentukan niat sebenarnya dari para petinggi yang menghadiri rapat ini. Dan ekspresinya mengatakan bahwa dia tidak bisa menerima fakta bahwa hanya para petualang yang dikorbankan dalam rencana itu.

“Tujuan dari pasukan bunuh diri ini adalah untuk mengalahkan pimpinan para Goblin. Dengan demikian, pusat dari tim adalah para petualang, yang sudah terbiasa menaklukan monster. Selain para petualang, angkatan kesatria juga akan mengirimkan 10 anggota elit, sementara angkatan sihir akan mengirimkan lima anggota. Sebagai tambahan, para kesatria dan Tentara Kerajaan akan membentuk satu regu yang terdiri dari 2.000 anggota kavaleri untuk membuka jalan bagi pasukan untuk langsung menuju ke pimpinan para Goblin.”

“Dan petualang yang akan ikut serta adalah kami dari Shrine of Aragami, Arrow of Light dan mereka?”

Aram, ketua dari  Shrine of Aragami, yang dikenal karena menggunakan perisai besar, bertanya. Dan pandangannya tertuju pada Eto serta party-nya. 

“Itu benar. Walaupun party Eto tingkat B, mereka memiliki kekuatan yang setara dengan party tingkat A. Dan kurasa kalian juga tahu itu. Maksudku, aku yakin kalian tidak pernah mendengar sebuah party tingkat B yang bisa menyapu habis sekawanan Wyvern tanpa terluka sebelumnya. Fufu, kuharap mereka bisa memberi party mereka sebuah nama yang bisa kita panggil dengan mudah, walau begitu,” kata Trie, pipinya mengendur sembari melihat Eto dan party-nya.

“Aku mengerti apa yang Trie-sama ingin katakan. Dan karena tujuan dari pasukan bunuh diri ini adalah pimpinan para Goblin itu, tolong beritahu kami informasi yang saat ini kita punya mengenai hal itu.”

Eto pun menunda jawabannya mengenai keikutsertaan party-nya dalam pasukan bunuh diri ini. Itu karena dia merasa perlu mendapat informasi sebanyak mungkin tentang si goblin berkulit putih itu, karena mereka tidak punya cukup info untuk menyusun rencana mengalahkannya.

Kemudian, Trie dan Sidrake menjelaskan pada mereka tentang si goblin bermata merah dan berkulit putih yang tim investigasi telah saksikan. Dan sepertinya, mereka sudah menamai goblin tersebut  Mata Merah.

Mata Merah tidak pernah menunjukkan dirinya sendiri di penyerbuan malam, dan keberadaannya dipastikan hanya berdasarkan laporan-laporan dari tim investigasi. Selain dari itu, Sorano juga diminta Puke untuk menceritakan tentang cerita rakyat para elf. Akan tetapi, sekalipun mereka tahu bahwa makhluk itu bisa menggunakan sihir yang hebat, mereka masih tidak punya cara untuk mengatasinya tanpa tahu sihir jenis apakah itu. Dengan demikian, bisa dipastikan bahwa mereka tidak punya cukup informasi untuk merancang sebuah rencana.

“Dengan kata lain, kita hanya punya sedikit informasi tentang Mata Merah. Aku tahu ini sangatlah tidak bertanggung jawab bagi guild untuk secara sepihak memberikan para petualang sebuah misi penaklukan sesosok lawan yang bahkan tidak banyak kita ketahui. Akan tetapi, jika situasi ini terus berlanjut, ibu kota akan hancur. Dan di tengah-tengah situasi ini di mana kita tidak tahu berapa banyak Goblin yang sedang menunggu di luar sana, mengalahkan raja mereka tidak diragukan lagi adalah salah satu strategi yang paling efektif untuk mengakhiri ini. Karena itulah, aku tidak akan mengatakan hal yang menyebalkan seperti ini adalah kewajiban kalian semua sebagai para petualang. Aku hanya ingin kalian semua memikirkan baik-baik tentang bagaimana kalian bisa meningkatkan kesempatan kita bertahan hidup sebelum memutuskan. Imbalan untuk misi ini adalah 5 juta per orang, dan tambahan 10 juta per orang jika misi ini berhasil.”

Seakan-akan penuh semangat, nada bicara yang Trie gunakan menjadi kasar. Mungkin karena nalurinya saat dia masih menjadi seorang petualang telah bangkit kembali.

Dan mendengar apa yang Trie katakan, para petualang terkejut dengan imbalan tinggi yang guild sediakan untuk misi itu. Akan tetapi, seperti yang diduga dari petualang tingkat A. Mereka mulai mendiskusikan resiko dan imbalan dari bergabung pasukan bunuh diri, dan apa yang akan terjadi pada ibu kota jika situasinya berlanjut.

Saat Eto melihat anggota-anggota party-nya, mereka semua hanya menatap matanya dan mengangguk. Melihat hal itu, dia berterima kasih pada anggota party dari dalam lubuk hatinya yang terdalam.

“Kami akan berpartisipasi. Jika ini berlanjut, kehancurannya mungkin akan menyebar ke kota asal kami, bagaimanapun, Dengan bantuan dari para petinggi kerajaan, kami harus mengalahkan para Goblin secepat mungkin.”

Aram mengumumkan partisipasi party-nya dengan pasukan bunuh diri. Eto pernah mendengar bahwa kampung halaman Aram dan party-nya adalah sebuah desa kecil di sebelah barat ibu kota. Dan Aram mengatakan bahwa ada sebuah tempat di mana seorang Dewa lokal bernama Aragami berdiam di sana, dan dari situ juga dia mendapatkan nama untuk party-nya.

“Kami juga akan bergabung dengan pasukan bunuh diri. Karena kalau terus seperti ini, situasinya perlahan akan memburuk, dan sebagai petualang tingkat A, tidak mungkin kami lari dari hal itu,” Zenith juga berkata demikian, mengikuti Aram. Anggota lain dari party-nya juga sudah menetapkan tekad.

Party-ku juga akan bergabung dengan pasukan bunuh diri. Dengan demikian, kurasa akan lebih baik jika anggota dari pasukan bunuh diri untuk merasakan sihir pendukungku lebih dulu aga mereka terbiasa. Selama aku meningkatkan kekuatan semua orang dengan sihir pendukungku, aku yakin kekuatan serangan dan tingkat bertahan hidup kita akan meningkat.”

Eto juga menyatakan keikutsertaannya dalam pasukan bunuh diri. Walaupun resikonya tinggi, jika mereka hanya menunggu, situasinya pasti akan memburuk. Dengan demikian, Eto berpikir selama para kesatria dan tentara masih memiliki banyak prajurit, mereka harus mencoba rencana apapun untuk menghindari invasi ini.