Kompensasi atas pertaruhan kehidupannya
(Bagian 2)

(Penerjemah : Zerard)


Hunter bukanlah satu-satunya yang mengunjungi reruntuhan. Perusahaan juga menghabiskan sejumlah besar uang dan mengirimkan pasukan ke reruntuhan. Banyak yang lain melanjutkan mengumpulkan relik, terkadang saling membantu dan terkadang saling membunuh. Reruntuhan ini tidaklah sepadan. Tidak sampai semua orang memutuskannya.

Walaupun begitu, kriteria untuk menilai bahwa “Ini tidak sepadan” sangatlah berbeda tiap orangnya.

Pertama, para perusahaan mundur. Pasukan pribadi dari perusahaan telah menginvestasi banyak dana dalam penanganannya, dan perlengkapan dan kemampuannya sangatlah begitu tinggi. Sebagai hasilnya, kerusakan yang dihasilkan dari kematian seorang anggota juga akan berpengaruh sangat besar. Dengan pengecualian sebuah relik yang sangatlah sulit untuk didapatkan dan menjadi perebutan antara sesama pasukan perusahaan, seperti alat produksi perlengkapan yang terbuat dari Dunia Lampau yang tidak dapat dibuat dengan teknologi saat ini, mereka akan menyerah cepat dan mundur. Relik bisa dapat di beli dari para hunter dengan uang. Organisasi yang memiliki banyak dana, seperti perusahaan, jika mereka dapat membelinya dengan uang, mereka akan menyelesaikannya dengan uang.

Setelah itu, hunter tipikal yang mundur dari pernegosiasian. Mereka menganalisa ancaman monster dan hadiah yang akan mereka dapatkan dari relik yang akan mereka bawa kembali, mereka membandingkan dan mempertimbangkan keuntungan dan kerugian, dan mundur dengan cepat.

Dan akhirnya, mereka yang kuat dan mereka yang tidak kompeten akan mundur dari negosiasi. Terdapat mereka akan terus melanjutkan menghalau para monster hingga menit terakhir dengan kemampuan mereka dan meneruskan mengoleksi relik, dan mereka yang tergoda oleh keserakahan dan mati pada waktu yang salah.

Oleh karena itu, relik mahal terus berkurang dari reruntuhan, dan mayat terus bertumpuk di sana. Dan ketika tempat ini telah dinilai tidak sepadan oleh semua orang, berdasarkan jumlah relik yang ditemukan dan jumlah mayat yang semakin bertumpuk, reruntuhan ini akhirnya menjadi terbengkalai. Terdapat beberapa relik mahal di reruntuhan yang Akira tengah jelajahi. Relik itu menjadi bukti bahwa tempat ini adalah zona berbahaya yang bahkan hunter bersenjata lengkap telah mengabaikannya dan menyebutnya tidak menguntungkan.

Akira telah menginjakkan kaki di dalam tempat yang benar-benar tidak dapat di jangkau di mana monster perkasa berkeliaran bebas.

Akan tetapi, Akira tidak memahami nilai dari sebuah relik. Dia mengikuti instruksi Alpha dan memasukkan semua benda itu ke dalam bungkus kertas. Bungkus kertas ini juga ditemukan di tempat ini. Bungkus yang dia siapkan sebelumnya tidak dapat menyokong beban dari relik ini dan akan robek.

Akira terlihat gelisah pada bungkus kertas yang penuh dengan relik yang akan dia bawa pulang ini. Kertas berbelanja itu tampak cukup tipis dan tidak terlalu kokoh.

  • Apa ini nggak akan robek sampai aku kembali ke kota?

Tidak masalah. Bungkus kertas ini juga di buat di Dunia Lampau. Dengan kata lain, ini adalah relik Dunia Lampau. Kertas ini lebih kuat dari yang terlihat, jadi jangan khawatir.

  • Begitu. Teknologi Dunia Lampau, ya. Hebat ya?

Akira melihat ke dalam bungku itu kali ini. Bungkus kertas itu penuh dengan relik yang dipilih secara teliti oleh Alpha.

Satu pisau dengan sarungnya. Terdapat beberapa bagian mekanikal yang tidak diketahui kegunaannya. Terdapat beberapa kota yang katanya adalah obat restorative. Sebuah benda yang terlihat seperti perban. Sesuatu yang terlihat seperti jam tangan. Dan beragam barang lainnya di dalam.

Sedangkan untuk pemilihan teliti, semua benda itu adalah benda yang dapat di bawa oleh anak kecil seperti Akira. Oleh karena itu, semua benda itu adalah barang kecil.

Tanpa mengetahui mengapa, Akira mengeluarkan pisau dari sana dan mengangkatnya. Pisau itu memiliki bentu yang biasa yang bahkan tidak akan aneh jika pisau ini di jejerkan di warung pinggir jalan. Ketika dia menarik pisau dari sarungnya, sebuah mata pisau bundar muncul. Pisau ini tampak seperti tidak bisa memotong sama sekali.

  • …Pisau ini juga di buat di Dunia Lampau, kamu bilang? Apa yang hebat tentang pisau ini? Kelihatannya biasa saja.

 Pisau ini seharusnya adalah sebuah benda yang dapat memotong dengan baik. Pisau ini memiliki gawai pengaman, tapi untuk saat ini, jangan kamu perlakukan sembarangan.

  • Baiklah.

Akira memasukkan pisau ke dalam bungkus kertas.

Masih terdapat cukup ruang di dalam bungkusan untuk di isi, dan ini tidaklah terlalu berat.

  • ..Masih ada tempat untuk sesuatu yang lain. Apa aku perlu mengambil beberapa benda, kemudian kembali?

Dia telah datang sejauh ini. Dia ingin membawa semuanya jika memungkinkan. Alpha menggelengkan kepala dengan ekspresi serius mendengar ucapan Akira.

Tidak boleh. Itu sudah batasannya. Kalau kamu bertemu dengan seekor monster dalam perjalanan pulangmu, mustahil kamu bisa melarikan diri darinya. Kalau barang yang kamu bawa besar atau berat dan kamu terlambat untuk melarikan diri, kamu akan mati. Jangan serakah.

Akira menyanyangi nyawanya. Dan telah memutuskan untuk mengikuti instruksi Alpha sebanyak mungkin. Walau berpikir bahwa ini sangat di sayangkan, Akira mengangguk dan membuang keserakahannya.

  • Aku mengerti. Jadi berapa jumlah harga ini semua?

Itu adalah sesuatu yang bahkan aku tidak tahu. Harga pembelian dari relik juga berfluktuasi berdasarkan dari permintaan. Dan juga, kamu tidak akan menjual semuanya. Sisakan pisaunya untuk dirimu sendiri. Kamu juga jangan sampai menjual persediaan obat-obatan itu. Walau hanya luka kecil, namun luka itu sering menjadi serius nantinya kalau tidak dirawat dengan benar, jadi anggap saja obat-obatan itu sebagai asuransi.

  • Kalau aku melakukan itu, apa jumlah dari relik yang bisa di jual jadi semakin berkurang…?

Itu adalah pengeluaran yang diperlukan. Jadi sabar saja.

  • Baiklah.

Akira sedikit kecewa karena jumlah relik yang dia dapat jual telah menurun drastis, namun dia merubah pikirannya, berpikir bahwa ini adalah hasil yang hebat baginya, dan mencerahkan suasana hatinya.

Kalau begitu, ayo pulang? Pulangnya akan sulit, tapi hati-hati, oke?

  • Yeah aku tahu.

Kamu harus melewati area pertahanan monster, kali ini dengan barang berat. Kalau kamu merasa pergerakanmu menjadi lambat karena barang itu, kamu bisa benar-benar hancur kali ini. Apa kamu benar akan hati-hati?

  • Ja-jangan khawatir

Kalau begitu, ayo berangkat.

Tampak cemas kembali, Akira mengikuti Alpha. Alpha tersenyum gembira. Akira berhasil kembali keluar dari reruntuhan.


Tempat ini masihlah alam liar, dan sangat berbahaya.

Akan tetapi, tetap jauh lebih aman dibandingkan di dalam reruntuhan di mana monster tak kasat mata berkeliaran. Tempat ini bukanlah bagian yang dapat disebut sebagai “aku selamat” untuk saat ini, namun tetap saja, Akira tanpa sadar menarik napas lega dan melepaskan kecemasannya. Karena itu, dia mengingat rasa lelah pada tubuh dan pikirannya yang telah dia lupakan dikarenakan kecemasan, dan menarik napas dalam.

Alpha tersenyum dan berkata seolah cemas dengan penampilan Akira.

 Kalau kamu capek, kenapa kamu tidak istirahat dulu? Serahkan pengawasan sekelilingnya padaku, jadi tenang saja.

  • Kamu benar. tapi aku juga mau cepat kembali ke kota, sedikit lagi.

Baiklah. Kalau begitu, kita ngobrol sembari kita jalan, yuk?

Walaupun Alpha berkata mengobrol, Akira yang berhasil menyintas di gang belakang wilayah kumuh sendirian, tidak mempunyai topik pembicaraan. Sederhananya adalah Alpha yang berbicara dan Akira yang membalas.

Kalau dipikir lagi, apa kamu tahu? Kota Kugamayama aslinya dibuat untuk menangkap reruntuhan Distrik Kuzusuhara?

  • Yang benar? begitu? Kamu benar-benar banyak tahu.

Aku cukup banyak tahu tentang sesuatu yang seperti ini. Yah, informasi di bagian timur itu penting, dan informasi di bagian barat dan pusat itu tidak berguna.

  • Bagian barat…? Aku nggak banyak tahu soal itu, tapi aku dengar itu tempat nggak berpenghuni.

Aku tidak tahu banyak juga. Apa sains dan teknologi juga berkembang sama sekali? Apakah penyihir benar-benar nyata? Hal-hal kecil yang aku tahu adalah rumor tidak jelas.

  • Bukannya bagian tengah, kalau aku nggak salah ingat… itu sebuah Negara? Apa ada banyak organisasi yang disebut seperti itu?

Kurang lebih. Sisi timur dari tengah disebut bagian timur. Terkadang itu merujuk pada area yang dikendalikan oleh Federasi Perusahaan Pemerintah Timur, yang biasanya dikenal sebagai FPPT. Apa kamu bertarung dengan bagian tengah?


  • Nggak, aku ingin mengetahui pengetahuan umum tentang bagian timur dulu. Aku masih belum bisa membaca.


Baiklah. Sebagai tambahan dari membaca dan menulis, aku akan menambahkan edukasi umum tentang area itu pada latihan Akira. Serahkan saja padaku.》


  • Be-benarkan? Terima kasih.


Dengan senang hati.》


Walau Akira sedikit takut, dia merasa bersyukur, untuk tawaran sempurna dari Alpha. Sesuatu yang gratis biasanya memiliki kompensasi yang mahal. Pemikiran seperti itu sudah tertanam dalam di dalam Akira.


Alpha tersenyum lembut kepada Akira. Demi tujuan Alpha sendiri, dibandingkan yang lain.