Kompensasi atas pertaruhan kehidupannya
(Bagian 1)

(Penerjemah : Zerard)


Alasan para hunter mempertaruhkan kehidupan mereka dan pergi menuju reruntuhan berbahaya adalah untuk mendapatkan relik Dunia Lampau yang tak terjamah di dalam reruntuhan.

Definisi dari relik Dunia Lampau sangatlah beragam. Dalam artian yang luas, relik itu adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan kemajuan sains dan teknolohi dari Dunia Lampau. Dalam artian yang sempit, relik adalah berbagai macam artikel yang di manufaktur di era Dunia Lampau.

Mesin presisi yang di manufaktur dengan teknologi yang sangat tinggi adalah sesuatu yang sangat jelas, dan bahkan jika itu hanyalah sebuah cangkir yang benar-benar biasa, jika cangkir itu terbuat pada Dunia Lampau, maka cangkir itu akan menjadi relik dari Dunia Lampau. Tentunya, untuk nilai dari sebuah relik, definisi yang pertama tentu akan jauh lebih berharga.

Dan untuk para hunter, mereka adalah produk yang dapat di jual dengan harga yang sangat tinggi. Akan tetapi, tidak semua dari mereka yang memiliki penilaian yang bagus, karena itu sebagian besar dari mereka membawa artikel yang berada di antara benda-benda yang tergeletak di sekitaran reruntuhan, menyerahkannya untuk di untuk di taksir, dan di tukarkan dengan uang.

Sederhananya, artikel yang tidak dapat di produksi ulang dengan teknologi saat ini akan terjual dengan harga yang lebih tinggi, namun terkadang benda tidak terduga akan terjual dengan harga yang tidak terduga. Benda yang tampak seperti aksesori murahan dan benda keseharian yang biasa  yang ternyata di buat pada Dunia Lampau dan benda berforma tinggi yang tidak biasa.

Sebuah pisau kecil yang di temukan pada reruntuhan tertentu tampak memiliki fungsi yang tidak sesuai dengan penampilan pisau itu, seperti memotong baja dan beton, memotong daging dan ikan tanpa menggunakan tenaga sama sekali, namun di saat yang sama pisau itu tidak bisa memotong manusia tidak peduli seberapa besar tenaga yang kamu gunakan.

Terlebih, walau ketajamannya telah memotong baja berkali-kali, pisau ini smaa sekali tidak tumpul. Mata pisau itupun tidak akan berkarat jika di rendam di dalam air.

Ketika sistem pengaman dari pisau itu di lepas, sebuah tank dan kru di dalamnya terpotong, bahkan walau pisau itu sangat jelas tidak sampai mengenai mereka. setelah itu, pisaunya hancur berkeping-keping.

Banya benda serupa yang telah di temukan. Sains dan teknologi saat ini meneliti barang-barang tersebut. Akan tetapi, bahkan dengan kepintaran yang telah di raih oleh para peneliti bertalenta dengan pertukaran nyawa mereka, mereka masih tidak dapat memahami secara penuh teknologi Dunia Lampau yang di luar nalar mereka, dan kebanyakan dari teknologi itu saat ini tengah di gunakan tanpa di pahami secara penuh.

Itulah mengapa relik Dunia Lampau di jual dengan harga yang tinggi. Sekarang, banyak hunter yang pergi ke reruntuhan mempertaruhkan nyawa mereka demi mencari relik tersebut. Akira adalah salah satu dari mereka.  Akira akhirnya mengambil tindakan sepihak setelah meragukan instruksi Alpha, dan sebagai hasilnya dia membuat kesalahan dan di serang oleh monster mekanikal besar dan hampir mati. Dan walaupaun dia sangat depresi karena kesalahannya sendiri, dia kembali berdiri dengan Alpha yang menyemangati. Pada saat itu, suara dari pengeboman yang terdengar dari luar telah menghilang.

Alpha memutuskan untuk melanjutkan ekplorasi reruntuhan dengan berdasarkan keadaan Akira dan di luar.

 Kalau keadaan di luar sudah senyap, ayo kembali ke pekerjaan hunter? Akira. Apa kamu mau melakukannya secara benar kali ini?

Akira mengangguk dengan wajah serius.

  • Baiklah. Kali ini aku pasti akan bergerak mengikuti instruksimu. Aku janji.

Ok, ayo.

Alpha tersenyum puas,membimbing Akira kembali dan mulai berjalan. Akira mengikuti wanita itu dengan wajah serius.

Mereka meninggalkan bangunan dan melewati tempat di mana dia bertemu dengan monster mekanikal besar beberapa waktu yang lalu. Mereka melintasi sebuah bangunan runtuh dan memanjat puing-puing. Kemudian mereka pergi semakin menjauh ke tempat di mana bekas dari sebuah pertempuran sebelumnya masih tersisa.

Tentunya, pistol murahan Akira sama sekali tidak akan menang melawanya, dan makhluk ini, yang tampak tidak terkalahkan walau dengan persenjaat anti monster yang kuat, tengan berkeliaran di sekitar tanpa terlihat. Entah lebih baik atau lebih buruk, pengalaman ini meninggalkan kesan yang kuat pada Akira. Ekspresi wajah Akira tentunya menjadi muram.

Akan tetapi, Akira terus berjalan dengan hati-hati, mempercayai bahwa dia akan aman jika menimpa rasa paniknya dengan tekad dan mengikuti instruksi Alpha.

Sementara Alpha merasa puas dengan ekspresi Akira, wanita itu berlanjut membimbing Akira dengan aneh dan akurat agar para monster yang berkeliaran di segala arah tidak akan menemukan bocah ini di reruntuhan.

Dan mereka terus berjalan maju untuk beberapa saat. Mereka telah mencapai kedalaman yang sudah tidak dapat di sebut sebagai bagian luar dari reruntuhan. Di sana, Alpha menunjuk sebuah bangunan yang berdiri di dalam reruntuhan.

Akira. Kamu akan mengambil relik di tempat ini.

Akira  mendengak melihat bangunan yang di tuju dengan penasaran. Mempertaruhkan nyawanya, dia masuk jauh ke dalam reruntuhan.  Antara mengharapkan mendapatkan banyak hasil atau tidak.

Namun bagi Akira ini aalah tempat yang tampak sama dengan bangunan lainnya yang mereka lalui di reruntahan. Setidaknya dia tidak berpikir bahwa ini adalah bangunan yang seharusnya harus dia pijak ke dalam sampai sekarang.

  • Apa aku boleh bertanya kenapa kamu memilih tempat ini?

setelah bertanya, Akira menjadi sedikit gelisah, berpikir bahwa pertanyaan ini mungkin terdengar seperti dia meragukan Alpha. Namun Alpha membalas pertanyaan itu dengan senyum penuh percaya diri.

Baik. Aku akan menjelaskan selagi kita mencari relik di dalam.

Tampaknya Alpha sudah menduga ini. Sementara melihat pada senyuman Alpha dan berpikir demikian, Akira mengikuti arahan Alpha dan masuk ke dalam dengan riang.

Bangunan yang di tunjuk oleh Alpha adalah fasilitas komersial Dunia Lampau. Akira menelusurinya seraya menatapi kemewahan akan kesuksesan lampau bangunan ini.

Terdapat sebuah dinding dengan lubang di dekat rak yang hampir hancur, dan sisa-sisa dari mekanikal monster tersebar di lantai di mana garis samar akan bekas darah terlihat. Pada bagian di mana tulang besar dari monster biologis terdapat, tulang manusia tersebar bersama dengan beberapa perlengkapan.

Sisa dari pemandangan masa lalu, yang penuh akan beragam variasi produk. Banyak relik yang masih tersisa sebagai bagian dari itu. Adalah sebuah tanda bahwa banyak hunter yang datang sejauh ini untuk mencari relik bertarung dengan monster berjumlah banyak.

Banyak dari bangunan Dunia Lampau yang kokoh yang masih ada sekarang. Terdapat sebuah lubang di dinding bangunan dan plaponnya terbakar. Adalah bukti seberapa intensnya pertarungan itu terjadi di sini. Para hunter, bersenjata dengan sangat kuat, dan para monster, yang juga sama kuatnya, saling membunuh satu sama lain. Semua untuk mendapatkan relik Dunia Lampai yang berada di sini.

Banyak mayat yang tersebar, menunjukkan bahwa tempat ini sangatlah sepadan dengan resikonya. Atau juga ini adalah tempat akhir bagi mereka yang tidak dapat menahan hasrat mereka, relik dari Dunia Lampau.

Alasan mengapa aku memilih tempat ini adalah, pertama, dari sudut pandang keamanan. Monster mekanikal monster di reruntuhan biasanya adalah alat sekuriti untuk pertahanan fasilitas. Mereka sering memusnahkan monster biologis sebagai bagian dari pertahanan itu. Dengan kata lain, ancaman dari monster biologis menurun di tempat semacam ini.

  • Tapi bukannya aku bakal di serang sama monster mekanikal kalau begitu?

Monster mekanikal selalu dengan ketat mengikuti rute sekuriti dan lokasi pertahanan yang sudah di program pada pengaturan mereka. jadi, dengan memahami pola pertahanan mereka, kita bisa mengurangi resiko kita bertemu mereka.

Bahkan, bangunan ini juga di patrol oleh sekuriti mesin, yang di mana adalah monster mekanikal. Akira tidak bertemu dengan mereka adalah berkat arahan presisi dari Alpha.

Sebaliknya, monster biologis merubah habitat mereka tergantung dari situasi, atau berjalan sesuka mereka, karena itu prediksi pertemuan dengan mereka menjadi sulit. Karena itu, kalau kamu bersamaku, tempat dengan persentase tinggi akan monster mekanikal akan menjadi cukup aman.

Akira mendengarkan topic itu, yang merupakan sesuatu yang tidak di ketahui di gang wilayah kumuh, dengan penuh ketertarikan.

  • Begitu. Jadi ada cara berpikir seperti itu? Tapi bagaimana kamu bisa memahami pola mereka?

Terdapat beragam metode. Tapi kalau aku menjelaskannya secara terperinci sampai kamu benar-benar mengerti dan yakin, penjelasan itu akan membutuhkan decade, jadi aku akan menunda menjelaskannya dulu.

Di sana, Alpha tersenyum berani dan nakal.

Atau kamu benar-benar ingin mendengar? Aku tadi bilang kalau kamu bertanya pertanyaan detil nanti, aku akan menjawabnya sampai kamu puas. Apa kamu tidak masalah?

  • Oh, hmm. Tolong nggak perlu di lakukan.

Akira mengganggap ucapan Alpha sebagai guyonan. Dia mengira bahwa Alpha sama sekali tidak memiliki niatan untuk membicarakannya dari awal. Namun ketika wanita itu bercanda bahwa Akira ingin mendengarnya, Akira merasa bahwa wanita itu akan benar-benar membuat dirinya mendengarkan penjelasan tiada akhir itu, oleh karena itu dia membalas candaan Alpha seraya termundur sedikit.

Begitu? Yah, kalau kamu merubah pikiranmu, katakan saja. Ada beberapa alasan mengapa aku memilih tempat ini sebagai titik untuk mencari relik, tapi alasan lainnya adalah untuk  pemilihan teliti relik.

  • Pemilihan teliti relik? Apa ada relik berharga tinggi seperti itu di tinggalkan di sini?

Nilai dari relik itu penting, namun sebelum itu, lebih penting lagi bagi kamu untuk bisa membawa relik itu pulang. Bahkan jika kamu menemukan sesuatu yang akan mendapatkanmu banyak uang jika kamu jual, jika relik itu seberat 10 ton, apa yang bisa kamu lakukan? Sebaliknya, walaupun relik itu dapat dengan mudah di bawa dengan satu tangan, akan cukup mustahil untuk membawanya pulang kalau relik itu berada di samping seekor monster.

  • Yeah, kamu benar.

Sebuah tempat di mana Akira bisa menemukan beberapa relik berharga dan membawanya pulang tanpa sekarat. Aku memilih tempat ini karena ini adalah hasil dari pertimbangan antara keseimbangan dari semua itu.

Akira mendengarkan penjelasan itu dan yakin bahwa ini sepadan untuk mempertaruhkan nyawanya dan datang kemari.

  • …Hmm? Berarti sudah nggak ada banyak yang tersisa di tempat yang aku cari kemarin?

cRelik di sekitaran area itu sudah di ambil. Kalau di sana masih terdapat banyak relik mahal yang bahkan bisa di ambil anak kecil seperti kamu, maka seharusnya tempat itu pasti ramai dengan hunter. Iya kan?

  • …Iya sih.

Kemarin dia melanjutkan upaya sia-sia dan mempertaruhkan nyawanya. Pikir Akira, hingga membuatnya merasa lelah hingga sekarang.

  • Aku pikir aku akan mendapatkan relik mahal kalau aku mencoba semaksimal mungkin untuk pergi ke reruntuhan, tapi sepertinya aku terlalu ceroboh ya?

Alpha tersenyum pada Akira, yang sedikit tidak bersemangat, untuk menyemangatinya.

Berkat kecerobohanmu, kamu dapat bertemu denganku, jadi menurutku mempertaruhkan nyawamu dan pergi ke reruntuhan sangatlah sepadan, kan? Kamu dapat menyadari secara penuh seberapa beruntungnya kamu sekarang dalam beberapa hari ke depan. Silahkan di tunggu.

Akira tersenyum ringan seolah ingin bangkit kembali.

  • Iya. Aku tidak sabar menunggunya.

Serahkan saja padaku.

Alpha membalas dengan senyum percaya diri.

Untuk lebih tepatnya, jika relik murahan berada di sekitaran reruntuhan, relik tersebut akan tetap berada di sana hingga bisa di temukan dengan mudah jika di cari. Relik-relik seperti itu biasanya di hiraukan dan tidak memiliki nilai bagi seorang hunter, namun relik seperti itu sudah cukup mahal bagi standar anak-anak wilayah kumuh.

Dengan kata lain, itu bukan berarti Akira telah sia-sia dalam upayanya. Dan Alpha, walau mengetahui itu, dengan sengaja membimbing Akira semakin ke dalam reruntuhan.