Fiksasi

(Penerjemah : E-Chan)


Mengendarai kereta biasa yang menghubungkan antar kota, Eto dan party-nya menuju ke tempat di mana penyerangan itu terjadi. Selain party Eto, ada juga party petualang lain dalam kereta itu, dan dia juga melihat beberapa petualang yang tidak asing lagi berlari melewati mereka dengan berkuda di jalan.

Itu dapat dimengerti. Karena imbalan yang digandakan yang dijanjikan Guild sangatlah menarik perhatian petualang manapun. Selain itu, para petualang yang menyelesaikan misi darurat akan dinilai sebagai seseorang yang memiliki kemampuan oleh staff guild dan klien. Itu akan meningkatkan kredibilitas mereka. Dan dengan kredibilitas yang meningkat, mereka akan mendapat lebih banyak keuntungan di masa yang akan datang, dan itulah yang paling mereka inginkan dibanding imbalan dari misi darurat itu sendiri.

Setelah tiba di tempat tujuan, Eto turun dari kereta. Karavan yang waktu lalu diserang oleh manticore telah dibersihkan, tidak meninggalkan jejak apapun. Ada sebuah jalan raya yang memanjang dari timur ke barat, dan hutan lebat membentang di kedua sisi jalan raya.

“Kelihatannya tidak ada jejak-jejak manticore,” kata Kohaku, sambil mengamati sekeliling. Para petualang yang berkeliaran di sekitar tempat itu juga sepertinya tidak menemukan tanda-tanda apapun dari si manticore. Tapi tetap saja, ada beberapa party yang pergi ke dalam hutan.

“Kurasa kalau ada orang sebanyak ini yang berkeliaran dengan senjata, bahkan manticore pun tidak akan mau keluar. Bagaimana kalau kita masuk ke dalam hutan kalau begitu?”

“Eto, ikuti aku sebentar.”

Berkata demikian, Sorano melihat ke pintu masuk hutan dengan ekspresi serius.

“Ada apa?”

Dengan Sorano berada di depan, party Eto mulai melangkah ke dalam hutan. Sorano terus berjalan dalam kebungkaman, tidak menjelaskan apapun pada mereka, sampai dia mendadak berhenti di depan sebatang pohon. Di sana, mereka melihat batang pohon tersebut, yang kebetulan dekat dengan pinggang Eto, telah tercabik.

“Kurasa ini adalah tanda yang disebabkan oleh ekor manticore. Sebenarnya, ada sebuah habitat manticore di dekat desaku. Dan kapanpun seseorang melihat tanda ini di pohon, desa akan segera waspada. Aku juga melihat tanda yang sama pada pohon di pintu masuk hutan.”

Mendengar itu, Eto dan yang lain membelalakkan mata dengan terkejut, karena mereka tidak tahu bahwa Sorano memiliki kemampuan pemburu seperti itu.

“Itu luar biasa, Sorano!”

Fufunn, bukan apa-apa,” kata Sorano, terlihat bangga karena hal itu.

Yosh, ayo kalahkan manticore itu sebelum petualang lainnya.”

Ou!”

Seperti itulah, Eto dan party-nya menyemangati diri mereka sendiri dengan suara biasa saja, agar tidak memicu kecurigaan petualang lain.

Setelah itu, sambil mereka terus bergerak maju melintasi hutan dengan Sorano di depan, mereka dengan jelas dapat melihat bahwa ada tanda-tanda pada pohon yang mereka lewati, seperti yang mereka lihat sebelumnya. Dan kemudian, mereka akhirnya menemukan Manticore itu, yang sedang minum dari sungai.

Mereka juga tidak melihat petualang lain di sekitar. Sebagai tambahan, manticore itu menghadap ke sungai, membuat punggungnya terarah pada mereka. Makhluk itu sepertinya tidak sadar dengan kehadiran mereka.

Melihat hal itu, Eto segera melancarkan sebuah mantera yang memperkuat kemampuan fisik seseorang ‘Battle Spell’, dan dilapisi dengan ‘Haste’, yang meningkatkan kecepatan. Dia kemudian lanjut memberikan buff lain yang memperkuat tenaga seseorang, ‘Strength’.

Pada saat itulah, Eto merasa kalau dia bisa mengalahkan manticore yang berdiri di hadapan mereka, dia akan bisa meninggalkan dirinya yang menyedihkan saat masih ada di party Hero. Dengan begitu, dia juga bisa membalikkan rasa malu yang dia terima dari hari-hari itu ketika dia dilarang menggunakan sihir pendukung.

Karena itulah, Eto menghunus pedang Mithril-nya yang masih baru, meng-enchant-nya dengan sihir api dan menyerbu manticore tersebut. Di saat yang sama, kerja sama party-nya, yang sudah mereka latih begitu keras, sama sekali hilang dari pikirannya.

Akan tetapi, tepat sebelum Eto mempercepat dirinya, dia bisa melihat sesuatu bergerak di sudut matanya. Di saat berikutnya, Eto mendadak merasa hawa panas yang kuat di paha kanannya, dan sebelum dia mengetahuinya, dia sudah tergeletak di tanah.

“Eto!”

Eto mendengar jeritan Kohaku, nampaknya cemas. Tapi saat dia mati-matian memandang sekeliling, dia melihat manticore lainnya, yang bukan mereka lihat di pinggir sungai, sedang menunduk memperhatikannya. Di punggungnya, dia juga bisa melihat ekornya yang bergoyang.

Pada saat itulah Eto tahu bahwa dia telah ditusuk oleh ekor beracun tersebut.