SEGEL DAN MANTICORE
(Bagian 1)

(Penerjemah : Hikari)


Awal siang di ruang keluarga di mana suasana Tahun Baru mulai memudar.

“Maaf, Shun-chan, Myu-chan. Aku akan pergi ke guild sebentar.”

“Selamat bersenang-senang~. Kita akan menantang boss malam ini! Aku tidak sabar lagii!”

Sei-nee menuju ke guild Eight Million Gods di dalam OSO untuk memeriksa situasi dan Miu mulai mengumpulkan informasi di ruang keluarga menggunakan laptop.

“Kudengar Sei-nee pergi untuk mengisi situasi di guild dan memberi instruksi, tapi kenapa kau tidak log-in, Miu?”

“Kupikir akan ada informasi soal Quest Perluasan Sense jadi aku menyelidikinya, dan sekarang tidak ada cukup waktu untuk log in dan melakukan leveling, jadi kuputuskan untuk duduk dan menunggu.”

Dia berkata demikian dan duduk di dalam kotatsu, Miu meneliti sesuatu di laptop.

Aku merespon dengan “hmmm” dan berdiri di dapur melanjutkan masak.

“Hei, Onii-chan, apa yang sedang kau buat? Cemilan?”

“Oh, tidak. Ini untuk Takumi…”

Saat aku mulai menjelaskan ke Miu, bel pintu berbunyi di pintu masuk.

Aku menghentikan percakapan dan beralih ke pintu masuk. Di sana aku melihat Takumi dengan sebuah tas di bahunya, kantong belanjaan di tangannya, dan menggigil karena kedinginan.

“Selamat datang. Masuklah.”

“Maaf mengganggu. Dan ini untuk kalian.”

“Ya ampun. Aku tidak menolaknya, ya ‘kan. Yah, kita punya mochi dan bahan-bahan yang berlebih, jadi aku tidak keberatan,” kataku dan mempersilahkan Takumi, yang mengangkat kantong itu untuk menunjukkannya, untuk memasuki ruang keluarga.

Di luar pasti sangat dingin, karena Takumi langsung menuju ke kotatsu, membuat Miu berhenti konsentrasi dan mengangkat kepalanya.

“Eh? Apa ini, Takumi-san?”

“Ibuku tidak ada di rumah untuk seharian ini, jadi aku datang untuk menyusahkan Shun membuat makanan. Selain itu, aku juga membawa oleh-oleh untuk kalian semua.”

“Ohh, ini boribori-kun rasa soda kesukaanku dan yukimi daifuku kesukaan Sei-oneechan! Jadi kau ingat, ya!”

Di dalam kantong yang Takumi berikan pada Miu adalah jus, es krim dan kue. Miu langsung mengeluarkan es krim dan mulai memakannya.

“Aku penasaran, bagaimana bisa kau makan es krim saat di luar begitu dingin.”

“Ini enak KARENA di luar dingin!”

Aku mengeluarkan semua es krim dari dalam kantong dan melemparkannya ke dalam freezer, kemudian membawa makanan yang sudah siap saji ke depan Takumi.

“Ayolah, kurasa kau tidak repot-repot makan sejak pagi, ya ‘kan. Dasar, kalau kau pergi ke minimarket, kau bisa beli makanan di sana.”

“Makan siang di minimarket itu mahal, ‘kan? Aku lebih suka menghemat uang untuk beli game.” (TL : Gimana kalo beli mie instan aja? Atau masak nasi trus goreng telur 🤔)

Sambil berkata begitu, dia menggunakan sumpitnya ke hidangan Tahun Baru yang kubuat, lalu mulai menyantap mochi.

Aku menyajikan tumis sayur dengan daging babi panggang, kemudian bersama Miu kami menyaksikan Takumi yang melahapnya dengan kelaparan (TL : Kasihan…)

“Yep, ini enak sekali!”

“Baguslah kalau begitu. Mau teh?”

“Ahh! Aku mau seporsi juga! Melihat Takumi-san makan mochi, membuatku jadi ingin juga!”

Dia baru saja makan es loli, dan sekarang dia mau makan mochi? pikirku, kembali ke dapur dan memasukkan sepotong mochi ke oven dan menyiapkan teh hijau sementara mochi itu mengembang sebelum akhirnya membawa makanan tersebut ke kedua orang itu yang ada di kotatsu.

Takumi sudah menyelesaikan makan tumis sayur dengan daging babi panggangnya, dan bersama Miu, dia mulai berdiskusi tentang game sambil mereka menatap layar laptop.

“Miu-chan, apa ada informasi bagus?”

“Ada informasi tentang update Januari, tapi aku tidak bisa menemukan informasi apapun tentang Quest Perluasan Sense, eh. Tapi, ada sebuah daftar tentang jenis-jenis ujian.” dia berkata begitu dan kemudian memutar laptop sehingga aku bisa melihatnya juga.

Melihat jumlah dan macam jenis quest yang berbaris di sana membuatku merasa pusing, dan di saat yang sama aku menemukan beberapa quest yang kelihatannya menyenangkan.

Quest yang berhubungan dengan revival medicine itu kelihatannya menyenangkan. Juga quest pengantaran itu, aku punya stoknya jadi sepertinya boleh juga kalau aku melakukannya.”

“Shun…”

“Onii-chan…”

Takumi dan Miu menatapku dengan pandangan kaget sekaligus kecewa, tapi normal ‘kan kalau menginginkan quest yang lebih mudah?

“Yah, terserahlah. Jadi, Takumi-san, apa kau menemukan informasi apapun?”

“Tidak ada yang spesial. Informasi yang kupunya saat ini adalah boss monster yang baru ditambahkan bernama Fungus Jumbo yang menjatuhkan item untuk mengembangbiakkan jamur bernama batangMushroom.“

“Ehh, jamuuurr?”

Miu yang sama sekali tidak suka jamur eringi memperlihatkan wajah tidak senang, tapi aku tertarik dengan item itu dan mulai mendengarkan dengan penuh perhatian apa yang Takumi katakan.

“Kelihatannya itu adalah batang kayu yang menumbuhkan jamur kalau kau menyiramkan air dalam suhu tertentu. Kalau cuma itu saja informasinya, maka itu hanya sebuah item untuk mengumpulkan bahan jamur untuk memasak.”

“Kedengarannya bagus, aku jadi menginginkannya.”

“Eh, tidak mungkin. Shun-oniichan, kau serius?”

“Kalau memang seperti itu, mungkin saja tidak hanya bisa mendapatkan item jamur biasa untuk makanan, tapi ada kemungkinan untuk mengembangbiakkan jamur lain untuk mixing.”

Healing Mushroomyang kudapatkan saat di Pegunungan Wyvern meningkatkan jumlah penyembuhan saat dikeringkan dan dilumatkan, jadi kalau aku memasukkan jamur itu ke Mushroom Log, ada kemungkinan aku bisa mendapatkan suplai yang stabil untuk bahan itu. 

“Ahhh, yah, aku tidak tahu apa itu bisa digunakan seperti itu, tapi bisa saja ada kemungkinan itu…?”

“Yah, sekalipun itu mustahil, artinya hanya ada jamur yang ditambahkan dalam koleksi Shun-oniichan di toko.”

Berkata demikian, Takumi memperlihatkan ekspresi terkesan dan Miu, yang tidak berminat mengalihkan pandangannya kembali ke layar laptop.

Dan kemudian, Miu yang sedang mencari-cari apa ada info sesuatu yang menarik mendadak menoleh padaku dan bertanya.

“Ngomong-ngomong, Emperor Isopodmenjatuhkanku sebuahFooleg’s Shining Orb. Itu untuk apa?”

“Ah, aku juga dapat item drop itu. Kelihatannya itu adalah material penguat. Apa kau tahu sesuatu, Shun?”

Sepertinya itu juga jatuh untuk Takumi, dan dia ikut menanyakannya.

Sebenarnya saat kami mengalahkan boss dan aku memilah-milah item, aku memeriksa informasi tentang itu.

“Aku juga mendapatkan item drop itu dan menyelidikinya, jadi aku tahu itu untuk apa.”

“Benarkah?! Seperti yang diharapkan dari Shun-oniichan!”

“Tapi tetap saja kita bertiga mendapatkannya, jadi apa itu artinya Fooleg's Shining Orbselalu muncul?”

Miu memujiku dan Takumi mulai penasaran tentang masalah baru ini, tapi karena hal tersebut bukanlah sesuatu yang bisa disimpulkan hanya dengan berpikir, dia mendorongku untuk menjelaskan efek penguat dari material tersebut.

“Aku tidak tahu apa efeknya untuk senjata dan armor, tapi dengan Sense jenis Craftsmanship, itu meng-enchant aksesoris denganRecovery Effect (Medium).”

“Itu versi lebih tinggi dari efek Snow-White Bracelet! Enchant ulang gelang itu untukku nanti, Shun-oniichan!”

Recovery Effect (Medium)ya? Kurasa itu memiliki efek pada item pemulih HP dan MP juga? Kalau begitu, aku seharusnya paling tidak memiliki satu item dengan efek itu.”

Saat Miu dan Takumi membicarakan soal itu, Sei-nee yang pergi untuk memperlihatkan diri di guild Eight Million GodsOSO keluar dari kamarnya dan menuruni tangga ke ruang keluarga. 

“Ah, Takumi-kun, jadi kau datang. Selamat datang. Apa yang sedang kalian bicarakan?”

Meski terkejut dengan kedatangan Takumi, Sei-nee ikut bergabung dalam percakapan kami. Aku menuangkan teh hijau baru untuknya dan menjawab.

“Tentang quest Perluasan Sense, apakah ada informasi baru, juga tentang item drop Emperor Isopod.”

“Ahh, aku mendapat material craftingDeep Seabug Carapace. Kelihatannya itu bisa dipakai untuk membuat pelindung dada armor ringan, tapi itu tidak ada gunanya untukku.”

“Ehh? Sei-oneechan… kau tidak dapatFooleg's Shining Orb?”

Saat Miu memastikan, Sei-nee melihat wajahku dan Takumi untuk melihat reaksi kami. Miu memperlihatkan ekspresi “Wah, gawat... Aku tidak sengaja…

“...Jangan-jangan, keberuntungan item drop-ku jelek lagi?”

“Sei-nee! Aku tidak akan memakai punyaku! Aku tidak akan memakai material penguat ini, ayo tukar!”

Melihat air mata yang mengumpul di sudut-sudut mata Sei-nee, aku secara refleks merespon seperti itu.

“Uuuhh, terima kasih, Shun-chan. Tapi aku harus mempertahankan harga diriku sebagai seorang kakak, jadi aku tidak akan mengambilnya,” Sei-nee berkata dan memaksa tersenyum, tapi dia memang kelihatan merasa terganggu dengan kurangnya keberuntungan item drop selagi dia menghela napas memandangi cangkir tehnya.

“Hmmm. Sei-oneechan, apa kita akan melanjutkan Quest Perluasan Sense sekarang? Semua orang ada di sini dan kita masih ada waktu. Bahkan kalaupun kita menunggu, kelihatannya tidak akan ada informasi baru dalam waktu dekat.”

“Tapi VR Gear Takumi ada di rumahnya——”Aku sudah mengira akan seperti ini jadi aku membawanya”heh, apa-apaan itu?!” aku menukas Takumi yang terlalu mempersiapkan diri; Miu dan Sei-nee menanggapinya dengan senyum simpul.

“Baiklah. Kurasa kita sebaiknya menghadapinya sekarang. Selain itu, aku juga ingin ber-party sebanyak mungkin dengan Miu-chan, Shun-chan dan Taku-kun sebelum aku harus kembali ke asrama.” (TL : Baru ngeh, Shun selalu dipanggil ‘Shun-chan’, sedangkan Taku dipanggil ‘Taku-kun’, padahal dua2-nya sama2 cwok 🤔)

Sei-nee berkata dengan senyum tipis, yang kutanggapi dengan anggukan.

“Baiklah kalau begitu, Miu dan Sei-nee login dari kamar kalian masing-masing. Aku akan login dari ruang keluarga bersama Takumi.”

Selain itu, aku memberitahu mereka untuk mengunci kamar mereka, yang ditanggapi Miu dengan tampang kebingungan dan Sei-nee yang tersenyum getir dan mengangguk.

Aku mengeluarkan VR Gear-ku dari kamar dan memasuki kotatsu berhadapan dengan Takumi, kemudian memakai VR Gear dan login.


 

“Kelihatannya kalian telah sukses menyelesaikan ketiga ujian.”

Kami login ke OSO dan berdiri di hadapan NPC Pendeta di depan katedral besar.

Dengan terpenuhinya persyaratan, kami kini dipandu oleh NPC Pendeta ke salah satu ruangan di dalam katedral besar.

Dinding ruangan ini dibuat dari batu-batu kasar dan memiliki tiga lubang yang berbaris di dinding pada satu batu besar.

"Berikutnya adalah ujian terakhir. Taruhlah bukti penyelesaian ujian kalian di dalam dan kalian akan memasuki Sealing Room. Jika kalian menyelesaikan ujian ini, sang Dewi pasti akan menganugerahkan kekuatan baru pada kalian."

Setelah NPC Pendeta berkata demikian, diawasi olehnya, kami menaruh quest item yang kami dapatkan dari setiap ujian ke dalam lubang-lubang itu.

Seihnee menaruh Unfertilized Wyvern Eggdi lubang kiri.

Myu menaruhLegopod's Jointdi luba g sebelah kanan.

Dan aku menaruh North Town's Letter of Gratitudedi lubang bagian tengah.

Saat kami melakukannya, ketiga lubang itu menutup dengan suara bergemuruh dan batu besar tersebut mulai memutar dan menunjukkan tangga tersembunyi.

Aku mengintip ke bawah tangga dan melihat obor-obor serta merasakan udara hangat berhembus dari bawah yang mengusap pipiku.

Setelah memastikan batuSealing Roombenar-benar menghilang, NPC Pendeta itu mengucapkan selamat tinggal dan pergi.

Equipment siap?”

“Semuanya okeee, Taku-san!”

“Kita tidak ada masalah dengan potion dan barang konsumsi?”

“Aku menyiapkan semuanya, jadi tidak ada masalah. Aku juga membawa banyak revival medicine.”

Di depan Sealing Roomtempat ujian terakhir dilaksanakan, Taku memanggil kami semua untuk memastikan sesuatu, kemudian Myu dan aku menjawabnya. Sei-nee memandangi kami sambil tersenyum. 

“Mulai dari sini adalah tantangan pertama tanpa info lebih dulu!”

“Aku benar-benar bersemangat. Aku ingin ini selesai dalam sekali coba!”

Jika kami mengambil waktu untuk mengumpulkan informasi dan melakukan persiapan, kesempatan kami untuk mengalahkan ini akan meningkat. Tapi karena terbatasnya waktu di mana Sei-nee harus kembali ke asramanya, mendorong Myu dan Taku untuk mempercepatnya.

Aku sendiri cemas soal menghadapi in tanpa informasi apapun, tapi di saat yang sama jantung tidak berhenti berdebar penuh antisipasi dengan apa yang akan terjadi, terasa menyegarkan tidak seperti sebelum-sebelumnya.

Kami bersuara lantang berkata “Baiklah, ayo pergi!” dan menuruni tangga.

Suasana dingin dari katedral besar langsung berubah saat itu juga. Tempat yang kami masuki dipenuhi dengan udara hangat dan lembap. Saat kami berjalan di tangga yang diterangi oleh cahaya obor yang terlihat seperti berlanjut tanpa ujung, Myu menyuarakan sebuah pertanyaan.

“Ngomong-ngomong, NPC barusan mengatakan ini adalah Sealing Room(TL :Ruang Tersegel), jadi apa yang disegel di sini?”

“Yah, begitulah. Semua kejahatan di dunia ini, sesosok NPC kriminal berat, boss rahasia yang lebih kuat daripada raja iblis?”

“Mungkin ada portal yang menuju ke dungeon luar biasa besar?”

“Kenapa hal-hal mengganggu seperti itu ada di bawah katedral…? Tapi, kata “segel” memang membuat risau.”

Aku menukas tanggapan Taku dan Sei-nee, tapi memang sepertinya ada arti yang lebih mendalam di balik kata “segel”.

Apa yang mereka segel? Untuk apa mereka menyegelnya?”

Mendengar percakapan mereka yang sama sekali tidak menunjukkan rasa gugup, membuat rasa gelisahku sedikit menghilang dan kami tiba di ujung tangga.

Di sana, ada pintu biru berdaun dua yang terbuat dari baja. Taku menatap semua orang, kami pun mengangguk, dan dia mendorong pintu itu kuat-kuat dengan telapak tangannya.

Pintu itu mengeluarkan suara berderit saat terbuka. Di dalamnya, ada sebuah ruangan melingkar yang diterangi obor-obor dari pintu masuk sampai ke bagian belakang.

Di tengah-tengahnya, duduklah seekor mosnter.

Makhluk itu adalah seekor singa kuning bercampur merah dan sepasang sayap besar di punggungnya. Di ujung ekornya ada sebuah penyengat merah gelap. Makhluk itu juga memiliki tanduk bengkok dan surai merah.

“Nama boss ini adalah——Manticore of the Sealing Roomwew, sesuai yang kelihatan!”

Dia mungkin adalah seekor Manticore yang sedang duduk di Ruangan Tersegel, tapi menjadikannya sebagai nama, rasanya terlalu sederhana menurut seleraku.

Bereaksi terhadap suaraku, Manticore itu memelototi kami dengan tatapan tajamnya yang seperti kucing.

Lehernya dirantai ke langit-langit, dan kaki-kaki depannya, kaki-kaki belakangnya, dan ekornya dirantai ke dinding di tiga arah.

Dan begitu kami semua memasuki Sealing Room, pintu biru di belakang kami menutup dengan kuat. Manticore itu meraung ganas. 

Kemudian, pengait tempat rantai-rantai itu menempel pun meledak dan dinding-dinding di setiap arah masing-masing bersinar merah, biru, dan hijau.

Satu-satunya rantai yang masih terpasang adalah yang mengekang leher Manticore. Dan begitu, ujian terakhir dimulai.