Manticore, Musuh Bebuyutan Eto

(Penerjemah : E-Chan)


Eto tidak pernah membayangkan ini akan terjadi. Ini seharusnya hanyalah sebuah misi penaklukan, yang kebetulan sedikit lebih sulit daripada misi mereka yang biasanya.

Tidak, dia tidak ‘menggigit lebih daripada yang bisa dia kunyah, karena dia tahu misi tersebut sesuai untuk mereka. Akan tetapi, Eto membuat sebuah kesalahan. Dan satu kesalahan itu membuat party-nya dalam keadaan terdesak.

Eto melihat pahanya yang telah tertusuk jarum beracun, darah berwarna kehitaman mengalir tanpa henti dari sana.

Kohaku mengikat persendian kaki Eto dengan seutas tali, dan mencoba membebatnya, mengotori tangannya dengan darah Eto. Di dekat mereka, Sorano berdiri di sana, menjaga mereka, sementara Amou bertarung dengan dua Manticore sendirian.

Manticore adalah seekor monster berkepala manusia dan bertubuh singa. Dan kedua manticore yang mereka hadapi, dengan wajah seorang pria tua berjanggut dan seorang pria muda, juga bisa berbicara dalam bahasa manusia, yang terkadang mereka ingat. Di atas mereka, ada sebuah ekor lancip tajam yang berayun-ayun seperti seekor kalajengking. Dan senjata mematikan itulah yang telah menusuk paha Eto.


☆☆☆


Hari itu, sebuah keributan muncul di Guild Petualang saat pagi hari. Itu terjadi karena berita tentang sebuah karavan yang menuju ke ibu kota diserang oleh manticore, menyebabkan banyak korban jiwa.

Guild segera mengeluarkan misi penaklukan mendesak untuk Manticore tingkat C yang muncul di suatu tempat yang bisa dicapai dalam dua dengan berkuda dari ibu kota. Misi itu diperuntukkan bagi party tingkat C ke atas, dengan imbalan ganda.

Akan tetapi, tenggat waktu untuk penaklukan ini adalah tiga hari, dan jika melampaui itu, mereka hanya akan diberikan jumlah imbalan yang biasa. Ya, mereka membuat para petualang berkompetisi, dengan tujuan utama untuk menaklukan manticore secepat mungkin.

“Eto, imbalannya dilipatgandakan! Bukankah menurutmu ini menarik? Ayo ambil!”

Kohaku berkata dengan penuh semangat.

“Aku tidak keberatan. Tapi, Manticore, ya...”

Akan tetapi, Eto agak enggan untuk bergabung dalam kompetisi ini.

“Apa Eto tidak suka manticore?”

Sorano bertanya sambil memperlihat raut wajah misterius.

“Hmmm, aku memang punya kenangan buruk soal itu.”

Saat Eto masih berada di rombongan Hero, ada saat di mana dia tidak bisa melakukan apapun dalam pertarungan melawan Manticore. Dia akhirnya diselamatkan oleh sihir Mirei, dan juga dilindungi oleh Lana, mengabaikan bahaya. Dan Manticore itu dikalahkan dengan sekali serang oleh Hero Ronaldo.

Memang benar, pertempuran itu adalah peristiwa yang menyebabkan Eto dilarang menggunakan sihir pendukungnya dan diperlakukan sebagai pesuruh di dalam rombongan. Karena itulah, kenangan tidak menyenangkan dari masa-masa itu selalu mengikutinya saat mendengar tentang Manticore.

“Bukankah Amou dulu juga terluka akibat Manticore?”

“Ya. Akan tetapi, aku tidak begitu terpengaruh dengan mereka. Selalu ada saat-saat di mana sesuatu berjalan dengan salah saat misi selama seseorang terus menjadi seorang petualang untuk waktu yang lama bagaimanapun juga. Karena itulah, tidak akan ada akhirnya kalau aku terus mengkhawatirkan setiap hal-hal tersebut.”

“Aku mengerti... itu benar.Yosh! Ayo ambil misi penaklukan Manticore itu.”

Yay! Nah, begitu dong!”

“Kita bahkan bisa mengalahkannya hanya dengan busur, selama ada jarak. Dia bukanlah lawan yang sulit.”

Begitulah, party Eto mengambil misi penaklukan Manticore dan meninggalkan guild dengan semangat tinggi.