【EMPEROR ISOPOD】DAN IMUNITAS ELEMEN
(Bagian 1)

(Penerjemah : Hikari)


Meskipun kami sudah mengetahui keberadaan target quest 【Emperor Isopod】, kami tidak bisa begitu saja langsung pergi ke sana dan mengalahkan dia. Bersama dengan Taku, kami kembali ke【Atelier】untuk menunggu Myu dan Sei-nee kembali. 

Dan begitu mereka berdua datang, kami membagikan informasi yang telah kami dapatkan dari Shichifuku, yang membuat Myu bereaksi.

"Jadi, Yun-oneechan, Taku-san. Apa kelemahan dan pola pergerakan 【Emperor Isopod】?”

“Ah...aku lupa.”

Ditanyai Myu seperti itu, aku sadar terlalu sibuk dengan lokasi monster. Sementara itu, Taku menghela napas seakan-akan dia letih.

"Shichifuku memberitahu kami lokasinya, tapi sepertinya dia sengaja tidak mengatakan kelemahan dan detail-detailnya. Kurasa dia tertawa dalam hati, mendoakan kita agar kesulitan."

Secara pribadi, Shichifuku menurutku seperti seorang kakak laki-laki, jadi aku tidak ada kesan buruk tentang dia. Menebak yang kupikirkan berdasarkan ekspresiku, Taku pun menambahkan.

"Shichifuku bersikap keras pada laki-laki, tapi lembut dan sopan pada perempuan. Karena ada Yun makanya dia memberitahu kita lokasinya, tapi tidak akan mengatakan lebih jauh lagi karena ada aku."

"Hee, begitu ya...tunggu, jadi aku dianggap sebagai perempuan?!"

Mendengar perkataan Taku, aku menyadari alasan dari sikap Shichifuku dan tercengang, tapi Myu dan Taku menatapku seakan berkata "kau baru sadar sekarang?", membuatku jadi semakin terguncang.

Melihatku seperti itu, Sei-nee tersenyum simpul dan mengubah topik pembicaraan.

"Ngomong-ngomong, Daias Forest, ya?"

"Sei-nee, ada yang terpikir olehmu?"

“Itu adalah hutan dengan sebuah danau di dalamnya. Hutannya sangat lebat dan jarak pandang di dalamnya buruk. Tanahnya berlumpur seperti rawa jadi pijakannya tidak bagus, karena dedaunan yang berguguran di tanah dan saling bertumpuk sehingga permukaannya licin. Ditambah lagi ada monster-monster yang berkamuflase dan menyerang sembunyi-sembunyi."

Tentu saja, saat aku pergi ke sana bersama Lyly, aku ingat bahwa Fluff Cloud yang memanggil kawanannya maupun Thorn Plant yang menjerat kaki player dan menggantung mereka, keduanya menyebalkan.

"Jadi, apa yang akan kita lakukan? Kita pergi sekarang?"

Myu menelengkan kepala dan bertanya, Taku dan aku membuka menu kami untuk mengecek waktu.

Saat ini pukul empat sore.

"Hmm, masih ada waktu sebelum hari menjadi gelap, tapi mungkin ini akan jadi percobaan asal-asalan…"

"Kalau soal waktu, apa kita bisa pergi ke Daias Forest sekarang dan mengalahkan boss?"

"Coba kupikirkan, Myu-chan bisa memakai light magic tapi aku tidak mau bertarung dalam gelap. Selain itu, Yun-chan dan Taku-kun tadi bernegosiasi untuk barter informasi sementara Myu-chan dan aku berpetualang, jadi kurasa kita bisa melakukannya besok saja."

"Eeeehh, tidak ada banyak waktu lagi sampai Sei-oneechan kembali ke asramanya dan aku masih belum puas melawan musuh yang lemah. Ayo bertempur lagi!"

"Setelah bernegosiasi dengan Shichifuku, aku masih merasa agak kesal. Aku mau menghadapi beberapa monster dan melepaskan stres."

Sei-nee dan aku berpendapat untuk menghadapi 【Emperor Isopod】besok saja, tapi Myu dan Taku sedang bersemangat untuk melakukannya sekarang juga. 

"Mau bagaimana lagi, eh. Kalau begitu ayo hadapi 【Emperor Isopod】sekarang.”

"Ya sudahlah. Mungkin ada bagusnya juga melihat jenis monsternya."

“Yaay! Aku cinta kalian, Onee-chan!"

Saat Sei-nee dan aku mengalah, Myu begitu senang bahwa kami akan menantang boss sampai-sampai dia memeluk kami.

Ya ampun, aku benar-benar lemah terhadap Myu, pikirku sambil tersenyum simpul.

"Kalau begitu, ayo pergi sekarang juga!"

Myu meminum sisa tehnya sekaligus dan menuju ke depan portal mini di bagian dalam bengkel 【Atelier】.

"Sekalipun kita keluarga, aku lebih suka kalau kau tidak masuk ke bengkel perajin saat tempat itu kosong, kau tahu?"

Aku menghela napas dan bersama dengan Taku, kami berteleportasi melewati mini portal.

Karena di Daias Forest tidak ada portal terdekat, rute terpendek adalah pergi ke sana melintasi hutan di dekat Kota Kedua.

"Benar-benar tidak praktis saat tidak ada portal langsung."

"Yah, mau bagaimana lagi kalau tidak ada. Lagipula, jaraknya juga tidak begitu jauh," Taku menjawab komentar tidak puasku.

Kenyataannya, jaraknya memang tidak terlalu jauh dari Kota Kedua ke danau Daias Forest. Hanya saja di perjalanan, ada monster-monster yang menyerang.

Bahkan sekarang, monster-monster hutan keluar bermunculan.

Pada satu titik, aku teringat bahwa Zakuro meninggalkan tudung bajuku dan tidak ada di sana.

Ryui, yang selalu di sisiku, juga tidak ada.

Ryui dan Zakuro ditinggalkan dalam pengurusan Kyouko-san di 【Atelier】selama Quest Perluasan Sense ini.

Aku harus mengkompensasi mereka karena hal ini nantinya, pikirku dan tersenyum. Sementara itu, Myu dan Taku menatap wajahku.

"A-ada apa? Kenapa memperhatikan wajahku seperti itu?"

“Mmm, Yun-oneechan, kau seharusnya mengajak Ryui dan Zakuro juga…"

Myu kelihatannya tidak senang Ryui tidak ada di sini, tapi meski Ryui bisa bertindak sebagai bantuan dalam pertarungan, Zakuro masih seekor young beast dan rasanya kasihan kalau membawanya ikut melawan boss.

Sedangkan Taku, dia mencemaskan MP-ku.

"Yun, apa MP-mu tidak apa-apa dengan memanggil mereka berdua?"

Sihir pada umumnya menggunakan MP kapanpun sihir diaktifkan, tapi pemanggilan monster jinak menyita sekian persen dari maksimal MP berdasarkan dari kekuatan monster jinak dan membuat MP tidak tersedia untuk digunakan.

Karena itulah Taku mencemaskanku yang hanya bisa memakai sebanyak enam puluh persen dari total MP sementara aku telah memanggil Ryui dan Zakuro.

“Hmmm, biasanya aku tidak menggunakan MP sebanyak itu, jadi tidak masalah.”

Yah, untuk saat-saat seperti bertarung melawan Lightning Horse ketika aku memerlukan MP, aku langsung menarik kembali Ryui dan Zakuro.

“Dan rasanya kasihan kalau aku tidak memanggil Ryui dan Zakuro bersama-sama, ya ‘klan?”

“Tidak, ada keuntungan yang lebih realistis dari memanggil mereka, ‘kan? Seperti mendapatkan EXP untuk SenseTaming, atau mempercepat mereka mencapai kedewasaan.

“...Ohhh, aku mengerti!”

Aku menepukkan kepalan tangan ke telapak tanganku, membuat Taku melihatku dengan tatapan aneh.

Tentu saja, ada alasan seperti itu untuk pemanggilan. Ketika aku berpikir demikian, pintu masuk menuju ke Daias Forest pun memasuki penglihatan kami.

Boss monster yang menghalangi perbatasan area, Killer Mantis, tidaklah aktif karena kami semua sudah mengalahkannya sekali dan kami melewatinya untuk terus melangkah menuju hutan yang rimbun dan lebat.

“Sekarang waktunya kita untuk waspada. Kita sudah memasuki Daias Forest.”

Setelah memasuki hutan yang dulu pernah kumasuki tanpa mengetahui namanya, aku meneruskan dengan berada di depan, tapi segera berhenti melangkah.

“Yun-chan?”

Sei-nee memandangiku dengan bingung dan menelengkan kepalanya sambil bertanya, tapi dalam jarak pandangku berkat SenseSee-Through】, aku bisa melihat sesosok monster tanaman menjalar, Thorn Plant, yang bersembunyi dalam kegelapan hutan. 

“Ohh, Thorn Plant. Mereka hebat dalam bersembunyi, jadi kupikir kita akan diserang lebih dulu, tapi kelihatannya Onee-chan menemukannya lebih cepat.”

“Hei, Myu. Di sini hanya ada keluarga, jadi bagaimana kalau berhenti memanggil Onee-chan?”

“Thorn Plant mudah ditebas, tapi kemampuan regenerasi mereka itu menyebalkan, jadi perlu untuk menyerang kelemahannya dan langsung menghabisi mereka.”

“Dicuekkin, ya…”

Sementara aku memandang menerawang jauh, Myu menudingkan jarinya untuk mengincar pangkal akar Thorn Plant.

“──《Sol Ray》!”

Dari jarinya itu, seberkas cahaya menghujam tanah dan Thorn Plant tersebut mengerut tak bertenaga bahkan tanpa perlawanan.

“Myu...apa yang barusan kau lakukan?”

“Kelemahan Thorn Plant  adalah akar berbentuk bola di bawah, jadi kalau kau tepat menyerangnya, kau bisa mengalahkannya dengan mudah, Bagaimana? Kau tidak tahu itu, ‘kan?”

Tempo hari, kami terus menyerang Thorn Plant sampai HP mereka habis, tapi kalau ada kelemahan seperti itu, maka aku bisa memikirkan beberapa cara untuk menghadapinya.

Misalnya, menggunakan sihir tanah 《Earthquake》 yang memberikan damage pada musuh-musuh di tanah akan jadi efektif.

Sementara kami melanjutkan ke danau, aku mendengar dari Myu tentang kelemahan monster-monster lain di area ini.

“──Aku bisa melihatnya!”

Bagian terbuka hutan pun terlihat dan Myu langsung berlari ke sana, tapi Taku dan aku menyamakan kecepatan langkah kami dengan Sei-nee yang berjalan perlahan di medan yang sulit dilalui ini.

Setelah meninggalkan kerimbunan hutan, kami melihat sekeliling area terbuka tempat danau ini terbentang.

Di Utara danau ini terdapat beberapa aliran sungai kecil yang kemudian mengalir ke sebelah Selatan, tapi di antara Utara dan Selatan, vegetasinya cukup berbeda.

Bagian dari Daias Forest yang berada dekat dengan Kota Kedua adalah hutan yang rimbun dan gelap, tapi di sisi berlawanan dari danau adalah hutan yang tidak sama rimbunnya dan sepertinya lebih terang.

“Ayo! Akan kukalahkan kau 【Emperor Isopod】! Aku tahu kau sedang sembunyi di danau itu!

“Yun, kau pergilah ke dalam danau dan pancing 【Emperor Isopod】keluar, kami mengandalkanmu.”

“Yun-chan, berhati-hatilah.”

“Yeah, aku pergi dulu.”

Kemungkinan besar, kami mendapatkan ujian ini karena aku memiliki Sense 【Swimming】. Berpikir demikian, aku mulai bersiap untuk masuk ke dalam air. 

Untuk masuk ke dalam danau yang nyaris membeku karena musim dingin, aku harus minum Hot Drink dan mengeluarkan 【Substitute Gem’s Ring】dari dalam inventory dan memakainya, lkemudian memeriksa Sense-ku


Possessed SP13

【Longbow Lv34】【Magic Bow Lv15】【Sky Eyes Lv18】【See-Through Lv31】【Swiftness Lv22】【Sorcery Lv23】【Earth Element Talent Lv2】【Enchant Arts Lv45】【Swimming Lv15】【Cooking Lv15】


Unequipped:

【Bow Lv52】【Dosing Master Lv13】【Alchemy Lv46】【Synthesis Lv46】【Engraving Lv28】【Taming Lv33】【Crafter’s Knowledge Lv10】【Linguistics Lv25】【Climbing Lv21】【Bodily Resistance Lv5】【Mental Resistance Lv4】【Pre-emptive Knowledge Lv11】【Vital Points Knowledge Lv10】【Physical Damage Increase Lv13】


Untuk sementara waktu, aku memasuki danau dengan build Sense yang bisa menghadapi ancaman dari dalam dan luar air.

Begitu aku memasuki danau yang di luar dugaan hangat, tempat itu dengan cepat menjadi gelap.

Dalam kegelapan yang nyaris total, berkat kemampuan 【Sky Eyes】, aku tidak merasa takut sedikit pun saat menyelam jauh ke dalam.

Dan kemudian──

(“Hm? Sebuah gua di dasar danau?”)

Dekat dengan dasar danau, di dindingnya terdapat sebuah terowongan, dan itu cukup besar bagiku untuk membentangkan lenganku dan itu pun masih ada banyak ruangan yang tersisa.

Karena aku tidak melihat monster musuh apapun di danau sejauh ini, aku merasa takut dengan apa yang mungkin akan muncul saat aku mengintip ke dalam untuk melihat sebuah kegelapan total tanpa secercah cahaya sedikit pun.

Kurasa, bahkan dengan Sense yang bisa melihat dalam kegelapan malam pun, aku tidak bisa melihat dalam kegelapan total tanpa sumber cahaya sedikit pun.

{“Kalau aku tahu akan seperti ini, mungkin aku seharusnya mengembangkan sumber cahaya dalam air? Atau malahan, senter fluorescent?”)

Sementara berpikir demikian dan memutuskan bahwa untuk mencari ke dalamnya diperlukan persiapan, aku mencoba untuk menjauh ketika dari bagian dalam gua, ada dua titik putih kebiruan menyala.

Itu sangatlah samar-samar, tapi berkat cahaya tersebut, aku bisa menerka bahkan dalam kegelapan bahwa itu adalah mata dari sesosok makhluk dan bisa memperkirakan siluet keseluruhan makhluk itu.

(“Be-besar sekali!! Jadi ini boss 【Emperor Isopod】?!”)

Makhluk ini sama besarnya dengan sebuah bukit kecil, berdiri di sana seakan untuk menghentikan penyusup memasuki gua.

(“Dia besar sekali sampai-sampai aku tidak bisa melihat semuanya.”

Ketika untuk melihat lebih dekat lagi aku sekali lagi mendekat ke pintu masuk, dari tempat yang kupikir adalah mulut makhluk tersebut, gelembung-gelembung mulai bermunculan keluar.

Saat aku memasuki gua lebih jauh lagi untuk mengamatinya, jumlah gelembung yang menyembur keluar pun meningkat dan cahaya berwarna putih kebiruan itu mendadak berubah menjadi merah.

Merah adalah warna peringatan. Merasa seperti itulah keadaannya, aku—

("Harus mundur—?!')

Untuk menghindari melawan boss di dalam air, aku melarikan diri dari dalam gua dan menendang-nendang air untuk menuju ke permukaan secepat mungkin.

【Emperor Isopod】yang berubah menjadi ganas karena aku yang terlalu mendekat, telah meninggalkan gua.

Saat aku mencoba melihat ke bawah untuk memeriksa ukuran tubuhnya secara keseluruhan, 【Emperor Isopod】menolehkan kepalanya ke arahku dan menggerakkan sesuatu yang seperti kaki-tangan ramping yang keluar dari tempat yang sepertinya adalah mulut. Saat berikutnya gelembung-gelembung berhenti bermunculan.

(“Apa itu──khaa?!”)

Setelah merasakan sebuah benturan saat sesuatu menubruk tubuhku dan lewat begitu saja, satu serangan ini menyebabkan permata di 【Substitute Gem’s Ring】langsung retak.

Benturan barusan jelas adalah sebuah serangan, tapi bahkan dengan Sense 【See-Through】-ku, aku tidak bisa melihatnya. 

Saat aku sekali lagi terburu-buru menuju ke permukaan, serangan-serangan yang mustahil untuk kulihat mulai menghancurkan bebatuan terdekat.

(“Aku harus cepat-cepat keluar…”)

Tanpa beristirahat, aku menggerakkan kakiku, fokus untuk sampai di permukaan.

Saat aku menarik kepalaku keluar dari air dan menarik napas, 【Emperor Isopod】yang muncul di belakangku juga menunjukkan dirinya dari dalam airl. 

“Pwahh?! Pwha...arusnya──”

Tubuh raksasa 【Emperor Isopod】muncul ke permukaan dan air yang mengalir dari punggungnya yang besar sekali itu menimbulkan ombak yang membawaku ke pinggir danau saat itu juga.

“Yun-chan, kau tidak apa-apa?”

"*uhuk**uhuk*...aku...tidak...baik-baik...saja...”

Saat aku menghantam pinggiran danau, tubuhku membentur tanah dua kali dan aku mendapat damage dari tanah dan sekali 【Substitute Gem’s Ring】-ku menanggapi., menghabiskan damage senilai tiga serangan dari permata baru yang tersedia.

Aku menyibak rambut yang tersangkut di pipiku dan sambil menyeret baju yang basah kuyup, aku berdiri.

Saat aku melihat pinggiran danau yang dibanjiri ombak-ombak besar dari yang sebelumnya, Sei-nee menciptakan sebuah pijakan untuk dirinya sendiri di mana dia menghindari ombak tersebut dan Taku beserta Myu memanjat pohon menunggu ombak-ombak itu berhenti.

“Kalian semua...kabur sendirian!”

“Ahahaha...yah begitulah. Ngomong-ngomong, Yun-oneechan, di belakangmu!”

Menanggapi perkataan Myu, aku buru-buru berbalik dan melihat sosok 【Emperor Isopod】.

Sebuah karapas putih mengkilap di punggung, dan kaki-kaki kokoh yang menopang tubuh besar. Boss tersebut memiliki beberapa lidah untuk menangkap mangsa yang terlihat seperti ranting-ranting kering yang muncul dari mulut yang berbentuk kotak, juga dua buah antena. Selain itu, dia memiliki sepasang mata serangga anorganik berwarna merah. Semua itu membuatnya terlihat seperti seekor Pil Bug¹ raksasa. 

“Ini makhluk dari “Valley of The Wind”²!”

“Memang mirip, tapi buatku dia lebih seperti isopod³ raksasa yang bisa kau lihat di dalam akuarium.”

“Daripada sekedar mirip, ini nyaris identik. Dan mereka hanya mengubahnya dari “king” menjadi “emperor”.”

Myu begitu bersemangat tentang boss 【Emperor Isopod】ini, sementara Sei-nee memperhatikannya dengan tenang. 

Taku sendiri dengan santai menghubungkan kemiripan dari tiga pendapat itu.

Sementara ombak yang disebabkan oleh 【Emperor Isopod】perlahan tertarik mundur dari pepohonan, si boss berenang di permukaan air dengan kaki-kakinya yang tebal sampai dia menempatkan kepala besarnya di pinggir danau untuk menghadapi kami.

Karena di belakang musuh adalah danau, kami tidak bisa menyerangnya dari sudut mati atau dengan kejutan, dan dari depan kami dicegah menyerang oleh ayunan-ayunan kaki-kaki tebalnya yang seperti kepiting.

“Ayo, tekadku sudah siap!  ──Mulai pertarungan!”

Mengikuti Taku yang melompat ke depan, Myu juga menghadapi 【Emperor Isopod】.

Melihat punggung-punggung mereka, Sei-nee dan aku juga mengangkat senjata.