Kebohongan

(Penerjemah : E-Chan)


Saat Eto kembali ke kandang kuda tempat dia akan menginap malam ini, anggota party-nya, Lana, muncul.

“...Eto, kau pergi ke mana sampai selarut ini?”

Lana bertanya dengan agak ragu-ragu.

“Aku barusan berburu monster di luar kota. Ada apa? Apa kau ada perlu denganku?”

“Berburu monster... kenapa kau melakukannya? Padahal kita baru saja sampai di kota ini sore tadi!”

Eto terkejut dengan nada bicara Lana yang kuat. Akan teapi, karena dia sendiri tidak pernah mengatakan soal berburu monster pada mereka, mungkin tidak salah kalau gadis itu bereaksi seperti itu.

“Yah, memang benar, tapi...Hero-sama tidak memberiku hadiah sama sekali, jadi aku setidaknya harus mencari uang hanya untuk makan.”

Sambil merasa malu, Eto menjelaskan alasan kenapa dia pergi ke luar kota dengan nada bicara seringan mungkin.

Mendengarnya, Lana mengarahkan pandangannya ke bawah dan terdiam.

Sebenarnya, Eto tidak mau Lana tahu bahwa Hero-sama tidak mengakui hasil kerjanya, yang membuatnya tidak memberikan Eto hadiah apapun. Jangankan hadiah, Hero bahkan tidak memberikan Eto kamar di penginapan ini, jadi Eto harus meminta pemilik penginapan untuk menyewakan satu tempat di kandang kuda dengan harga rendah.

Dua tahun sudah berlalu sejak Eto bergabung dengan party Hero. Selama itu, perlakuan yang dia terima di dalam party semakin memburuk. Selama kira-kira setahun ini, situasi di mana dia tidak mendapat hadiah sedikit pun dan tidak bisa bermalam di penginapan terus berlanjut bahkan sampai sekarang.

“Aku...mendengar soal itu, kau tahu...”

Mendadak, Lana mulai bicara dengan suara yang lebih pelan daripada biasanya. Eto tidak tahu ekspresi seperti apakah yang gadis itu buat saat ini karena wajahnya masih mengarah ke bawah.

“Dengar apa? Tentang bagaimana aku tidak mendapatkan hadiah?”

“Bukan itu!”

Lana membalas tegas.

“Tentang bagaimana Eto bermain-main dengan para wanita di berbagai kota! Begitulah kau menghabiskan uangmu, karena itulah kau selalu kehabisan uang, ya ‘kan? Sepertinya Hero-sama juga sudah memperingatkanmu berkali-kali. Walau begitu, Eto tetap saja bermain wanita, sehingga Hero-sama tidak memberimu kamar di penginapan sebagai hukuman!”

Eto tidak mengerti apa yang sedang Lana katakan. Dia menggunakan uang untuk bermain wanita? Kalau dia bahkan tidak punya cukup uang untuk mendapatkan makanan yang layak dinikmati, tidak mungkin dia bisa bermain-main dengan wanita, ya ‘kan?

Kenapa Hero-sama mengatakan kebohongan semacam itu padanya? Yah, jika orang itu memandang rendah Eto, dia mungkin saja mengatakan kebohongan itu dengan setengah bercanda.

Yang lebih penting, bagaimana bisa Lana yang berasal dari desa yang sama dengan dirinya dan telah bersamanya sejak kecil mempercayai hal itu? Bagi Eto, itu adalah hal yang paling mencengangkan yang dia dengar.

“Sepertinya kau tidak bisa mengatakan apapun soal itu...”

Saat Eto tidak dapat merespon dengan cukup cepat, Lana berdiri, mencoba meninggalkan Eto di sana.

“Tunggu, Lana. Aku tidak bermain wanita!”

“...Baiklah, hentikan itu. Kau bahkan berbohong soal tidak mendapatkan hadiah apapun dari Hero-sama... Aku benar-benar kecewa padamu, Eto.”

Lana berkata demikian dan mulai berjalan menuju pintu masuk penginapan.

“Lana! I-itu tidak benar!”

Eto berteriak, Akan tetapi, tanpa menoleh, Lana masuk ke penginapan begitu saja.

“Kenapa...kenapa Lana lebih mempercayai yang Hero-sama katakan daripada aku...”

Tidak perlu dikatakan lagi, gumaman Eto tidak mencapai siapapun dan menghilang ke dalam kegelapan malam.