SECOND INVASION

(Author : Rafli Sydyq)


    Sudah cukup lama semenjak aku bertemu dengan seorang Petualang yang ternyata merupakan seorang Bangsawan. Alasan kenapa dia repot-repot menjadi Petualang adalah untuk memudahkannya berbaur dengan rakyat jelata demi memperhatikan mereka dari dekat.

Nama orang itu adalah Rery, dan dia memintaku untuk memanggilnya dengan sebutan Rey.

Ngomong-ngomong peringkatnya itu adalah asli. Setelah aku bertanya kenapa dia rela mempertaruhkan hidupnya hanya demi sebuah penyamaran, dia hanya menjawab kalau dia tidak suka selalu merasa terkurung dan dipaksa untuk mempelajari segala hal dengan alasan “Itu demi masa depanmu dan masa depan rakyat yang akan kau jaga”. Hal itu jelas membuatnya terlihat seperti anak pertama dari seorang bangsawan yang menolak untuk mewarisi posisi orang tuanya untuk mengelola wilayah miliknya.

Mengesampingkan itu, karena aku sudah mengetahui rahasianya, dia lalu mengajakku untuk menjalanan quest bersama. Alasannya adalah untuk lebih saling mengenal dan dia juga ingin melihat bagaimana caranya aku bertarung.

Aku sempat curiga kalau dia merencanakan sesuatu. Namun karena aku tidak punya alasan kuat untuk menolak, mau tidak mau aku harus menerima ajakannya. 

Lagipula aku juga penasaran seperti apa cara dia bertarung dan apakah dia memang benar-benar naik peringkat dengan usahanya sendiri dan bukan karena koneksi yang dia miliki.

Oleh karena itu, kami berdua mengambil quest pembasmian yang memilikki level kesulitan A.

Normalnya, aku yang hanya memiliki peringkat C tidak diperbolehkan untuk mengambil quest yang jauh diatas peringkatku. Namun karena yang menjadi ketua dari Party sementara ini adalah Rey yang sudah mencapai peringkat S, maka tidak ada masalah jika aku menerima quest ini.

Quest tersebut berisi permohonan untuk membasmi Makhluk Buas yang bernama Wild Bear dan kami disuruh memburu 30 dari mereka.

Setelah kami memasukki bagian dalam hutan untuk mencari Wild Bear, kami bertemu dengan sekelompok 5 dari mereka.

Setelah berdiskusi sebentar, Rey setuju untuk mengurus 3 sedangkan aku harus mengurus 2 dari mereka.

Tanpa menunggu lama, kami berdua segera mengincar mangsa kami masing-masing.

Aku segera berlari menuju seekor Wild Bear dan menyayat kaki kanannya dengan belati milikku. Seranganku hanya berdampak kecil pada Wild Bear tersebut. Namun itu sudah lebih dari cukup untuk membuatnya memperhatikanku.

Segera setelah itu, aku kembali berlari dan mengincar seekor Wild Bear yang sedang meminum air dan melemparkan [Wind Magic-Air Bullet] pada Wild Bear tersebut.

Hasilnya, Wild Bear itu terluka cukup parah dan segera mengarahkan perhatiannya padaku.

Bagus, dengan ini aku sudah memancing dua dari mereka dan hanya harus meninggalkan sisanya untuk Rey.

Jujur, menghadapi dua musuh kuat sekaligus memang cukup merepotkan. Akan tetapi, aku sudah terbiasa dengan ini.

Dengan gesit aku menyelinap diantara mereka berdua sambil menebas kulit mereka dengan menggunakan belati yang sudah diperkuat dengan [Wind Magic-Sharp Blade].

Berbeda dari yang sebelumnya, kali ini seranganku berhasil meninggalkan luka yang dalam pada mereka berdua.

Belum selesai, aku segera berbalik dan melompat diatas mereka berdua dengan gerakan akrobatik dan melancarkan [Wind Magic-Wind Slice] tepat pada bagian belakang leher mereka.

Hasilnya, darah mengucur dengan deras dan membuat sungai yang ada didekatku tercemar dengan warna merah.

Akan tetapi, serangan itu tidaklah cukup kuat untuk menghabisi mereka. Dengan amarah yang meluap, kedua Wild Bear tersebut segera menerjang kearahku dan mengayunkan cakar mereka dengan brutal.

Aku berhasil menghindari semua serangan mereka dengan jarak setipis rambut sambil membalas dengan menggunakan [Dagger Skill-Quick Strike].

Setelah beberapa lama, aku akhirnya berhasil menghabisi kedua Wild Bear tersebut. Setelah menyeka keringat yang mengucur dari dahiku, aku menoleh kearah tempat Rey seharusnya sedang bertarung dan menemukan kalau dia sudah lama selesai dan sedari tadi memperhatikan bagaimana aku bertarung.

Terlebih lagi, fakta kalau dia sama sekali tidak terlihat kelelahan malah membuatku kesal. “Bagaimana mungkin aku kalah kuat dari seorang NPC?”. Hal ini membatku menyadari, tidak seperti game lain, Pemain bukanlah prajurit yang paling kuat di dunia ini.

“Kemampuanmu sudah cukup bagus. Mengingat kau masih Pemula, perkembanganmu terhitung cukup cepat bila dibandingkan dengan Petualang lainnya”

Rey memberikan pujiannya kepadaku. Dari nada bicaranya, aku bisa tau kalau pujian itu tulus berasal dari perasaannya yang sebenarnya. Jujur itu membuatku sedikit lega dan kesal disaat yang bersamaan “Bagaimanapun, pujian dari kakak tetaplah yang terbaik”.

Setelah itu, kami kembali berburu Wild Bear hingga matahari hampir terbenam.

Dalam waktu yang cukup singkat ini kami entah bagaimana berhasil memenuhi target quest kami yang dimana normalnya membutuhkan waktu sekitar tiga hari untuk Petualang biasa agar bisa menyelesaikan quest ini.

Seperti sebelumnya, Rey mampu menghabisi mereka dengan mudahnya. Sedangkan aku harus mengucurkan banyak keringat untuk menghadapi mereka.

Aku juga sempat melihat gaya bertarung Rey yang sebenarnya. Dia selalu melancarkan tebasan pedang yang dialiri oleh sihir sehingga mampu memberikan luka fisik maupun magis kepada lawannya. Kurasa hal ini merupakan salah satu dari keunggulan Magic Swordman.

Juga, serangannya begitu halus dan tidak ada gerakan sia-sia dalam setiap serangannya. Melihat itu aku bisa menyadari kalau kemampuannya merupakan hasil dari pelatihan yang dia jalani selama ini.

Meskipun melelahkan, aku mendapatkan banyak pengalaman berharga hanya dengan bersamanya dalam waktu singkat. Aku penasaran apa yang terjadi jika kami terus bersama mulai dari sekarang...

“Tunggu, apa yang baru saja aku pikirkan!?”

...


    Hari sudah menjelang malam saat kami dalam perjalanan kembali menuju kota. Dengan ‘Dimension Bag’ kami yang dipenuhi oleh material berharga dari Wild Bear dan beberapa Makhluk buas lainnya yang kami temui di sepanjang jalan, kami berjalan dengan perlahan di dalam kegelapan ditemani oleh cahaya redup dari ‘Magic Lamp’ yang dibawa oleh Rey.

Tepat disaat kami akhirnya mencapai gerbang kota, kami melihat banyak orang berkeliaran di sekitar gerbang dengan membawa obor ataupun penerangan magis lainnya sambil menyiapkan sesuatu yang tampak seperti sebuah barikade.

Kami berdua saling memandang sebelum akhirnya bergesa menuju kerumunan dan menanyakan apa yang sebenarnya terjadi.

“Hei, ada apa ini?”

“Guild baru saja mengeluarkan peringatan tentang segerombolan Makhluk Buas yang datang kemari. Dilihat dari betapa paniknya pihak Guild, tampaknya ini akan menjadi seperti di Lawton. Bahkan saat ini Guild sudah memanggil para Petualang peringkat A keatas untuk menyusun strategi di Guild”

“Baiklah, terima kasih”

“Jadi, bagaimana?”

“Tentu saja aku akan menuju ke Guild sekarang. Carissa, sebaiknya kau juga ikut denganku”

“Tentu, baiklah”

Dengan begitu, kami segera bergegas menuju Guild sambil melewati beberapa Petualang lainnya yang tengah sibuk mempersiapkan semua keperluan untuk pertempuran yang akan datang.

Tidak butuh waktu lama sebelum akhirnya kami sampai di gedung Guild Petualang. Setelah Rey menunjukkan ‘Guild Card’ miliknya pada resepsionis, kami segera dibimbing masuk kedalam sebuah ruangan yang di dalamnya sudah dipenuhi oleh Petualang lainnya.

Tanpa memperdulikan para Petualang lainnya, Rey segera bergegas menuju seseorang yang tampaknya adalah Guild Master.

Dia adalah seorang pria yang pendek dan gemuk. Meskipun begitu, dia tampak terus merawat dirinya dan kau bahkan bisa mencium aroma parfum yang sangat kuat dari orang itu. Tetap saja, kau tidak bisa memikirkan hal lain lagi selain ‘Menjijikan’ terhadap penampilan orang itu.

“Aku sudah mendengar garis besarnya. Jadi, berapa jumlah musuh yang kita hadapi?

“Ohh... Tuan Rery, bagus sekali, bagus, dengan begini semua pasti akan menjadi lebih...”

“Cukup basa-basi nya, kubilang berapa jumlah musuh yang akan kita hadapi!”

“Ohh... mohon maaf, dari hasil tim pengamatan, jumlah mereka sekitar 10.000. Mereka kebanyakan terdiri dari Makhluk Buas peringkat A seperti Forest Wolf, War Ogre, dan Wild Bear”

Ini buruk, ribuan musuh dengan peringkat A merupakan sebuah ancaman yang sangat besar. Terlebih lagi, mengingat sebagian besar Petualang yang ada di kota ini rata-rata hanya memiliki peringkat C dan B serta jumlah kami tidak bisa lebih dari 300 orang hanya akan memperparah situasi saat ini.

Bahkan, semua Petualang peringkat tinggi yang ada di kota ini berjumlah tidak lebih dari lima belas orang, dan mereka semua sekarang sedang berkumpul di dalam ruangan ini. Tidak termasuk aku tentunya.

“Kapan bala bantuan akan tiba?”

“Kami sudah mengirim pesan kepada Ibu Kota. Memperhitungkan jarak dan sebagainya, kemungkinan bantuan akan tiba besok lusa”

Itu terlalu lama, jika para Makhluk Buas menyerang malam ini, tidak diragukan lagi kota ini akan runtuh jauh sebelum matahari terbit.

“Tapi Tuan Rery tenang saja, jika kita memiliki anda dan juga Golden Eagle disini, semua pasti...”

“Jangan bodoh! Tidak peduli sekuat apa aku, tidak mungkin aku bisa mengalahkan pasukan sebanyak itu. Bahkan hanya sekedar menahan pasukan musuh sebanyak itu hingga bala bantuan tiba saja sudah mustahil!”

Ini adalah pertama kalinya aku melihat Rey semarah ini. Rey yang biasanya tampak tenang dan berwibawa ternyata juga bisa menjadi seperti ini. Tapi bila mengingat situasi saat ini, siapapun bisa kehilangan ketenangannya.

Sedangkan untuk Guild Master, dia hanya bisa diam sambil terus mengusap keringat di wajahnya dengan sebuah sapu tangan yang berwarna kuning kusam. “Sial aku yakin sapu tangan itu awalnya berwarna putih”.

“Tenanglah Rey, lebih baik kita tinggalkan bab... ehem... maksudku Guild Master dan membahas cara terbaik untuk menghadapi musuh”

Sial, hampir saja aku menyebut Guild Master sebagai babi. Yah, mau bagaimana lagi? Dia sangat menjijikan dan hanya babi yang terlintas di kepalaku saat melihatnya.

Meskipun Guild Master tampak hendak mengatakan sesuatu, Rey segera berbicara dengan Petualang lainnya dan bertindak seolah Guild Master tidak berada di ruangan ini.

“Baiklah, pertama-tama sebutkan tingkat dan job kalian masing-masing”

Hasilnya, dari semua orang yang ada di ruangan ini, hanya Rey dan seluruh anggota dari Party Golden Eagle yang merupakan Petualang peringkat S. Sedangkan sisanya, hanya peringkat A dan beberapa bahkan baru mencapai peringkat B atau C sepertiku.

Bersama dengan perwakilan dari Golden Eagle, Chayton. Rey mulai merancang cara paling efektif untuk menghadapi musuh yang jauh lebih banyak dan kuat daripada kami.