RAKUDAI KISHI NO EIYUU-TAN
JILID 1 BAB 1
KSATRIA JENIUS DAN KSATRIA GAGAL

Bagian 3

Ksatria-sihir memperkuat kekuatan tempur negaranya, dan sudah sifat mereka meningkatkan kemampuan tempur. Kemampuan itu dibutuhkan bukan hanya untuk perang, tetapi juga untuk melawan kelompok teroris dan sindikat kriminal yang menyalahgunakan kekuatan Blazer. Untuk latihan ksatria-sihir, sejumlah arena berbentuk kubah ditempatkan di kampus Hagun Academy. Bagian dalamnya mencakup ruangan untuk bertempur dengan diameter sekitar seratus meter, dengan bangku penonton berbentuk mangkok di sekitarnya.

Di arena latihan tiga, Ikki Kurogane dan Stella Vermillion berdiri dengan jarak dua puluh meter dengan Kurono Shinguuji berdiri di antara mereka sebagai wasit. Di atas mereka, sekitar dua puluh orang murid kelas dua dan kelas tiga yang tadinya sedang berlatih, dan banyak pengunjung yang telah mendengar tentang pertarungan pura-pura yang tiba-tiba diadakan di tengah liburan musim semi, menyaksikan ke arena. Mereka memandang bintang yang baru saja memasuki akademi dengan pawai yang megah, Stella Vermillion.
Jadi gadis itu ‘Crimson Princess’ dari Vermillion?
Sangat cantik, ya?
Rambut yang indah…. Indah sekali, seperti benar-benar terbakar….
Tetapi siapa lawannya?
…Tunggu, bukankah itu Kurogane, orang yang tidak naik kelas di kelas satu?
Tidak naik kelas? Mengapa dia melawan orang seperti itu? Bukankah Stella-san seharusnya orang jenius dengan rank A?
Entah… hey, tidak adakah anak kelas dua yang pernah sekelas dengannya? Aku mau tahu ksatria seperti apa dia.
Aku pernah sekelas dengan dia, tetapi karena dia tidak memenuhi syarat minimal untuk latihan bertarung, aku tidak pernah liat dia bertarung secara langsung sebelumnya.
Lupakan naik kelas… tidak memenuhi syarat untuk latihan? Bukankah itu payah?
Apa-apaan? Membosankan. Bukankah sang putri akan membunuh dia dalam sekejap?
Stella tertawa masam mendengar gosip dari penonton.
"Semakin aku dengar, semakin kamu kedengaran tidak berguna. Bukankah kamu seharusnya berhenti mencoba menjadi ksatria-sihir dan hidup sebagai rakyat biasa?"
"Yah, mungkin, tetapi aku tidak akan tahu kalau tidak mencobanya."
"Apakah kamu tidak mengerti? Kamu akan menjadi pelayan aku kalau kalah, kamu tahu."
"Tentu aku mengerti, tetapi itu kalau aku kalah. Kalau aku menang tidak apa-apa."
"…Bahkan sekarang, kamu masih berniat mengalahkanku?"
"Karena itu aku berusaha datang kemarei."
Ikki membalas kata-kata tajam Stella dengan senyum yang muram tetapi hangat, tetapi dia tidak mundur dari posisi awal. Dia sudah siap untuk melakukan ini. Hal itu, karena suatu alasan, benar-benar membuat Stella jengkel.
Usaha… ya?
Kalau aku berusaha keras maka aku akan mengalahkan bakat.
Stella membenci orang biasa yang berpikir seperti itu. Ketika mereka kalah darinya, mereka berkata,
Aku bekerja keras tetapi tetap tidak bisa mengalahkan bakat.
Seperti hanya mereka yang berusaha.
Seperti… Aku menang hanya dengan bakat.
Itu membuatnya marah. Stella tidak sekuat ini dari awal. Tidak, malah sebaliknya. Ketika masih anak-anak, dia tidak punya kecakapan yang dibutuhkan bahkan untuk bercita-cita menjadi ksatria. Dia tidak bisa mengendalikan kekuatannya yang luar biasa, dan terkadang dia membakar badannya sendiri. Orang tua, dan semua orang sekitar dia, berpikir dia tidak akan pernah menjadi ksatria.
Tetapi demikian… Stella tidak menyerah. Dia tahu dia punya potensi. Blazer yang kuat sangat penting bagi negara kecil seperti Vermillion, dan seperti Samurai Ryouma yang memimpin tanah sederhana di Timur jauh menuju kemenangan di Perang Dunia Kedua, ksatria-sihir yang cukup kuat memperkuat negaranya untuk bernegosiasi dengan negara besar secara seimbang. Jika dia dapat belajar mengendalikan kekuatan itu, kekuatannya akan menjadi aset penting untuk melindungi rakyat kerajaannya, jadi Stella tidak menyerah. Dia terus berlatih tanpa mempedulikan keberatan semua orang di sekitarnya. Dan setelah tiga tahun yang panjang, dia menguasai Dragon Breath. Dia terluka parah dalam prosesnya, tetapi demikian, dia menjadi dia yang sekarang dengan usaha yang sangat besar.
Karena itu aku tidak tahan dinilai dengan kata-kata murah seperti bakat atau jenius!
"Sekarang, kita akan mulai pertandingan pura-pura. Kedua belah pihak, wujudkan Device kalian dalam bentuk ilusi."
"Datang, Intetsu."
"Layani aku, Lævateinn."
Stella memanggil Lævateinn, pedang yang dibentuk dari jiwanya, menjadi bentuk yang tidak melukai fisik tetapi menebas stamina fisik dan kekuatan secara langsung. Dan dia bersumpah kepada laki-laki di hadapannya―dia akan menghancurkannya.
Bakat tidak bisa dikalahkan. Jenius itu spesial.
Untuk menghapus alasan itu, dia akan menghancurkanIkki sepenuhnya.
"Baiklah. Kalau begitu, MARI KITA MULAI!"

Dengan begitu, pertarungan antara ksatria jenius dan ksatria gagal dimulai.